9 Miliar Lebih Bantuan Bupati H. Fauzi untuk Guru Ngaji

Redaksi Nolesa

Selasa, 21 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep H. Achmad Fauzi Wongsojudo secara simbolis menyerahkan bantuan guru ngaji tahun lalu (Foto: dokumen nolesa.com)

Bupati Sumenep H. Achmad Fauzi Wongsojudo secara simbolis menyerahkan bantuan guru ngaji tahun lalu (Foto: dokumen nolesa.com)

Sumenep, NOLESA.com – Guru ngaji memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Keberadaannya menjadi oase di tengah gersangnya ilmu pengetahuan, khususnya pendidikan Al-Qur’an.

Peran guru ngaji begitu besar. Selain mengajari anak-anak baca Al-Qur’an, keberadaan guru ngaji juga sebagai solusi dalam setiap problem keumatan.

Oleh sebab itu, Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur H. Achmad Fauzi Wongsojudo menaruh perhatian khusus kepada guru ngaji. Salah satunya dengan mengalokasikan dana bansos khusus guru ngaji.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak tanggung-tanggung anggaran bansos terhadap guru ngaji ini cukup besar. Selama memimpin kota keris ini, ia telah mengucurkan dana miliran rupiah untuk membalas jasa guru ngaji yang begitu mulia.

Perhatian Bupati Sumenep H. Achmad Fauzi Wongsojudo kepada guru ngaji dituangkan dalam kebijakan berupa bantuan sosial (bansos). Berkat kebijakannya, setiap guru ngaji mendapat bansos dari Pemerintah Kabupaten Sumenep sebesar Rp 1,2 juta.

Baca Juga :  Bangkalan Bidik Bibit Atlet Muda Lewat Olimpiade Pelajar 2026

Ketua DPC PDI Perjuangan itu menyampaikan bansos guru ngaji yang disediakan setiap tahun sebagai wujud pengharagaan atas jasanya yang telah menjaga moralitas anak bangsa secara istiqomah. Terlebih guru ngaji juga berperan sebagai penetralisir perkembangan zaman, mengarahkan anak- anak menjadi manusia yang lebih baik.

“Kontribusi besar guru ngaji adalah memberantas buta aksara dan tempat konsultasinya masyarakat,” kata Bupati Fauzi, Selasa 21 Mei 2024.

Di tengah banyaknya beban yang dipikul guru ngaji itulah, Bupati Fauzi ingin pemerintah hadir memperhatikan kesejahterannya. Sebab jasa mereka tak terhitung nilainya bagi bangsa ini, khususnya di Kabupaten Sumenep.

Berdasarkan data di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Pemkab Sumenep selama empat tahun ini Pemerintah Kabupaten Sumenep di bawah kepemimpinan H. Achmad Fauzi Wongsojudo telah mengucurkan dana sebesar Rp 9,1 miliar untuk guru ngaji.

Baca Juga :  Kabupaten Sumenep Terima Anugerah Pemda dengan Kinerja dan Governasi Sangat Memuaskan dari IIPG

Dengan rincian, tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Sumenep memberikan bansos kepada 1.660 guru ngaji, dengan total anggaran sebesar Rp 1,9 miliar. Tahun 2022, Bupati H. Fauzi memberikan perhatian yang lebih dari sebelumnya. Anggaran bansos ditambah senilai sebesar Rp 2,4 miliar untuk 2.017 guru ngaji.

Dianggap belum menyentuh semua guru ngaji yang ada di Kabupaten Sumenep, tahun anggaran 2023, bansos guru ngaji kembali dianggarkan sebesar Rp 2,4 miliar lebih. Bansos itu diberikan kepada 2.025 guru ngaji.

“Jadi total guru ngaji yang tercover dan menerima bansos selama tiga tahun terakhir sebanyak 5.702 orang dengan total anggaran Rp 6,7 miliar,” jelas Kepala Bagian Kesra Setdakab Sumenep, Kamiluddin.

Khusus tahun anggaran 2024, kata Kabag Kamil masih dalam tahapan pencairan. Tahun ini anggaran bansos guru ngaji senilai Rp 2,4 miliar. Sehingga nilai keseluruhan dengan yang sudah disalurkan, bansos guru ngaji mencapai Rp 9,1 miliar selama empat tahun Bupati H. Fauzi memimpin Sumenep.

Baca Juga :  Wabup Nyai Eva Nahkodai PC Muslimat NU Sumenep Sampai 2027

“Pencairannya dibagi menjadi dua tahap, yakni bulan November dan Desember,” ujarnya.

Untuk proses pencairannya, lanjut Kaba Kamil, mekanismenya tetap melalui rekening pribadi di BPRS Bhakti Sumekar. Sebab, bank ini telah memiliki cabang di tiap kecamatan sehingga proses pencairannya lebih mudah.

“Para guru ngaji tidak perlu repot-repot ke kota, apalagi bagi penerima yang berdomisili di daerah kepulauan,” papar dia.

Kabag Kamil juga menegaskan, bahwa data guru ngaji penerima bansos pasti berubah. Karena guru ngaji yang pernah menerima di tahun sebelumnya tidak boleh menerima bantuan di tahun berikutnya.

“Tidak menerima secara berturut-turut, sebab target Bapak Bupati Fauzi bagaimana seluruh guru ngaji bisa tersentuh program tersebut, karenanya gantian tiap tahun,” pungkasnya.

Penulis : Rusydiyono

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

BLK dan GP Ansor Sumenep Jalin Kerjasama Perkuat Keterampilan Kader Muda NU
Kopi Surga PC ISNU Sumenep, Sajikan Kopi Gratis di Malam Puncak HSN 2026
Bupati Sumenep Terus Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren
Bupati Sumenep Sebut Santri Punya Peran Penting dalam Politik dan Pemerintahan
Bupati Fauzi Pastikan Sembilan Nelayan Sumenep Dipulangkan ke Pulau Ra’as
Panglima Santri Nusantara Pimpin Apel HSN Ponpes Dar el Hikmah Riau
Bupati Bangkalan Ajak Santri Berkontribusi Menuju Indonesia Emas
HSN 2026, Bupati Sumenep Dorong Santri Jadi Wirausaha Muda dan Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:11 WIB

BLK dan GP Ansor Sumenep Jalin Kerjasama Perkuat Keterampilan Kader Muda NU

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Kopi Surga PC ISNU Sumenep, Sajikan Kopi Gratis di Malam Puncak HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Bupati Sumenep Terus Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Bupati Sumenep Sebut Santri Punya Peran Penting dalam Politik dan Pemerintahan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Bupati Fauzi Pastikan Sembilan Nelayan Sumenep Dipulangkan ke Pulau Ra’as

Berita Terbaru

Bupati Fauzi saat diwawancarai usai apel HSN 2026 (Foto: NOLESA.COM)

Daerah

Bupati Sumenep Terus Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:00 WIB