𝗣𝗿𝗮𝗯𝗼𝘄𝗼 𝗔𝘀𝘂𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗝𝗼𝗸𝗼𝘄𝗶

Redaksi Nolesa

Minggu, 28 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Nazlira Alhabsy*

Bisa jadi Prabowo adalah Premi yang harus dibayar Jokowi untuk jaminan keselamatan diri dan keluarganya pasca lengser dari jabatan Presiden.

Jokowi bukan tidak tau bahwa simpul-simpul kekuatannya akan dipereteli jika Prabowo berhasil jadi Presiden. Bahwa jenderal-jenderalnya akan diganti dan sirkelnya akan diamputasi ia sadari betul itu akan dilakukan Prabowo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tapi bagi Jokowi apa boleh buat, itu satu-satunya jalan yang tersedia untuk bisa melintasi fase suksesi dengan spekulasi paling aman resiko menurut kalkulasi politiknya.

Baca Juga :  Refleksi 756 Tahun Kabupaten Sumenep: Pemuda, Budaya, dan Arah Pembangunan

Jokowi tak bisa bergantung lagi pada PDIP sebagai sekoci suksesinya lantaran merasa dosa-dosanya terhadap PDIP tak termaafkan. Bukan hanya merestui Gibran dan Kaesang menjauh dari PDIP dan berlabuh ke partai politik lain, tapi juga membiarkan anggota keluarga Megawati ikut dijadikan sandera dalam pusaran kasus BTS.

Jokowi juga terlanjur banyak menyandera para elite partai politik lain dan meletakan semua kartu truf dalam satu Kotak Pandora yang kini mungkin saja telah diberikan pada Prabowo dan dijadikan sebagai pusaka untuk menggalang dukungan Pilpres.

Baca Juga :  Fenomena Presidential Threshold di Indonesia

Dengan kondisi demikian, maka lewat cara apapun Kemenangan Prabowo harus ditunaikan. Menempatkan Gibran sebagai pasangan Prabowo semacam “obligasi” komitmen keseriusan Jokowi kepada Prabowo yang laku di jual Prabowo untuk membeli dukungan berbagai pihak, termasuk bandar politik di lingkaran oligarki.

Gunjingan banyak orang bahwa Gibran akan menggantikan Prabowo sengaja dibiarkan menjadi polemik yg berkembang diranah publik, karena bagi Jokowi itu bukan lagi menjadi obsesi politik.

Andaipun kelak tertulis dalam garis tangannya Gibran menggantikan Prabowo sebagai Presiden, maka bagi Jokowi dan keluarganya itu hanya sebatas keberuntungan, nasib dan takdir baik yg tak perlu dipastikan, tapi cukup dicermati dan diambil peluangnya jika terbuka kesempatannya.

Baca Juga :  Antara Mie Instan dan Masa Depan: Seni Mengelola Uang Saku KIP Kuliah di Tanah Rantau

Pada awalnya Jokowi mungkin saja terobsesi untuk membangun Dinasti Kekuasaan, namun timbunan persoalan yang semakin menggunung (termasuk urusan “Ijazah” yang semakin berbuntut panjang), membuat suasana kebatinan politik Jokowi mengubah arah akhir perjalanan politiknya.

Sekarang tujuannya tidak lebih tidak kurang hanya satu, mempersiapkan kondisi pasca lengsernya dengan selamat, agar mimpi buruk yang menghantui setiap tidur malamnya tidak benar-benar terjadi.


*) Pengamat Sosial

Editor : Ahmad Farisi

Sumber Berita: X/Twitter

Berita Terkait

Sumenep Tak Kekurangan Pesantren, Mengapa Pemudanya Mencari Ruang Lain?
Muktamar ke-35 NU: Ujian Dialektis Pendewasaan Organisasi
Kemerdekaan dan Dialektika Pembebasan Batin
Desa Tangguh Bencana
Pentingnya Pengelolaan Kesehatan dan Ketahanan Mental Bagi Gen Z dalam Strategi Membangun Masa Depan Menurut Pandangan Islam
ASN Belajar dan Spirit Bulan Muharram: Hijrah Menuju Keberdampakan
Pendaki FOMO: Saat Foto Lebih Penting daripada Keselamatan
Antara Mie Instan dan Masa Depan: Seni Mengelola Uang Saku KIP Kuliah di Tanah Rantau

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Sumenep Tak Kekurangan Pesantren, Mengapa Pemudanya Mencari Ruang Lain?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Muktamar ke-35 NU: Ujian Dialektis Pendewasaan Organisasi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Kemerdekaan dan Dialektika Pembebasan Batin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:04 WIB

Desa Tangguh Bencana

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:39 WIB

Pentingnya Pengelolaan Kesehatan dan Ketahanan Mental Bagi Gen Z dalam Strategi Membangun Masa Depan Menurut Pandangan Islam

Berita Terbaru

Politik

Daftar Anggota DPRD Partai Hanura di Madura

Senin, 14 Sep 2026 - 20:18 WIB

Nasional

Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Senin, 14 Sep 2026 - 19:52 WIB