Nadiem Makarim Kembali Diperiksa Kejagung Kasus Chromebook

Redaksi Nolesa

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional, NOLESA.COM – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim kembali memenuhi panggilan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook senilai hampir Rp9,9 triliun. Kehadirannya pada Kamis (4/9/2025) pagi didampingi pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

Nadiem tiba di Gedung Bundar Jampidsus sekitar pukul 08.50 WIB dengan mengenakan kemeja hijau tua dan celana hitam. Saat ditanya wartawan mengenai agendanya, ia hanya menjawab singkat, “Dipanggil untuk kesaksian,” lalu berjalan masuk tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

Baca Juga :  Inilah Langkah Kemkomdigi Dalam Membangun Literasi Digital Anak yang Sehat

Ini merupakan kali ketiga Nadiem diperiksa oleh penyidik Kejagung. Sebelumnya ia telah hadir pada 23 Juni dan 15 Juli 2025. Kejagung menegaskan, status Nadiem hingga kini masih sebagai saksi, meskipun penyidik terus mendalami perannya dalam rapat strategis pengadaan perangkat digital pada Mei 2020, di tengah masa pandemi COVID-19.

Kasus yang dikenal dengan sebutan “Skandal Chromebook” ini berawal dari program pengadaan sekitar 1,1 juta unit laptop untuk mendukung digitalisasi pendidikan di sekolah-sekolah, termasuk di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Namun, proyek tersebut diduga bermasalah baik dari sisi perencanaan maupun pelaksanaan, sehingga menimbulkan potensi kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp1,9 hingga Rp9,3 triliun.

Sejauh ini, Kejagung telah menetapkan empat tersangka dari jajaran teknis Kemendikbudristek, yakni Sri Wahyuningsih, Mulyatsyah, Ibrahim Arief, dan Jurist Tan. Penyelidikan juga merembet ke sejumlah pihak swasta, termasuk penggeledahan di kantor Gojek untuk mencari dokumen terkait.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Pilih Berbusana Adat Tanimbar ketika Menyampaikan Pidato Kenegaraan HUT RI ke-78

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut program besar pemerintah di sektor pendidikan. Kehadiran Hotman Paris mendampingi Nadiem menambah perhatian media, mengingat perkara ini berpotensi menyeret sejumlah nama penting lain di lingkaran kebijakan pendidikan nasional.

Penulis : Wail Arrifki

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Istana Gebang Siap Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bagi Gen Z
Politikus PKB Minta BSN Dorong UMKM Naik Kelas
Di Bursa Wirausaha Unggulan, Menko Cak Imin Ingin UMKM Jadi Penikmat Pertumbuhan Ekonomi
Novita Hardini Soroti Dampak Kenaikan BBM dan Pemblokiran Barcode Subsidi
Soroti Tata Kelola MBG, Politikus Madura Minta Kasus di BGN Jadi Pelajaran
Puteri Indonesia 2026 Siap Jadi Garda Depan Sosialisasi PP Tunas
Novita Hardini Desak Evaluasi Total Pariwisata Nasional, Singgung Vietnam hingga Contoh Sukses Dubai
Novita Hardini Ingatkan Kemenpar Soal Kolaborasi Sektor Pariwisata

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 23:26 WIB

Istana Gebang Siap Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bagi Gen Z

Senin, 15 Juni 2026 - 20:40 WIB

Politikus PKB Minta BSN Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:34 WIB

Di Bursa Wirausaha Unggulan, Menko Cak Imin Ingin UMKM Jadi Penikmat Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:07 WIB

Novita Hardini Soroti Dampak Kenaikan BBM dan Pemblokiran Barcode Subsidi

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:27 WIB

Soroti Tata Kelola MBG, Politikus Madura Minta Kasus di BGN Jadi Pelajaran

Berita Terbaru

Istana Gebang Siap Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bagi Gen Z (Foto: Istimewa)

Nasional

Istana Gebang Siap Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bagi Gen Z

Senin, 15 Jun 2026 - 23:26 WIB

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim (Foto: Istimewa)

Nasional

Politikus PKB Minta BSN Dorong UMKM Naik Kelas

Senin, 15 Jun 2026 - 20:40 WIB

(for NOLESA.COM)

Esai

Empat Hari di Mulyodadi

Senin, 15 Jun 2026 - 15:15 WIB