Balas Pati-Puisi Amanda Amalia Putri

Redaksi Nolesa

Minggu, 11 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balas Pati

Nafsu, amarah bersatu padu

Membentuk rangkaian kata

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang tak dapat dipisahkan

Luapan benci yang menggelimangi

Kesucian hati dan menusuk jiwa raga

Sebuah luka yang tak terobati

Masih meraja di dada

Walau kau menangis pijar

Aku tetap tidak bisa memaafkan kesalahan

Yang telah kau perbuat padaku

Kau selalu mengalami kesalahan yang sama

Tak perlu kau berdusta kepadaku

Aku sudah mengetahui tipu muslihatmu

Setiap tetesan air matamu

Hanyalah sebuah kebohongan semata

Lebih baik kau simpan saja air matamu

Sebab tangisanmu tidak akan merubah apapun

Aku tetap menyimpan dendam kesumat padamu

Ketapang, 21 Januari 2021

Gadis Bertangan Panas

Baca Juga :  Puisi-Puisi Ardhi Ridwansyah

Sorot lampu yang menyala di jalanan kota

Gerimis mengundang malapetaka

Rintik hujan deras mengguyur kota

Menghirup hembusan angin

Percikan air hujan membasahi tubuh

Tubuhnya menggigil kedinginan dan keningnya biru lebam

Ia duduk di tepi jalan seorang diri

Sambil memunguti makanan yang sudah basi

Gadis berambut ikal dengan baju yang kumal

Serta darah yang keluar dari kakinya berhamburan di sepanjang jalan

Ia menangis tersedu-sedu

Tiada yang membantu gadis malang tersebut

Mencari tempat perlindungan

Ia terpaksa tinggal di daerah kumuh

Gadis itu hanya mampu diam dan kesal

Tanpa dapat berbuat apa-apa menyaksikan keadaan yang porak poranda

Baca Juga :  Kereta Api - Puisi Lusa Indrawati (Jawa Timur)

Dunia luar terlalu kejam untuknya

Akankah gadis malang itu bisa melewati lika-liku kehidupan?

Melihat kondisinya saja sangat mustahil untuk bertahan hidup

Ketapang, 10 September 2023

Refleksi Cahaya Dirimu

Tersenyum ketika melihatnya tertidur pulas

Buku-buku berserakan di atas meja yang penuh dengan air liurnya

Menatap wajahnya nan prasaja

Kugoreskan sebuah tinta hitam pada bibirnya

Menahan gelak tawa

Meninggalkan seikat mawar merah

Merekatkan sapu tangan bergambarkan sepasang mata pada lengannya

Satu lembar berisi pertanyaan ‘kan dijawabnya

Beri kecupan mesra tuk terakhir kalinya

Membelai rambutnya yang acak-acakan

Meninggalkannya perlahan-lahan

Keringat mengalir deras

Mengguyur pelipis kepala

Terbendung air mata

Setiap hari tak bisa lepas dari pantulan cahayanya

Baca Juga :  Puisi-Puisi Syukur Budiardjo

Ketapang, 23 Oktober 2023

Tuan, Aku Rindu

Di penghujung warsa,

Bulir-bulir keringat merebak,

Bibir ini tetap memanggilnya,

Menunggu kabar darinya,

Hingga kini masih belum menemukan jejak-jejaknya,

Tepat enam tahun silam,

Kehilangan kontak dengannya,

Sepatah kata pun tak diucapkannya,

Berusaha menahan perawakan,

Menghanyutkan segala ingatan,

Melacak keberadaannya,

Jawaban yang diterima ialah kelompang,

Semesta alam pun tak mau mengulurkan tangannya,

Menyaksikan hadirnya yang tak nyata,

Bahkan berhalusinasi mendengar suaranya,

Alam bawah sadar mengelilinginya,

Setiap hela napasnya berbisik-bisik di telinga

Bersembunyi dibalik kepedihan

yang berkepanjangan,

Letih kurasakan,

Terasa waktu terbuang begitu saja.

Ketapang, 14 November 2023


Amanda Amalia Putri. Lahir di Banyuwangi, 28 Februari 2004. Mengisi waktu senggangnya dengan menulis puisi. Puisi-puisinya termuat di biliksastra.com, darus.id, pronesiata.id, SumenepNews.com, dan sepenuhnya.com. Beberapa puisinya termuat dalam buku antologi bersama antara lain: Pengembara Rindu(2020), Senandung Bait Cinta Pertama(2023), Gugur Cinta ke Pelukan Rindu(2023), Rahasia Hati Yang Tak Pernah Terucap(2023), dan Simpul Rasa(2023).

Editor : Wail Arrifqi

Berita Terkait

Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-puisi Ahmad Rizal
Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Khalil Satta Èlman
Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen
Puisi-puisi Ilham Wiji Pradana

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 15:24 WIB

Puisi-puisi Nihalun Nada

Senin, 22 Desember 2025 - 12:29 WIB

Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:18 WIB

Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Sabtu, 29 November 2025 - 11:42 WIB

Puisi-puisi Ahmad Rizal

Sabtu, 27 September 2025 - 11:19 WIB

Puisi-puisi Nihalun Nada

Berita Terbaru

Kemenpora Buka Program TPON, Berikut Syaratnya (Foto: Istimewa)

Nasional

Kemenpora Buka Program TPON, Berikut Syaratnya

Selasa, 28 Apr 2026 - 21:26 WIB

(for NOLESA.COM)

Puisi

Puisi-puisi Nihalun Nada

Minggu, 26 Apr 2026 - 15:24 WIB