SUMENEP, NOLESA.COM – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep terus memperkuat upaya deteksi dini gangguan kesehatan mental pada anak usia sekolah. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan skrining kesehatan jiwa yang digelar di MI Miftahul Ulum, pada Juni lalu.
Kegiatan tersebut diikuti 18 siswa kelas V dan VI yang berusia 10 hingga 12 tahun. Selain memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, para peserta juga menjalani skrining untuk mengetahui kondisi psikologis mereka sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Elliya Fardasah, mengatakan kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Karena itu, deteksi dini perlu dilakukan sejak usia sekolah agar potensi gangguan mental dapat dikenali dan ditangani lebih cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kesehatan jiwa anak perlu mendapat perhatian yang sama dengan kesehatan fisik. Melalui sosialisasi dan skrining ini, kami ingin meningkatkan kesadaran sekaligus melakukan deteksi dini sehingga apabila ditemukan indikasi gangguan dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya, Kamis, 17 Juli 2026.
Menurut Elliya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM), khususnya yang berkaitan dengan kesehatan jiwa. Lingkungan sekolah dinilai menjadi tempat yang tepat untuk menanamkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini.
Selama kegiatan berlangsung, siswa mendapatkan materi tentang kesehatan jiwa yang disampaikan secara sederhana dan interaktif agar mudah dipahami sesuai usia mereka. Setelah itu, petugas kesehatan melakukan skrining sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi kondisi psikologis peserta.
Elliya berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sumenep. Dengan deteksi dini dan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan anak-anak memiliki kesehatan mental yang baik sehingga mampu tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal. (*)
Penulis : Rusydiyono









