Hadiri Peringatan Hari Antikorupsi, Jokowi: Pemberantasan Korupsi Jangan Identik dengan Penangkapan Saja

Redaksi Nolesa

Jumat, 10 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo via kemenkeu.go.id

Presiden Joko Widodo via kemenkeu.go.id

Jakarta – nolesa.com, Presiden Jokowi mengapresiasi para penegak hukum yang terus bekerja keras untuk memberantas korupsi di Indonesia. Hal itu disampaikan langsung oleh Jokowi dalam acara peringatan Hari Antikorupsi di Gedung Merah Putih KPK pada Kamis (9/12/2021).

Dalam kesempatan yang sama Presiden Jokowi juga menyinggung kasus-kasus tindak pidana korupsi berskala besar yang sudah mulai terbongkar, seperti Jiwasraya, ASABRI, dan BLBI, misalnya.

Terkait kasus korupsi Jiwasraya dan ASABRI, selain sudah memenjarakan para pelaku, Jokowi mengaku bahwa negara juga mendapat aset sitaan triliunan rupiah.

“Kasus Jiwasraya misalnya para terpidana telah dieksekusi penjara oleh kejaksaan dan dua di antaranya divonis penjara seumur hidup dan aset sitaan mencapai Rp 18 triliun dirampas untuk negara,” kata Jokowi Kamis (9/12/2021).

“Dalam kasus ASABRI 7 terdakwa dituntut mulai dari penjara 10 tahun sampai hukuman mati serta uang pengganti hukuman negara mencapai belasan triliun rupiah,” sambung presiden yang juga mantan Wali Kota Solo, itu.

Baca Juga :  Kompensasi Penghapusan BBM Premium

Sedangkan mengenai kasus korupsi BLBI, Jokowi mengatakan pemerintah akan terus bekerja keras menuntaskan mega kasus tersebut.
“Satgas BLBI juga bekerja keras untuk mengejar hak negara yang nilainya mencapai Rp 110 triliun. Mengupayakan agar tidak ada obligor dan debitor yang luput dari pengembalian dana BLBI,”

Baca Juga :  Inilah Hasil Kunjungan Presiden Jokowi ke Vietnam

Selain itu, Jokowi juga berpesan agar pemberantasan korupsi di Indonesia jangan hanya identik dengan penangkapan saja, tetapi juga harus meliputi pencegahan dan penyelesaian masalah dari akar.

“Pemberantasan korupsi tidak boleh terus-terusan identik dengan penangkapan, pemberantasan korupsi harus mengobati akar masalah, pencegahan merupakan langkah yang lebih fundamental dan kalau korupsi bisa kita cegah, kepentingan rakyat dapat terselamatkan,” pungkasnya.

Penulis: Aris
Editor: Dimas

Berita Terkait

Novita Hardini Serahkan Ambulans Kemanusiaan dan Sembako
Dalam Suasana Lebaran, Ketum PDIP Ziarah ke Makam Bung Karno
Kata Menko Airlangga Terkait Upaya Pemerintah Hadapi Dinamika Global
Demi Kenyaman Mudik Idulfitri 1447 H, Imas Legislator PKB Tagih Komitmen BUMN Karya
Peserta Mudik Gratis Ramah Anak dan Disabilitas Meningkat
Cara Menko PM Kampanyekan Hidup Sehat di Bulan Ramadan
Rp878 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera
Novita Hardini Bongkar Ancaman Struktural Industri Film

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 23:39 WIB

Novita Hardini Serahkan Ambulans Kemanusiaan dan Sembako

Senin, 30 Maret 2026 - 15:24 WIB

Dalam Suasana Lebaran, Ketum PDIP Ziarah ke Makam Bung Karno

Sabtu, 21 Maret 2026 - 00:27 WIB

Kata Menko Airlangga Terkait Upaya Pemerintah Hadapi Dinamika Global

Jumat, 20 Maret 2026 - 05:06 WIB

Demi Kenyaman Mudik Idulfitri 1447 H, Imas Legislator PKB Tagih Komitmen BUMN Karya

Jumat, 20 Maret 2026 - 04:49 WIB

Peserta Mudik Gratis Ramah Anak dan Disabilitas Meningkat

Berita Terbaru

Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah (Foto: Istimewa)

Politik

Said Abdullah Tegaskan Kedekatan PDIP Jatim dengan NU

Minggu, 12 Apr 2026 - 18:45 WIB

Bupati Sumenep Gencarkan Gerakan ASRI (Foto: Istimewa)

Daerah

Bupati Sumenep Gencarkan Gerakan ASRI

Jumat, 10 Apr 2026 - 11:14 WIB

Beri Contoh Hemat BBM, Bupati Sumenep Naik Becak (Foto: Istimewa)

Daerah

Beri Contoh Hemat BBM, Bupati Sumenep Naik Becak

Rabu, 8 Apr 2026 - 11:54 WIB