Begitulah Katanya – Puisi Ngadi Nugroho

Ngadi Nugroho

Kamis, 23 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Udara benar-benar beku

Melampaui dingin setiap lenguh napas

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Luka itu apakah semerah mawar?

Apakah semerah mawar?

Tak ada yang mengurai simpulnya

Hingga bahu yang mengeras menjadi seringan kapas

Baca Juga :  Salam Sepak Bola Dunia

Mungkin sebuah hasrat masih berjalan

Dengan membangun bahasa-bahasa tubuh yang hanya bisa dimengerti perasaan

Tarian absurd dimainkan di pentas kehidupan

Luka itu apakah semerah mawar?

Apakah semerah mawar?

 

Tuhan ajari kami menarik mendung itu membelakangi bukit

Baca Juga :  Puisi-puisi Abdurrahman ZN-Di Stasiun Kereta

Hingga dada ini tak terlalu sakit

Terdampar di ruang yang selalu menanam sebongkah kayu salib di bahu-bahu kami yang malang

Dan kami selalu berkata semua akan baik-baik saja

Baca Juga :  Puisi-puisi Moh Sulthanul Ulum

Sedangkan hati kami

Jiwa kami

Tubuh kami

Telah hancur berantakan

Dan kami pun berjalan sempoyongan hingga di penghujung perjalanan

Ya, kami yakin semua pasti akan baik-baik saja walaupun dengan beberapa jahitan luka

Kaliwungu, 2023

 

 

Berita Terkait

Puisi-puisi Moh Sulthanul Ulum
Puisi-puisi Renata Xalisa Putri
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-Puisi Moh Sulthanul Ulum
Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-puisi Ahmad Rizal

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15 WIB

Puisi-puisi Moh Sulthanul Ulum

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:57 WIB

Puisi-puisi Renata Xalisa Putri

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:38 WIB

Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:36 WIB

Puisi-Puisi Moh Sulthanul Ulum

Minggu, 26 April 2026 - 15:24 WIB

Puisi-puisi Nihalun Nada

Berita Terbaru