Bersama PM Australia Presiden Jokowi Ingin Perkuat Sektor ini

Redaksi Nolesa

Sabtu, 30 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Scott Morrison (istimewavia infopublik.id)

Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Scott Morrison (istimewavia infopublik.id)

Jakarta, nolesa.com – Agenda kerja pertama setibanya di Roma, Italia, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison.

Dua negarawan itu di Hotel Splendide Royal. Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Scott Morrison membahas banyak hal, mulai dari vaksinasi hingga isu perubahan iklim.

“Untuk hubungan bilateral saya senang melihat kemajuan yang terus terjadi. Pertama, saya sampaikan apresiasi atas dukungan vaksin Australia untuk Indonesia, 1,2 juta dosis vaksin telah tiba minggu lalu dan kami sambut baik rencana kedatangan 10,5 juta dosis vaksin,” kata Presiden Jokowi, dikutip dari infopublik.id, Sabtu (30/10/2021).

Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa saat ini penanganan dan penyebaran virus COVID-19 telah terkendali dan kondisinya sudah membaik. Positivity rate di Indonesia sudah di bawah satu persen dan lebih 185 juta vaksin telah disuntikkan.

“Tidak kalah pentingnya protokol kesehatan masih terus kita jaga,” ujarnya.

Menurutnya, tren penanganan COVID-19 yang telah membaik tersebut membuka ruang bagi kedua negara untuk mulai memikirkan pemulihan ekonomi, termasuk di sektor pariwisata.

Atas dasar itulah kemudian, Presiden Jokowi mengusulkan pembentukan vaccinated travel lane (VTL) Indonesia dan Australia dan kerja sama saling pengakuan sertifikat vaksin.

“Saya paham dua Menteri Luar Negeri sudah mulai mengomunikasikan kemungkinan kerja sama itu. Mudah-mudahan VTL dan pengakuan sertifikat vaksin dapat segera diselesaikan. Saya yakin ini akan mendorong percepatan pemulihan ekonomi, tentu dengan aman,” aku Presiden Jokowi.

Baca Juga :  Hasto Ungkap Alasan Senapati Nusantara Perjuangkan 25 November sebagai Hari Keris Nasional

Selanjutnya Presiden Jokowi ingin agar Indonesia-Australia dapat meningkatkan kerja sama pembangunan ekonomi hijau dan transisi energi. Menurut Presiden, isu teknologi dengan harga terjangkau dan investasi memegang peran penting bagi keberhasilan transformasi ekonomi.

“Oleh karena itu, saya sambut baik Joint Statement on Cooperation on the Green Economy and Energy Transition. Kerja sama yang termuat dalam joint statement ini sejalan dengan semangat Presidensi G20 Indonesia di tahun 2022,” ungkap Kepala Negara.

Di masa Presidensi Indonesia, Presiden Jokowi ingin mendorong sejumlah kerja sama konkret di beberapa sektor utama yakni digital, transisi energi, dan inklusi keuangan.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Ingatkan Jajaran Waspadai Inflasi dan Kenaikan Harga

Di sektor digital, Presiden Jokowi ingin memastikan transisi digital yang inklusif bagi pertumbuhan dan pembangunan. Di sektor transisi energi, G20 harus dapat memastikan ketersediaan teknologi rendah karbon dengan harga terjangkau sehingga transisi energi dapat dilakukan oleh semua negara.

Sementara di sektor inklusi keuangan, secara khusus Presiden menekankan soal UMKM dan perempuan.

“Saya harap dukungan kuat Australia bagi ketiga usulan Indonesia tersebut. Saya juga berharap untuk dapat menyambut Yang Mulia secara pribadi tahun depan saat KTT kami di Bali, tanggal 30-31 Oktober 2022,” Presiden Jokowi memungkasi.

Penulis : Aris
Editor : Dimas

Berita Terkait

Jadi Gubernur Terakhir DKI, Anies Siap Maju sebagai Gubernur Pertama DKJ
Tanggapi Amien Rais, Mahfud MD: Amandemen Bisa Setiap Tahun, tapi Kalo Tak Bermoral Percuma Saja
Gus Halim Singgung Peran Sarjana Membangun Desa di Acara Wisuda Universitas Brawijaya
Tambahan Belasan Juta Penyaluran LPG 3 Kg Jelang Idul Adha 2024
All Eyes on Rafah: Israel Harus Hentikan Serangan terhadap Palestina!
26 Tahun Reformasi: Mengenang Kebangkitan Civil Society, Mengingat Kejatuhan Soeharto
Global Santri Fest 2024 Sukses Digelar, Peluang Pendidikan ke Amerika untuk Santri Indonesia Kian Terbuka
Beri Kesempatan bagi Mahasiswa dan Santri Belajar di Amerika, Santri Mengglobal dan USAID Teman LPDP Adakan Global Santri Fest 2024

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 09:32 WIB

Jadi Gubernur Terakhir DKI, Anies Siap Maju sebagai Gubernur Pertama DKJ

Sabtu, 15 Juni 2024 - 07:32 WIB

Tanggapi Amien Rais, Mahfud MD: Amandemen Bisa Setiap Tahun, tapi Kalo Tak Bermoral Percuma Saja

Selasa, 11 Juni 2024 - 08:17 WIB

Gus Halim Singgung Peran Sarjana Membangun Desa di Acara Wisuda Universitas Brawijaya

Minggu, 9 Juni 2024 - 08:32 WIB

Tambahan Belasan Juta Penyaluran LPG 3 Kg Jelang Idul Adha 2024

Rabu, 29 Mei 2024 - 08:27 WIB

All Eyes on Rafah: Israel Harus Hentikan Serangan terhadap Palestina!

Selasa, 21 Mei 2024 - 06:32 WIB

26 Tahun Reformasi: Mengenang Kebangkitan Civil Society, Mengingat Kejatuhan Soeharto

Rabu, 15 Mei 2024 - 14:53 WIB

Global Santri Fest 2024 Sukses Digelar, Peluang Pendidikan ke Amerika untuk Santri Indonesia Kian Terbuka

Rabu, 1 Mei 2024 - 13:25 WIB

Beri Kesempatan bagi Mahasiswa dan Santri Belajar di Amerika, Santri Mengglobal dan USAID Teman LPDP Adakan Global Santri Fest 2024

Berita Terbaru

Anggun Cahyaningrum (Foto: dokumen pribadi)

Budaya

Rokat Pandhaba: Identitas Budaya yang Masih Terjaga

Jumat, 14 Jun 2024 - 13:11 WIB