Sikap Forum Ulama Perempuan Madura Jelang Pilkada Serentak 2024

Redaksi Nolesa

Rabu, 20 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sikap Forum Ulama Perempuan Madura Jelang Pilkada Serentak 2024 (foto: ist)

Sikap Forum Ulama Perempuan Madura Jelang Pilkada Serentak 2024 (foto: ist)

Sumenep, NOLESA.com – Menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2024, Forum Ulama Perempuan Madura (FUPM) menggelar doa bersama dan penandatanganan 10 agenda politik perempuan. Acara ini dilaksanakan di Aula PKP RI Daya Karya Sumenep. Rabu 20 November 2024.

Dalam penandatanganan 10 agenda politik perempuan pada Pilkada serentak 2024 tersebut, FUPM melibatkan para calon bupati dan wakil bupati se Madura, tim sukses, dan penyelenggara serta delegasi ormas, organisasi perempuan.

Baca Juga :  UKM PSHT Universitas Trunojoyo Madura Raih Juara Umum II Airlangga Cup VIII

Dengan acara tersebut, FUPM berkeinginan menyerukan pentingnya komitmen terhadap hak-hak perempuan dalam perhelatan Pilkada 2024 kali ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua FUPM Raudlatun mengatakan tujuan acara tersebut guna memperkuat kolaborasi dan silaturahmi antara berbagai pihak untuk mewujudkan Pilkada damai sekaligus memperjuangkan keadilan gender.

Selain dari pada itu, perempuan yang akarab disapa Odak itu menegaskan bahwa agenda politik perempuan harus menjadi prioritas program pemerintahan di Madura.

Baca Juga :  PPPK Paruh Waktu, Harapan Baru di Tengah Jalan Buntu

“Sepuluh agenda politik perempuan ini adalah kunci untuk menjamin hak-hak perempuan Madura terlindungi dan terpenuhi,” ujar Raudlatun.

Agenda tersebut mencakup pemenuhan hak kesehatan reproduksi, pendidikan perempuan, penghentian kekerasan terhadap perempuan, perlindungan sosial bagi kelompok marjinal, dan penghentian korupsi.

Odak juga menyoroti pentingnya perlindungan perempuan dalam situasi konflik, bencana, serta pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam. Ia mengingatkan para calon pemimpin untuk memastikan kebijakan yang ramah perempuan diterapkan, termasuk menghapus produk hukum yang diskriminatif.

Baca Juga :  Memasuki Tahun Ketiga, Kepuasan Masyarakat atas Kinerja Bupati Achmad Fauzi Meningkat

Acara ditutup dengan penandatanganan bersama oleh para peserta sebagai bentuk komitmen terhadap 10 agenda politik perempuan.

“Ini adalah langkah awal. Kita bersama-sama harus mengawal pelaksanaannya untuk menciptakan Madura yang berkeadilan,” pungkas dia.

FUPM berharap melalui kegiatan tersebut, Pilkada di Madura tidak hanya berlangsung damai, tetapi juga menjadi momentum untuk memperjuangkan hak-hak perempuan secara lebih konkret.

Penulis : Rusydiyono

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Bupati Sumenep Wajibkan Tamu Luar Daerah Diberi Hadiah Keris
Bupati Sumenep Tetapkan Harga Impas Tembakau 2026, Lindungi Petani dari Harga Rendah
Pemkot Batam Perluas Akses Beasiswa, Anak Hinterland Kini Tembus Kampus-Kampus Terbaik Indonesia
Jangan Terkecoh Konten Viral! Pakar Siber Beberkan Alasan Konten Bisa Dihapus
SKK V Resmi Dibuka, Kopri PMII Sumenep Siapkan Kader Perempuan Pelopor Perubahan Sosial
IKA UNIJA Madura Kaji Wacana Kabupaten Kepulauan Sumenep Lewat Forum Akademik
Kapolresta Ariek Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Kantor PWRI Sumenep
Pemkab Bangkalan Percepat Sekolah Rakyat, Ditargetkan Siap Tahun Ajaran 2027

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:03 WIB

Bupati Sumenep Wajibkan Tamu Luar Daerah Diberi Hadiah Keris

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Bupati Sumenep Tetapkan Harga Impas Tembakau 2026, Lindungi Petani dari Harga Rendah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Pemkot Batam Perluas Akses Beasiswa, Anak Hinterland Kini Tembus Kampus-Kampus Terbaik Indonesia

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Jangan Terkecoh Konten Viral! Pakar Siber Beberkan Alasan Konten Bisa Dihapus

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:24 WIB

IKA UNIJA Madura Kaji Wacana Kabupaten Kepulauan Sumenep Lewat Forum Akademik

Berita Terbaru