Dinkes P2KB Sumenep Gelar Skrining Kesehatan Jiwa bagi Siswa MI

Redaksi Nolesa

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinkes P2KB Sumenep Gelar Skrining Kesehatan Jiwa bagi Siswa MI (Foto: Istimewa)

Dinkes P2KB Sumenep Gelar Skrining Kesehatan Jiwa bagi Siswa MI (Foto: Istimewa)

SUMENEP, NOLESA.COM – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep terus memperkuat upaya deteksi dini gangguan kesehatan mental pada anak usia sekolah. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan skrining kesehatan jiwa yang digelar di MI Miftahul Ulum, pada Juni lalu.

Kegiatan tersebut diikuti 18 siswa kelas V dan VI yang berusia 10 hingga 12 tahun. Selain memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, para peserta juga menjalani skrining untuk mengetahui kondisi psikologis mereka sejak dini.

Baca Juga :  Berkah Ikut JJS PCNU Sumenep, 3 Nama ini Bisa Umroh Gratis

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Elliya Fardasah, mengatakan kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Karena itu, deteksi dini perlu dilakukan sejak usia sekolah agar potensi gangguan mental dapat dikenali dan ditangani lebih cepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kesehatan jiwa anak perlu mendapat perhatian yang sama dengan kesehatan fisik. Melalui sosialisasi dan skrining ini, kami ingin meningkatkan kesadaran sekaligus melakukan deteksi dini sehingga apabila ditemukan indikasi gangguan dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya, Kamis, 17 Juli 2026.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Temui Massa Aksi, Komitmen Perjuangkan Petani Tembakau

Menurut Elliya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM), khususnya yang berkaitan dengan kesehatan jiwa. Lingkungan sekolah dinilai menjadi tempat yang tepat untuk menanamkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mendapatkan materi tentang kesehatan jiwa yang disampaikan secara sederhana dan interaktif agar mudah dipahami sesuai usia mereka. Setelah itu, petugas kesehatan melakukan skrining sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi kondisi psikologis peserta.

Baca Juga :  Dorong OPD Lahirkan Inovasi Pelayanan, Bappeda Gelar Bimtek

Elliya berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sumenep. Dengan deteksi dini dan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan anak-anak memiliki kesehatan mental yang baik sehingga mampu tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal. (*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

SSIC Resmi Berdiri di Kota Yogya, Disiapkan Jadi Pusat Dakwah dan Kegiatan Islam
Daftar Anggota DPRD Partai Hanura di Madura
Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom
Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata
Bupati Ipuk Perkuat Pendidikan Spiritual Lewat Insentif Guru Rohani
Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara
Dandim Sumenep Pastikan Pembangunan Jembatan Belimbing Lanjuk Berjalan Sesuai Tahapan
Kemenag Sumenep Perkuat Peran Pengawas PAI untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran dan Karakter Siswa

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:34 WIB

SSIC Resmi Berdiri di Kota Yogya, Disiapkan Jadi Pusat Dakwah dan Kegiatan Islam

Senin, 14 September 2026 - 20:18 WIB

Daftar Anggota DPRD Partai Hanura di Madura

Senin, 14 September 2026 - 19:52 WIB

Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Senin, 14 September 2026 - 14:59 WIB

Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata

Rabu, 9 September 2026 - 00:22 WIB

Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara

Berita Terbaru

Politik

Daftar Anggota DPRD Partai Hanura di Madura

Senin, 14 Sep 2026 - 20:18 WIB

Nasional

Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Senin, 14 Sep 2026 - 19:52 WIB