Menumbangkan Kediktatoran dengan Iklan Lima Belas Menit

Suci Ayu Latifah

Jumat, 3 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Judul Buku : Hari-Hari Penuh Warna

Penulis : Antonio Skarmeta

Penerbit : BASABASI

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terbit : Juni, 2021

Tebal : 238 halaman

ISBN : 978-623-305-219-1

Hari-Hari Penuh Warna, tamsilnya suatu kehidupan yang menggembirakan dan menyenangkan. Tidak ada lagi carut marut sistem yang tumpang tindih bahkan saling kirim serangan. Warna, simbol dari kegembiraan—melihat sesuatu yang indah. Metafora warna atas pelangi melukiskan kehidupan sebuah kota atas kekangan dari pemerintah. Sesuatu yang memesona (kebebasan) selepas badai (pemilihan umum) dan seluruh warna (pelangi) mengandung apa yang diinginkan rakyat—sukacita, kegembiraan, dan kebebasan.

Novel karya seorang pengarang Cile keturunan imigran Kroasia, Antonia Skarmeta Vranicic ini  merepresentasikan pertarungan politik di kota Santiago, yang dibubuhi daya mesin dapur—kreativitas pengarang. Buah karya sastra sejarah politik, novel  diterjemahkan dari bahasa Spanyol ke Inggris oleh Mery Botbol pada 2013, The Days of the Rainbow. Pada sampul belakang dituliskan kehidupan tokoh-tokoh dalam stilistika penceritaan, tidak lain kisah nyata pada masanya.

Berlatar di Cile, Santiago pembaca dibuat terhuyung pada diksi-diksi estetis, sekaligus terkadang mencengangkan. Penculikan, perampokan, pemerkosaan, penindasan, adalah rekaman pengalaman batin dan indrawi pengarang. Pesona kegilaan tingkah laku tidak berperikemanusiaan terceritakan secara singkat. Pengarang tidak memperdalam pada deskripsi. Esensinya, hanya ‘menceritakan’ dengan sedikit ‘menunjukkan’. Pengarang memfokuskan pada konflik pertarungan iklan 15 menit.

Baca Juga :  Lembar yang Mengetuk Hati dan Jiwa

Kita bisa bayangkan, sebuah negara yang dipimpin oleh diktator. Suatu kepemimpinan yang disindir Garrick lewat lirik lagunya, /dan jika pun hujan deras, mereka tetap pukuli aku/sekalipun bilang cinta, mereka semua menghabisiku//. Sungguh ironi.

15 Menit—15 Tahun

Pada novel ini, pengarang bermain-main pada lakon tokoh-tokohnya dalam usaha dan upaya menggulingkan kediktatoran Jenderal Pinochet. Usaha ini dipelopori oleh Don Patricio Olwyn, Kampanye Tidak melawan Kampanye Ya, Pinochet. Peramuan perisai diksi bercerita tentang bagaimana suatu usaha Kampanye Tidak membuat iklan 15 menit untuk merebut hati rakyat Santiago. Pembuatan iklan untuk televisi merupakan strategi pemerintah dalam pemilihan suara kala itu.

Mengejutkan, novel dibuka dengan penangkapan seorang guru filsafat bernama Santos. Nico, anak Santos alias Rodrigo Santos diam di tempat duduknya. Dia membiarkan ayahnya dibawa oleh dua  orang tak dikenal. Kejadian itu sudah jauh-jauh hari dipersiapkan. Pasalnya, orang-orang yang menentang pemerintah atau tidak sepaham dengan kebijakan akan diasingkan. Namun aku dan Pak Santos telah meramalkan situasi macam ini (hal.8).

Pengarang menyebutkan situasi semacam ini, tak lain skema Barok. Adalah sebuah penangkapan dengan dihadapkan banyak saksi. Saksi yang dimaksudkan dalam konteks peristiwa penangkapan  Santos. Pada peristiwa itu disaksikan sekitar tiga puluh siswa lebih di ruang kelas filsafat. Sebaliknya, apabila tanpa saksi, pengarang menyebutnya silogisme barbarian.

Baca Juga :  Islam Observed: Religious Development in Morocco and Indonesia

Aroma-aroma politik memang teramat seksi untuk dikemas dalam sebuah novel. Begitu pula, bumbu-bumbu percintaan selalu ditunggu-tunggu oleh pembaca. Di sisi lain, sikap dan tingkah laku kekejian sering sekali mengekor—memadukan antara suka dan duka. Barangkali, kelahiran dan kematian memang dua kehidupan yang berkelindan. Keduanya, sama-sama menegangkan, atau barangkali menggembirakan dari sudut lain.

Hari-Hari Penuh Warna, sejatinya novel pertarungan yang luar biasa. Strategi gila pembuat iklan 15 menit akhirnya menggulingkan kediktatoran seorang pemimpin Pinochet. Bettina, alias Adrian Bettina merupakan tim dari Kampanye Tidak. Bersama Don Patricio ia gigih menghancurkan kediktatoran Pinochet dengan memanfaatkan iklan lima belas menit. Pemungutan suara pada 5 Oktober, Pinochet memberi wewenang ke pihak oposisi untuk melakukan kampanye melawannya  lima belas menit di televisi (hal.36).

Sempat dihubungi dan ditemui oleh Menteri Dalam Negeri, Bettina menolak tawaran bergabung bersama Kampanye Ya. Rasa sakit atas perlakuan di masa lalu membuat Bettina urung. Semenjak kesepakatan bersama partai politik Kampanye Tidak, Bettina bekerja keras mengemas iklan guna menggulingkan Pinochet. Ide dan pengemasan banyak menyita waktunya, alih-alih itu memang pekerjaannya sebagai agen iklan terbaik. Sekaligus, ajang membalas kebiadaban atas nasib yang menimpa dirinya setelah masuk daftar hitam.

Baca Juga :  Jalan Damai Rasulullah Menjadi Rahmat bagi Semua

“Cile itu negeri aneh! Sekalipun aku ini agen iklan terbaiknya, aku sudah diberhentikan bekerja… mereka lantas menyiksaku kemudian melemparku ke jalanan lagi, dicap sebagai agitator…” (hlm.39)

Kemenangan

Pertarungan atas mimpi dan harapan kehidupan damai dirasakan rakyat. Kemenangan Kampanye Tidak mengundang kegembiraan, sebagaimana metafora judul novel. Digambarkan, warna (pelangi) membentang di langit: guru Santos kembali pulang; Bettina mendapat klien baru; Nico lulus sekolah; orang-orang asyik menonton sepak bola. Kegembiraan tiada tara membuat orang-orang Cile dan kelompok orang tergabung pada Kampanye Tidak seperti orang kehilangan ketakberhinggan dan ketakterbatasan.

“Tukang kayu mendapati sebonggol kayu; serut kayu yang melenting di mana-mana adalah kebebasan. Perempuan yang sedang jatuh cinta memetik kembang ester; kebebasan mencintaiku, Tidak mencintaiku. Halaman pertama pada buku ejaan—Ayah sayang Mama; bocah lelaki itu menyayangi kucingnya; gadis itu menyukai kebebasan. Tak ada burung atau malaikat mana pun mampu terbang lebih tinggi tinimbang kebebasan…” (hlm. 215-216).

Hari-Hari Penuh Warna, sungguh menarik dan memantik. Kita menyaksikan bagaimana usaha dan usaha membuahkan hasil yang baik. Mimpi, bukan lagi sekadar harapan.

Berita Terkait

Jalan Damai Rasulullah Menjadi Rahmat bagi Semua
10 Buku Hukum Karya Ahli yang Wajib Dibaca Mahasiswa Hukum
Sejarah Lengkap Islam di Jawa
Kristalisasi Gagasan untuk Indonesia Merdeka
Zakat dalam Dinamika Zaman
Islam Observed: Religious Development in Morocco and Indonesia
Kosmologi dalam Perspektif Islam
Lembar yang Mengetuk Hati dan Jiwa

Berita Terkait

Sabtu, 14 Oktober 2023 - 20:42 WIB

Jalan Damai Rasulullah Menjadi Rahmat bagi Semua

Minggu, 27 Agustus 2023 - 19:30 WIB

10 Buku Hukum Karya Ahli yang Wajib Dibaca Mahasiswa Hukum

Minggu, 21 Agustus 2022 - 07:07 WIB

Sejarah Lengkap Islam di Jawa

Rabu, 17 Agustus 2022 - 05:00 WIB

Kristalisasi Gagasan untuk Indonesia Merdeka

Minggu, 19 Juni 2022 - 10:32 WIB

Zakat dalam Dinamika Zaman

Rabu, 15 Juni 2022 - 10:11 WIB

Islam Observed: Religious Development in Morocco and Indonesia

Minggu, 12 Juni 2022 - 15:45 WIB

Kosmologi dalam Perspektif Islam

Minggu, 20 Maret 2022 - 05:00 WIB

Lembar yang Mengetuk Hati dan Jiwa

Berita Terbaru

Inspirasi

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional dan Relevansinya di Masa Kini

Senin, 20 Mei 2024 - 06:00 WIB

Shinta Faradina Shelmi (Foto: dokumen pribadi)

Opini

Mengutamakan Implementasi

Minggu, 19 Mei 2024 - 12:00 WIB

Khoirus Safi' (Foto: dokumen pribadi)

Opini

Kebodohan dan Ingin Diakui Tanpa Mengetahui

Minggu, 19 Mei 2024 - 09:00 WIB