SUMENEP, NOLESA.COM – M. Muhri menjadi salah satu dari sembilan kandidat Ketua DPC PKB Sumenep yang ditetapkan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar pada Minggu, 5 April 2026 di Hotel C1 Sumenep.
Sosoknya dikenal sebagai kader berpengalaman yang memiliki rekam jejak panjang di dunia organisasi, kepemudaan, hingga politik lokal.
Dari sisi pendidikan, Muhri menempuh jalur akademik di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di MI 1 Annuqayah pada tahun 1995, kemudian melanjutkan ke MTs 1 Annuqayah dan lulus pada 1998. Pendidikan menengah atas ditempuh di MA 1 Annuqayah hingga lulus pada tahun 2000.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, ia meraih gelar sarjana dari STIK Annuqayah, sekarang Universitas Annuqayah (UA), pada tahun 2007.
Perjalanan organisasinya dimulai sejak masa kuliah. Ia aktif di UKM LPM pada periode 2001–2002, kemudian melanjutkan kiprahnya di UKM PI BEM STIKA pada 2002–2003.
Kepemimpinannya mulai terlihat saat dipercaya menjadi Ketua Umum PK PMII Guluk-Guluk periode 2004–2005, hingga kemudian menjabat Ketua Umum PC PMII Sumenep periode 2009–2010.
Karier organisasinya terus berkembang. Ia pernah menjadi Wakil Sekretaris PC ISNU Sumenep (2010–2012), lalu menjabat Ketua PC GP Ansor Sumenep selama dua periode (2012–2020).
Setelah itu, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur periode 2020–2023.
Di ranah politik, Muhri menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PKB Sumenep periode 2020–2025, Ketua Fraksi PKB DPRD Sumenep periode 2019–2024, dan kini menjabat Ketua Komisi III DPRD Sumenep untuk periode 2024–2029.
Selain organisasi, Muhri juga memiliki pengalaman kerja sebagai Pendamping Desa Profesional (2016–2019) serta Dewan Pengawas BLUD RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep (2018–2019).
Jika dipercaya memimpin DPC PKB Sumenep, Muhri menargetkan peningkatan jumlah kursi legislatif pada Pemilu 2029. Ia menekankan pentingnya evaluasi kinerja partai setiap tahun. Selain itu, ia membawa visi besar agar PKB mampu meraih simpati generasi muda, khususnya Gen Z.
“Dan partai harusnya memberi ruang seluas-luasnya bagi Gen Z, itu harga mati, tidak bisa ditawar-tawar,” tegasnya.
Untuk diketahui, sembilan kandidat Ketua DPC PKB Sumenep hasil Muscab ini, termasuk Muhri nantinya akan dipanggil oleh DPP PKB guna mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (UKK).
Sebagaimana keterangan Sekretaris DPC PKB Sumenep, Dr. Ach. Syaiful A’la, mekanisme penetapan kandidat dalam Muscab PKB kali ini tidak melalui pemungutan suara (voting), melainkan melalui sistem penjaringan dan pemetaan.
Selanjutnya, sembilan kandidat itu akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPP PKB. Setelah itu, DPP PKB akan menetapkan Ketua DPC PKB Sumenep terpilih berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan itu.
“Sembilan orang ini nanti akan dipanggil oleh DPP PKB untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan,” terang dia.
Tahap berikutnya, kata Cak A’la sapaan akrab Sekretaris PKB Sumenep, Ketua DPC PKB Sumenep terpilih akan ditentukan oleh DPP PKB berdasarkan hasil UKK. (*)










