Presiden Makin Liar, Wapres Bungkam

Redaksi Nolesa

Senin, 5 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh FAIZAL ASSEGAF*


Dua tokoh itu dipilih rakyat. Hanya beda peran, tapi sama-sama punya legitimasi politik. Presiden Jokowi sangat agresif dan mendominasi. Pak Wapres Ma’ruf Amin semakin low batt.

Di era rezim Soekarno yang otoriter, Muhammad Hatta sebagai Wapres memilih berbeda. Sosok yang tenang dan kharismatik. Hatta punya keimanan, martabat dan istiqomah membela kepentingan rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada masa kekuasan diktator Orba, tampil gagah Adam Malik hingga BJ Habibie. Bersikap elegan dan merangkul rakyat. Kedua Wapres tersebut berusaha mencegah kebrutalan kekuasaan Soeharto.

Baca Juga :  Berani Bicara: Tanda Kuat Atau Malah Lemah?

Memasuki era reformasi, Wapres Megawati bernyali untuk menyingkirkan Presiden Gus Dur. Sementara Jusuf Kalla sangat lincah dan banyak akal. Dua kali jadi Wapres, efektif imbangi pengaruh SBY dan Jokowi.


Walhasil, lembaga strategis Wakil Presiden menjadi redup, bisu dan mirip tempat semedi. Di ruang itu, triliun rupiah uang rakyat terkuras. Terkesan hanya menikmati gaji besar, fasilitas dan lezatnya kekuasaan.

Baca Juga :  Kecenderungan Politik Generasi Z

Ihwal peran Ma’ruf Amin, seolah terpasung ketakutan. Nyaris dinilai publik bagai macan ompong di sangkar emas. Hanya sesekali nongol agar terlihat ada di ruang publik. Selanjutnya lebih memilih pasif.

Ma’ruf Amin sangat tua renta dan oleng sejak dipaksakan jadi Wapres. Hampir lima tahun tak punya gebrakan yang signifikan. Cuma setia melempar senyum, gunting pita dan mengeja aneka pidato sekedar bunyi.

Baca Juga :  Ketegangan di Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak Global

Walhasil, lembaga strategis Wakil Presiden menjadi redup, bisu dan mirip tempat semedi. Di ruang itu, triliun rupiah uang rakyat terkuras. Terkesan hanya menikmati gaji besar, fasilitas dan lezatnya kekuasaan.

Andai Ma’ruf Amin punya nurani dan rasa cinta pada rakyat, tentu tidak berdiam. Membisu dan membiarkan kekuasaan Jokowi bertindak semena-mena. Sangat prihatin, negara makin amburadul, sang kiyai bungkam.

Tegas memimpin MUI, loyo di kursi Wapres…!


*) Kritikus politik

Editor : Ahmad Farisi

Sumber Berita: X/Twitter

Berita Terkait

Menanam Air, Memanen Ketahanan: Reorientasi Kesiapsiagaan Menghadapi Krisis Kekeringan
Pernikahan Dini: Tantangan Mewujudkan Keluarga Cemara
Ketika Suara dan Wajah Tak Lagi Bisa Dipercaya
Deep learning: Beban bagi Guru atau Jembatan Berinovasi Guru?
Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI
Guru: Mulia dalam Kata, Menderita dalam Nyata
Kurban: Dari Ketundukan Spiritual Menuju Kesalehan Sosial
Gerak Batin Ekoteologi

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:17 WIB

Menanam Air, Memanen Ketahanan: Reorientasi Kesiapsiagaan Menghadapi Krisis Kekeringan

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:29 WIB

Pernikahan Dini: Tantangan Mewujudkan Keluarga Cemara

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:58 WIB

Ketika Suara dan Wajah Tak Lagi Bisa Dipercaya

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:31 WIB

Deep learning: Beban bagi Guru atau Jembatan Berinovasi Guru?

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:44 WIB

Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI

Berita Terbaru

Wabup Sumenep Hadiri Doa Bersama Tahun Baru Islam (Foto: Istimewa)

Daerah

Wabup Sumenep Hadiri Doa Bersama Tahun Baru Islam

Selasa, 16 Jun 2026 - 15:17 WIB