SUMENEP, NOLESA.COM – Ribuan tenaga honorer atau pegawai non ASN memuji keputusan Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo yang telah mengusulkan tenaga honorer sebagai PPPK paruh waktu.
Pasalnya, keputusan Bupati Fauzi mengusulkan ribuan tenaga guru, tenaga kesehatan dan teknis tidak hanya mengubah status honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN) tetapi menjadi pintu masuk untuk menjadi PPPK penuh waktu.
Salah satu tenaga honorer yang mengaku bersyukur atas kebijakan Bupati Fauzi itu adalah Miki Dwi Zulkarnaen. Dia tenaga honorer yang sudah mengabdi di SMPN 1 Sumenep selama 16 tahun lamanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Miki sapaan akrabnya, bersama teman-temannya mengaku bahagia dan haru atas keputusan Bupati Fauzi yang sudah mengusulkan ribuan tenaga honorer menjadi PPPK paruh waktu.
“Di tengah penantian yang begitu lama, 16 tahun menjadi tenaga honorer, saya awalnya ragu semua tenaga honorer diusulkan menjadi PPPK paruh waktu, karena jumlahnya sangat banyak, tapi Bupati Sumenep luar biasa mengambil keputusan ini,” papar Miki kepada media.
Menurut Miki, banyak tenaga honorer yang sudah berada pada titik pasrah, bahkan mengubur impian untuk menjadi ASN. Terutama honorer yang yang sudah mengabdi 20 tahun.
“Namun harapan yang pernah terkubur itu, kini menjelma menjadi kenyataan. Bupati Sumenep ternyata sangat peduli terhadap nasib kami,” ujarnya penuh haru.
“Saya sampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Sumenep, Kepala BKPSD, Dinas Pendidikan yang selama ini selalu memberikan arahan kepada tenaga honorer selama ini,” imbuhnya.
Miki mengaku siap dengan segala konsekuensinya ketika dirinya sudah ditetapkan menjadi PPPK paruh waktu. Sebab, PPPK paruh waktu merupakan pintu awal menjadi PPPK penuh waktu.
“Berapapun honor yang diterima, kami siap. Kami dan honorer lainnya sadar bahwa pengangkatan PPPK paruh waktu yang mencapai ribuan ini akan berdampak pada fiskal APBD. Kami juga siap dengan konsekuensi lainnya,” jawabnya saat ditanya konsekuensi menjadi PPPK paruh waktu.
Dia bersama honrer lainnya berharap, perhatian Bupati Fauzi terus mengawal aspirasi tenaga honorer yang telah diusulkan PPPK paruh waktu.
“Harapan kami kepada pemkab, Bapak Bupati, perhatian terhadap guru tidak berhenti sampai di sini saja. teman teman yang tercover di PPPK paruh waktu terus diperhatikan sampai menjadi PPPK penuh waktu,” tandasnya. (*)
Penulis : Rusydiyono









