Bansos untuk Kemanusiaan, Bukan Kekerasan: Suara Damai atas Amanah yang Dikhianati

Redaksi Nolesa

Rabu, 16 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(for NOLESA.COM)

(for NOLESA.COM)

Oleh | Mohammad Haris

OPINI, NOLESA.COM – Bantuan sosial adalah bentuk cinta negara kepada rakyat. Di saat krisis melanda, bansos menjelma jadi penyelamat. Bagi para ibu yang kehilangan penghasilan, bagi lansia yang kesulitan mengakses layanan dasar, dan bagi anak-anak yang berjuang tetap sekolah bantuan sosial adalah nyala harapan kecil di tengah gelapnya kehidupan.

Namun belakangan ini, kita dikejutkan oleh temuan Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mengungkapkan bahwa lebih dari 100 keluarga penerima manfaat (KPM) penerima bantuan sosial (Bansos) terindikasi dibuat untuk mendanai aktivitas terorisme. Temuan itu disampaikan oleh kepala PPATK Ivan Yustiavandana usai menggelar rapat anggaran di Komisi III DPR, Kamis (10/07/2025).

Kabar ini mencederai rasa keadilan kita. Ia bukan hanya soal pelanggaran hukum atau penyimpangan administratif, tapi tentang luka yang lebih dalam, pengkhianatan terhadap amanah dan nilai-nilai kemanusiaan, sebab dana yang seharusnya menjadi pelipur duka, justru jadi bahan bakar bagi ancaman dan kehancuran. Ini bukan hanya salah arah, tapi juga salah niat. Bukan saja soal regulasi yang lemah, tapi hati yang tergelincir jauh dari nurani.

Sebagai Duta Damai Santri Jawa Timur, saya tidak sekadar melihat ini sebagai kasus hukum, tetapi sebagai peristiwa yang mengganggu sendi-sendi kepercayaan bangsa, kasih sayang dan rasa kepedulian satu sama lain. Kita perlu bertanya: di mana letak kekeliruan kita bersama, hingga cinta dan kasih sayang yang diturunkan dalam bentuk bantuan bisa berubah menjadi alat kebencian?

Baca Juga :  Panggilan Ji dan Strata Sosial Masyarakat Madura

Dalam agama Islam kita diajarkan menekankan pentingnya kasih sayang satu sama lain. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
من لا يرحم الناسَ لا يرحمهُ الله
“Siapa yang tidak menyayangi manusia, tidak akan disayangi Allah”. (HR. al-Thabarani)

Menyalah gunakan bansos untuk aktivitas terorisme atau kekerasan adalah bentuk hilangnya rasa kasih dan sayang satu sama lain. Dalam konteks sosial, ini adalah tanda bahwa solidaritas kita sedang diuji. Kita perlu kembali menghidupkan semangat gotong royong, kesalehan sosial, dan kepedulian agar tidak ada lagi ruang bagi ideologi yang menjadikan kekerasan sebagai jalan keluar.

Baca Juga :  Antara Gojlokan, Bullying, dan Pentingnya Self-Defense dalam Dunia Pendidikan Pesantren

Tugas kita hari ini bukan hanya menyalahkan. Lebih dari itu, kita harus membangun kesadaran, bangun sistem yang lebih baik, dan bangun narasi yang meluruskan kembali makna dari kata “bantuan”. Kita harus Bersatu, pemerintah, tokoh agama, masyarakat, dan generasi muda—untuk mengawal bahwa bansos benar-benar digunakan untuk kemanusiaan, bukan kekerasan.

Jangan biarkan luka ini menjadi luka yang berulang. Jadikan peristiwa ini sebagai cermin, bahwa perdamaian bukan sesuatu yang datang tiba-tiba, tetapi harus dijaga, dipelihara, dan ditanamkan melalui nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.

*Duta Damai Santri Jawa Timur

Berita Terkait

Deep learning: Beban bagi Guru atau Jembatan Berinovasi Guru?
Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI
Guru: Mulia dalam Kata, Menderita dalam Nyata
Kurban: Dari Ketundukan Spiritual Menuju Kesalehan Sosial
Gerak Batin Ekoteologi
Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam: Sebuah Kolaborasi Komplomentatif
Pelantikan PCNU Sumenep 2026: Sebuah Catatan Sederhana
Pintu Kampus Tertutup bagi Si Miskin

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:31 WIB

Deep learning: Beban bagi Guru atau Jembatan Berinovasi Guru?

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:44 WIB

Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:59 WIB

Guru: Mulia dalam Kata, Menderita dalam Nyata

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:26 WIB

Kurban: Dari Ketundukan Spiritual Menuju Kesalehan Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:11 WIB

Gerak Batin Ekoteologi

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM

Resensi Buku

Pahlawan Gagal, Refleksi dari Avengers: Endgame

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:44 WIB

Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bambang Yuwono (Foto: Istimewa)

Politik

Mesin Banteng Ponorogo Dipanaskan, Target Kursi DPRD Ditambah

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:10 WIB