JAKARTA, NOLESA.COM – Pemerintah menegaskan komitmennya mempercepat relokasi warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Imin menyampaikan hal itu saat meninjau wilayah terdampak dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat setempat.
Gus Imin mengapresiasi seluruh pihak yang cepat bergerak mendampingi warga, termasuk pemerintah daerah, TNI, lembaga keuangan, serta organisasi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyoroti kontribusi berbagai elemen dalam pembangunan hunian baru bagi 15 keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan membantu masyarakat, mulai dari Bupati dan jajaran, DPRD, tokoh masyarakat, hingga relawan yang menggalang bantuan. Semoga dicatat sebagai amal kebaikan,” ujar Gus Imin di Sukabumi, Kamis, 27 November 2025.
Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan pentingnya penerapan Perlindungan Sosial Adaptif sebagai upaya lebih sistematis menghadapi risiko bencana.
Menurut Ketum PKB ini pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta perlu bekerja serempak di tengah meningkatnya ancaman bencana.
“Perlindungan Sosial Adaptif harus menjadi pijakan bersama. Kita ingin antisipasi dilakukan sejak dini, bukan hanya bergerak setelah bencana terjadi,” tegasnya.
Gus Imin juga menyampaikan rencananya melaporkan kepada Presiden terkait kendala regulasi, terutama penggunaan lahan PTPN yang diperlukan untuk relokasi warga. Ia berharap aturan dapat disederhanakan agar proses pemindahan tidak kembali tertunda.
Di hadapan warga, ia menyoroti persoalan penerima bantuan iuran BPJS yang terhapus akibat penyesuaian Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Ia meminta pemerintah pusat dan daerah memperbaiki data agar warga tidak kehilangan hak layanan kesehatan atau ketenagakerjaan.
“Kita akan sinkronkan data agar warga yang berhak tetap menerima bantuan. Pemerintah daerah dan pusat akan berkolaborasi memperbaikinya,” ujarnya.
Gus Imin kembali mengapresiasi kolaborasi lintas pihak yang membantu masyarakat Sukabumi, mulai dari pemerintah hingga filantropi dan komunitas lokal. Ia menilai sinergi tersebut menjadi contoh baik bagi penanganan serta mitigasi bencana di berbagai daerah.
“Kita ingin solidaritas dan gotong royong ini menjadi model nasional dalam menghadapi kerawanan bencana. Indonesia berada di kawasan rawan, sehingga kesiapan dan perencanaan harus matang sejak awal,” ungkapnya.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah bersama mitra bantuan mulai menyiapkan pembangunan cluster hunian baru untuk warga Cisolok. Gus Imin menegaskan percepatan pembangunan agar masyarakat segera memulai kembali kehidupan secara normal setelah bencana.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kita akan memastikan hunian baru segera berdiri dan dapat ditempati. Semoga gotong royong dan solidaritas yang kita miliki sebagai bangsa terus tumbuh,” tutupnya. (*)
Penulis : Arif









