Menggugah Hati, Perjuangan Ali Ihsan Jemaah Haji Difabel Selama di Mekah

Redaksi Nolesa

Selasa, 28 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mekah, NOLESA.com — Melaksanakan ibadah haji merupakan panggilan Allah Swt, termasuk segala kelancaran selama di tanah suci Mekah.

Dilansir nolesa.com dari laman kemenag.go.id, Selasa, 28 Juni 2022, ada salah satu kisah inspiratif dari jemaah haji Indonesia. Namanya, Ali Ihsan. Tahun ini dia tercatat sebagai salah satu jemaah haji Indonesia 1443 H.

Ali Ihsan berasal dari Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo Jepara Jawa Tengah. Dia bersyukur tahun ini bisa berangkat ibadah haji bersama istri dan anaknya. Meski harus menggunakan kursi roda karena struk yang menimpanya setahun setelah mendaftar haji, hal itu tidak mengurangi semangatnya untuk beribadah.

Selama menunggu jadwal keberangkatan, Ihsan terus berdoa agar bisa berangkat ibadah haji bersama keluarga dan anak semata wayangnya.

“Saya mendaftar haji pada tahun 2011, setengah tahun berikutnya kena serangan struk sampai sekarang,” kata Ali Ihsan, di Makkah, Minggu, 26 Juni 2022.

Menurut Rizka, anak Ihsan, menceritatakan bahwa selama di Madinah, ayahnya bisa malaksanakan ibadah sunnah Arbain. Bahkan Ihsan bisa mengikuti salat sebanyak 40 waktu salat secara berjamaah.

“Alhamdulillah bapak bisa menjalankan ibadah sunnah Arbain,” kata Rizka.

Baca Juga :  Keutamaan Menambah Uang Belanja Istri pada 10 Muharram

Rizka mengaku beruntung karena bapaknya sangat mudah untuk mengikuti panduan, di tengah kondisinya tidak bisa berdiri, sebagaimana jemaah normal. Namun hal ini tidak menyulitkannya dalam membantu ibadah bapaknya.

“Saya sangat beruntung bisa berbakti dan menemani ayahnya beribadah di Makkah,” tutur Rizka.

Ali Musyafak, salah satu jemaah haji yang satu kloter dengan Ali Ihsan merasa heran. Menurutnya, orang yang memiliki penyakit struk emosinya biasanaya tidak stabil, mudah tersinggung.

“Tetapi tidak demikian untuk Ali Iksan, ia selalu tersenyum dalam menghadapi setiap situasi, bahkan ia bisa memberi inspirasi pada jamaah lainnya,” kata Musyafak

Baca Juga :  Berjuang Tanpa Sosok Ayah Sedari Sekolah, Aliya Pun Wisuda

Untuk itu, lanjutnya, kesabaran Ali Ihsan layak untuk diteladani oleh semua jemaah, khususnya kloter 3 Embarkasi Solo (SOC 3). Sebab, sifat sabarnya dalam menghadapi proses ibadah haji yang butuh tenaga ekstra ini.

“Setahu kami, pak Ihsan sudah mengikuti beberapa rangkaian ibadah haji, termasuk umrah wajib dan umrah sunnah,” tukasnya

“Semoga Pak Ihsan dapat mengikuti rangkaian ibadah berikutnya, terutama wukuf di Arafah, bermalam di Musdalifah, dan melontar jumrah. Semoga semangat ibadahnya yang tinggi bisa menjadi inspirasi kita semua,” pungkas Musyafak.(*)


Penulis : Rusydiyono

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Udik DRT Raih Santri Award 2026 Kategori Penggerak Ekonomi Warga NU
Dr. Arif Firmanto Terima Anugerah Tokoh Perencanaan Pembangunan Daerah Inovatif dan Strategis
Desa Maju vs. Desa Tertinggal, Apa Bedanya?
Pramoedya Ananta Toer dan Tanah yang Tak Mengenalinya
Nyaman dalam Ketakutan
Sepiring Kenangan dari Kota Madiun
Dari Panimbang ke Houston: Jalan Panjang Sang Guru Besar
Pernah Jabat Ketua Cabang PMII dan GP Ansor, Kini Muhri Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Udik DRT Raih Santri Award 2026 Kategori Penggerak Ekonomi Warga NU

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Dr. Arif Firmanto Terima Anugerah Tokoh Perencanaan Pembangunan Daerah Inovatif dan Strategis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Desa Maju vs. Desa Tertinggal, Apa Bedanya?

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:03 WIB

Pramoedya Ananta Toer dan Tanah yang Tak Mengenalinya

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:17 WIB

Nyaman dalam Ketakutan

Berita Terbaru

Bupati Fauzi mengenakan baju adat keraton dalam sebuah acara (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Kamis, 29 Okt 2026 - 07:07 WIB