SUMENEP, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bergerak cepat menangani bencana alam yang melanda Kecamatan Bluto dan Pragaan.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, R. Achmad Syahwan Effendi turun langsung ke lokasi terdampak untuk melakukan peninjauan sekaligus menyerahkan bantuan kepada para korban bencana, Senin, 2 Februari 2026.
Peninjauan pertama dilakukan di Desa Pakandangan, Kecamatan Bluto. Di desa tersebut, bencana terjadi akibat pohon tumbang yang menimpa rumah warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Atas perintah Bapak Bupati Sumenep kita turun langsung memantau lokasi sekaligus menyerahkan bantuan,” ujarnya.
Di lokasi tersebut, Pj Sekda Sumenep menyerahkan santunan kepada enam warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak musibah.
Selanjutnya, Pj Sekda melanjutkan peninjauan ke Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, yang dilanda bencana angin puting beliung. Dalam kunjungan tersebut, Pj Sekda menyerahkan bantuan berupa paket sembako, uang tunai, serta peralatan yang dibutuhkan untuk penanganan pascabencana.
Berdasarkan data sementara, jumlah warga yang terdampak bencana puting beliung di Desa Karduluk mencapai 113 orang.
Pj Sekda Kabupaten Sumenep menyampaikan bahwa Pemkab Sumenep berkomitmen untuk menangani setiap bencana secara cepat dan tepat. Ia menegaskan, pemerintah daerah akan memastikan seluruh korban terdampak mendapatkan bantuan dan santunan secara layak sesuai dengan tingkat kerusakan yang dialami.
Hingga saat ini, Pemkab Sumenep melalui instansi terkait masih terus melakukan pendataan dan asesmen terhadap kerusakan rumah warga akibat bencana tersebut. PJ Sekda juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih ekstrem dan berpotensi menimbulkan bencana susulan.
“Kamis berharap kerja sama semua pihak dapat mempercepat proses penanganan dan pemulihan pascabencana di wilayah terdampak,” pungkasnya.
Untuk diketahui, hujan deras dan disertai angin kencang yang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan sebagian rumah warga rusak itu terjadi pada Minggu kemarin, 1 Februari 2026. (*)
Penulis : Rusydiyono










