Jihadnya Wanita

Sujono

Jumat, 8 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sujono (Foto: dokumen pribadi)

Sujono (Foto: dokumen pribadi)

Oleh SUJONO*

Asma’ binti Yazid al-Anshoriyah datang kepada Nab Muhammad SAW, yang sedang berada di antara sahabat-sahabatnya. Ia berkata;

“Ya Rasul Allah, aku adalah urusan kaum wanita kepadamu. Sesungguhnya Allah Ta’ala mengutusmu kepada kaum lelaki dan wanita seluruhnya, maka kami mempercayai dan membenarkanmu. Kami kaum wanita terbatas dan terkurung, duduk di dalam rumah dan mengandung anak-anakku. Kaum lelaki dilebihkan atas kami dengan shalat Jum’at dan jama’ah, mengantarkan jenazah. Bahkan lebih utama dari itu adalah JIHAD fi Sabilillah. Bila seseorang dari kaum lelaki pergi ber-Jihad, maka kami kaum wanita yang menjaga hartanya. Maka, apakah kami mendapat kebaikan dan pahala seperti kaum lelaki?”

Mendengar pertanyaan Asma’ itu, Rasulullah merasa kagum sekaligus gembira. Nabi lalu menoleh kepada para sahabatnya dan bertanya;

Baca Juga :  Berebut Tiket Cawabup Fauzi

“Apakah kalian pernah mendengar pertanyaan seorang wanita yang lebih baik daripada pertanyaan wanita tadi tentang urusan agamanya?”

Mereka menjawab;

“Ya Rasul Allah, kami tidak menyangka ada wanita bertanya seperti itu.”

Kemudian Rasulullah Saw, menoleh kepada Asma’ dan menjawab pertanyaan yang mengesankan itu;

“Wahai wanita, dan beritahukan kepada kaum wanita yang lain, bahwa perlakuan wanita yang baik terhadap suaminya, dan pencarian ridhonya, serta kepatuhan kepada keinginannya, MENYAMAI semua itu.” (Shahih Muslim)

Baca Juga :  Antara HSN, Sumpah Pemuda, dan Keindonesiaan

Menakjubkan…! 

Walaupun perannya dalam kehidupan kebanyakan hanya sekedar “di balik layar,” ternyata itu sudah dinilai oleh Allah Ta’ala, setara dengan JIHAD perangnya kaum lelaki.

Bukankah ini yang dinamakan “kesetaraan gender; yang memuliakan baik lelaki maupun wanita? Sayangnya, kita masih sering lupa.

Wallahu a’lam…!

Berita Terkait

Allah Tidak Menciptakan Sesuatu yang Lebih Kuat Melebihi Doa
DPRD Sumenep Gelar Rapat Paripurna Penetapan Propemperda 2026
Saat Berpuasa, Manusia Mendapatkan Kembali Kekuasaan atas Dirinya
Gema Ramadan, Turunnya Sebuah Peradaban Suci
Mabrur Tanpa Berhaji
Pertemuan Nabi Khidir dengan Ali bin Abi Thalib Ra
Budaya Ngopi dalam Lanskap Kehidupan Modern
Kebijakan Menteri ESDM Soal RKAB 2026, Picu Ketidakpastian Usaha

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 07:03 WIB

Allah Tidak Menciptakan Sesuatu yang Lebih Kuat Melebihi Doa

Jumat, 10 April 2026 - 18:53 WIB

DPRD Sumenep Gelar Rapat Paripurna Penetapan Propemperda 2026

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:13 WIB

Saat Berpuasa, Manusia Mendapatkan Kembali Kekuasaan atas Dirinya

Selasa, 17 Februari 2026 - 15:21 WIB

Gema Ramadan, Turunnya Sebuah Peradaban Suci

Jumat, 30 Januari 2026 - 09:38 WIB

Mabrur Tanpa Berhaji

Berita Terbaru