SUMEMEP, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus mengoptimalkan pembangunan daerah pada 2026.
Tahun ini, tema pembangunan yang diusung adalah “Memantapkan Stabilisasi Kemandirian dan Daya Saing SDM, Ekonomi Daerah, serta Menguatkan Kesejahteraan Masyarakat yang Adil dan Merata.”
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan prioritas pembangunan 2026 difokuskan pada enam aspek strategis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satunya adalah stabilisasi kemandirian masyarakat melalui penguatan daya beli dan pendapatan berbasis sektor unggulan serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
“Program ini direalisasikan melalui bantuan sarana dan prasarana penunjang di sektor pertanian, ketahanan pangan, perikanan, pariwisata, dan perdagangan,” ujar Arif, Senin, 26 Januari 2026.
Selain itu, Pemkab Sumenep juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pola padat karya sebagai upaya peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja.
Prioritas berikutnya adalah pemantapan kompetensi tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan pasar.
Pemerintah daerah akan menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi serta penguatan kewirausahaan pemuda.
Pemkab Sumenep juga mencanangkan penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul, mandiri, dan sejahtera melalui peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan yang merata, mudah diakses, terjangkau, dan berkualitas.
Program ini diwujudkan melalui peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, serta penguatan budaya literasi.
Di sektor kesehatan, pemerintah menargetkan peningkatan akses dan kualitas layanan melalui pemerataan tenaga kesehatan dan penyediaan dokter spesialis, khususnya di wilayah kepulauan.
“Kami juga memperkuat tata kelola layanan kesehatan, pelayanan promotif dan preventif, serta mengoptimalkan pelaksanaan UHC,” jelas Arif.
Pemkab Sumenep juga menargetkan pemerataan pembangunan infrastruktur daratan dan kepulauan yang berkualitas, tertata, unggul, serta berwawasan lingkungan.
Fokusnya meliputi penguatan infrastruktur pendukung ekonomi dan layanan dasar, peningkatan konektivitas antarwilayah, pengelolaan persampahan dan limbah B3, hingga mitigasi bencana.
Lebih lanjut, Pemkab Sumenep juga akan memperkuat peran forum kerukunan umat beragama serta sinergi Forkopimda dengan OPD dan masyarakat.
Selain itu, revitalisasi layanan darurat Si-Lapor 112 dicanangkan sebagai sistem respons terpadu untuk deteksi dini dan percepatan penanganan gangguan keamanan dan ketertiban.
“Kami berkomitmen meningkatkan kepercayaan publik terhadap kehadiran pemerintah daerah,” tegasnya.
Prioritas terakhir adalah peningkatan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.
“Seluruh program ini merupakan wujud keseriusan Pemkab Sumenep dalam mendorong kemajuan daerah,” pungkas Arif. (*)
Penulis : Rusydiyono










