Abu Ustman Al-Hiri: Menjaga Getar Perasaan Wanita

Redaksi Nolesa

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(for NOLESA.COM)

(for NOLESA.COM)

Oleh Sujono

MIMBAR, NOLESA.COM – Abu Utsman Al-Hiri, Sufi yang sangat menjaga getar perasaan wanita. Suatu ketika, Abu Utsman Al-Hiri ditanya;

“Wahai Abu Utsman, amalan apa yang engkau harapkan bisa sebagai bekal menghadap Allah Ta’ala dari apa yang telah engkau lakukan?”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum menjawab, Abu Utsman pun berkisah;

“Waktu aku tinggal di Ar-Rai, orang-orang mendesakku agar aku segera menikah, namun aku menolaknya.”

Tidak lama dari itu, datanglah seorang wanita yang menyatakan;

“Wahai Abu Utsman, aku telah jatuh cinta kepadamu, hingga aku tidak bisa tidur. Dan aku memohon kepada Allah agar aku bisa menikah denganmu.”

Abu Utsman bertanya; “Engkau masih memiliki ayah?”

Wanita itu pun menjawab; “Ya, ayahku seorang penjahit.”

Baca Juga :  Mahluk Tuhan Paling Dahsyat

(Singkat kisah, akhirnya Abu Utsman menikahinya).

Setelah resmi menjadi pasangan yang sah, Abu Utsman terkejut melihat fisik istrinya itu. Salah satu mata istriku buta, kakinya pincang serta memiliki wajah yang buruk.

Seketika aku berseru; “Ya Allah, segala puji bagi-Mu atas apa yang Engkau takdirkan kepadaku.”

Abu Utsman menuturkan bahwa di saat itu keluarganya mencelanya atas keputusanku menikahi wanita itu, namun aku tetap berusaha membahagiakan istriku itu.

Suatu saat, istriku menginginkan agar aku menemaninya, maka aku rela meninggalkan majelis demi untuk menjaga perasaannya.

Kehidupan yang demikian itu aku jalani hingga 15 tahun. Terkadang aku merasa tersiksa dengan keadaan yang demikian, namun sama sekali aku tidak pernah mengeluhkan hal itu kepadanya, hingga akhirnya ia wafat. Dan aku pun menangisi kepergiannya.

Baca Juga :  Penerimaan Diri Merupakan Kemampuan Tertinggi Seorang Manusia

Abu Utsman menutup kisahnya untuk menjawab pertanyaan temannya di atas tadi. Kata Abu Utsman;

“Amalanku yang aku harap bisa menjadi bekal untuk menghadap kepada Allah Ta’ala, adalah USAHAKU UNTUK MENJAGA PERASAAN ISTRIKU.”

Sungguh menakjubkan. Abu Utsman Al-Hiri yang ‘alim dengan segudang ilmu, justru tidak mengandalkan ibadah-ibadah ritualnya. Tetapi menjaga perasaan orang lain agar tak tersinggung, justru menjadi andalannya. Wallahu a’lam…

(Diadaptasi Dari Tadzkirotul Auliya; Fariduddin Attar)

Teringatlah saya dengan Ali bin Abi Thalib Ra, yang berkata;

“Kelak kau akan mengerti, bahwa menahan diri untuk menjaga orang lain agar tak tersinggung karena lisanmu, itu jauh lebih mulia daripada mengutarakan isi hatimu.”

Moral & Iktibar;

Ada pelajaran dari kisah Abu Utsman Al-Hiri yang bisa kita renungkan. Bahwa menjaga perasaan orang lain, terutama istri, adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat mulia. Pernikahannya dengan wanita yang memiliki keterbatasan fisik, menunjukkan bahwa Beliau lebih mengutamakan akhlak dan ketakwaan daripada penampilan luar.

Baca Juga :  Menaja(-Kembali) Pendidikan Kritis: Pikiran-Pikiran Baru Menuju Kedaulatan Ekologi-Kerakyatan

Abu Utsman Al-Hiri menunjukkan akhlak mulia dengan menerima takdir dan tidak mengeluh. Inilah pelajaran spiritual tentang pentingnya menjaga perasaan orang lain dan menerima takdir Allah dengan sabar. Semoga kisah Abu Utsman Al-Hiri ini semakin menyempurnakan iman dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin…

Kutipan Hadist;

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka katakanlah perkataan yang baik, atau (jika tidak) maka diamlah.(Bukhari-Muslim).

*penulis lepas tinggal di Perum Satelit Kota Sumenep

Berita Terkait

Mabrur Tanpa Berhaji
Pertemuan Nabi Khidir dengan Ali bin Abi Thalib Ra
Budaya Ngopi dalam Lanskap Kehidupan Modern
Kebijakan Menteri ESDM Soal RKAB 2026, Picu Ketidakpastian Usaha
Uji Nyali Hakim Kasus ODGJ Sapudi: Catatan Jurnalis
Tentang Waktu
Hanya Demi Memburu Sebuah Hadits
Menggali Kekuatan Jiwa

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 09:38 WIB

Mabrur Tanpa Berhaji

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:37 WIB

Pertemuan Nabi Khidir dengan Ali bin Abi Thalib Ra

Selasa, 20 Januari 2026 - 00:45 WIB

Budaya Ngopi dalam Lanskap Kehidupan Modern

Senin, 19 Januari 2026 - 22:02 WIB

Kebijakan Menteri ESDM Soal RKAB 2026, Picu Ketidakpastian Usaha

Jumat, 16 Januari 2026 - 09:29 WIB

Uji Nyali Hakim Kasus ODGJ Sapudi: Catatan Jurnalis

Berita Terbaru

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Erma Susanti (Foto: Ist)

Politik

PDIP Tulungagung Buka Pintu Lebar bagi Gen Z

Jumat, 6 Feb 2026 - 23:00 WIB

(for NOLESA.COM)

Opini

MBG dan Potensi Gesekan Ekonomi di Pondok Pesantren

Kamis, 5 Feb 2026 - 08:50 WIB

Pemkab-Pengadilan Agama Bangkalan teken MoU (Foto: Ist)

Daerah

Pemkab-Pengadilan Agama Bangkalan Teken MoU

Kamis, 5 Feb 2026 - 08:35 WIB