Komisi III DPRD Sumenep Gelar Rapat dengan LPSE

Redaksi Nolesa

Senin, 22 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rapat Komisi III DPRD Sumenep dengan LPSE setempat, Senin 22/9/2025 (foto: humas DPRD)

Suasana rapat Komisi III DPRD Sumenep dengan LPSE setempat, Senin 22/9/2025 (foto: humas DPRD)

SUMENEP, NOLESA.COM – Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep menggelar rapat dengan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) setempat, Senin 22 September 2025.

Rapat tersebut digelar menyusul dugaan adanya “kuncian” dalam lelang tiga proyek milik Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) senilai Rp3,3 miliar.

Ketua Komisi III, M. Muhri, menegaskan bahwa pihaknya tengah mendalami kajian teknis di Dinas PUTR, yang dalam waktu dekat akan ditindaklanjuti lewat Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Langkah ini kami ambil untuk memastikan tidak ada praktik penguncian proyek dan agar proses lelang ke depan berjalan transparan,” ujar Muhri.

Sayangnya, DKUPP selaku pemilik proyek tidak hadir dalam rapat tersebut. Hal ini disayangkan Komisi III, karena kehadiran dinas terkait sangat krusial untuk memperjelas dugaan.

Baca Juga :  Wakil Bupati Sumenep Minta Semangat Juang Para Pahlawan untuk Membangun Daerah

“Tiga proyek itu milik DKUPP. Kami butuh penjelasan langsung. Ketidakhadiran mereka membuat kami kecewa,” tegas Muhri.

Sebelumnya, Komisi III juga telah merekomendasikan pembatalan tiga paket proyek tersebut, lantaran diduga diarahkan ke kontraktor tertentu. Meski begitu, LPSE menegaskan bahwa pembatalan proyek tidak bisa dilakukan secara sepihak.

Kepala LPSE Sumenep, Yoga Prakoso, menyampaikan bahwa seluruh proses lelang telah dilakukan sesuai regulasi. Pihak LPSE pun selalu membuka ruang bagi aparat penegak hukum (APH) untuk memberikan masukan dalam proses lelang.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Dorong Pelestarian Ayam Bekisar Lewat Lomba Nasional

“LPSE berkomitmen menjalankan proses secara transparan. Soal kuncian, kami tidak tahu, karena semua syarat teknis ditentukan langsung oleh Pokja,” ujar Yogo sapan akrabnya.

DPRD Sumenep memastikan akan terus mengawal proses ini demi terciptanya keadilan dan akuntabilitas dalam proyek-proyek publik di Sumenep. (*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton
Hari Sumpah Pemuda, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan
Refleksi Hari Listrik Nasional, Bupati Sumenep Tekankan Pemerataan Akses Energi
BLK dan GP Ansor Sumenep Jalin Kerjasama Perkuat Keterampilan Kader Muda NU
Hadapi POPDA Jatim 2026, Atlet Sumenep Diminta Junjung Sportivitas
Bupati Sumenep Dorong Pelestarian Ayam Bekisar Lewat Lomba Nasional
Kopi Surga PC ISNU Sumenep, Sajikan Kopi Gratis di Malam Puncak HSN 2026
Cegah Kebakaran, Warga Sumenep Diminta Hindari Pembakaran Terbuka

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Hari Sumpah Pemuda, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Refleksi Hari Listrik Nasional, Bupati Sumenep Tekankan Pemerataan Akses Energi

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:11 WIB

BLK dan GP Ansor Sumenep Jalin Kerjasama Perkuat Keterampilan Kader Muda NU

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Hadapi POPDA Jatim 2026, Atlet Sumenep Diminta Junjung Sportivitas

Berita Terbaru

Bupati Fauzi mengenakan baju adat keraton dalam sebuah acara (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Kamis, 29 Okt 2026 - 07:07 WIB