Berawal dari Kejenuhan, Makeupwidd Dirintis

Redaksi Nolesa

Minggu, 31 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, NOLESA.com — Setiap masalah dalam hidup selalu mengandung energi positif walaupun tidak semua orang menyadari. Karenanya cara tepat mengatasi masalah tidak dengan cara diratapi melainkan dicarikan solusi.

Amr Khaled dalam bukunya ‘Menciptakan Takdir Bagus’ : Kita tidak boleh berputus asa karena mengalami kegagalan. Sebab, harapan selalu ada bagi orang yang tak kenal menyerah.

Mungkin pesan kata dari Amr Khalid itulah yang telah menjadi pegangan Widayatullaily seorang ibu rumah tangga yang tengah berjuang keluar dari seabreg persoalan yang dirasakannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Walaupun (mungkin) ia belum pernah ketemu atau sekedar membaca bukunya, tetapi pesan mutiara yang terkandung telah diamalkan dengan sendirinya.

Saat ini, Widayatullaily tengah menjalani ‘takdir bagus’ yang ia cipta sebagaimana judul buku Amr Khaled itu. Makeupwidd, usaha tata rias yang dirintis terus berkembang dan memikat hati banyak pelanggan.

Baca Juga :  Meski Belum Bisa Membaca, Dekatkanlah Anak-Anak dengan Buku, Ini Manfaatnya

Widayatullaily menuturkan, sebelum merintis usahanya itu ia hanyalah ibu rumah tangga biasa. Kesehariannya nyaris tanpa aktivitas yang berarti selain menjadi ibu rumah tangga. Sampai akhirnya ia merasa jenuh dengan suasana yang seperti itu.

Rupanya Widayatullaily tergolong wanita tangguh yang tak mudah rapuh dalam menyikapi berbagai persoalan hidup yang melilitnya. Akhirnya ia memilih satu keputusan yang kelak membuahkan hasil yang cukup memuaskan seperti sekarang.

“Awalnya hanya berangkat dari rasa jenuh, karena seharian dirumah saja, dan akhirnya saya diikutkan pelatihan wirausaha muda yaitu tata rias salah satu program Pemkab Sumenep,” tuturnya, Ahad 31 Juli 2022.

Selain tidak mudah rapuh, rupanya ia tergolong wanita yang tidak mau berpuas diri dengan hanya berbekal satu pengalaman yang diperoleh dari satu pelatihan.

Atas saran dan dorongan sang suami Fery Hartanto Setiawan, akhirnya Widayatullaily terus mengembangkan pengetahuan tata riasnya itu dengan mengikuti berbagai pelatihan secara mandiri.

Baca Juga :  Cerita Pengrajin Blangkon, Yang Sempat Vakum dan Kini Bangkit Kembali

Akhirnya, Widayatullaily memilih mengikuti pelatihan di Nanath Nadia Makeup Artist di Bandung. Setelah itu mengikuti satu pelatihan lagi yakni di Yolanda Makeup Artist di Surabaya.

Selama mengikuti workshop di Yolanda Makeup Surabaya, makeupwidd dinobatkan sebagai best makeup dari sekian peserta.

“Alhamdulillah sejak tahun 2019 @makeupwidd baru nerima klien, dan sejak saat itu pula saya terus meningkatkan kemampuan dengan mengikuti pelatihan,” katanya.

Setiap usaha yang dibarengi kesabaran dan ketelatenan akan memberikan hasil yang memuaskan. Seperti halnya makeupwidd ini.

Dari Rp30 juta modal awal yang dikeluarkan merinstis usahanya itu, saat ini Widayatullaily mengaku susah mendapatkan penghasilan sedikitnya Rp5 juta sampai Rp13 juta perbulan.

“Semua itu tergantung banyaknya job yang saya kerjakan, tetapi berapapun pendapatan yang saya dapatkan tetap disyukuri. Karena diawal saya memulai makeupwidd ini omset hanya Rp1 juta maksimal Rp3 juta tiap bulan,” ungkapnya dengan nada penuh syukur.

Baca Juga :  Didukung Sahabat Abe Jatim, Graha Perjuangan Sumenep Berbagi Berkah di Bulan Ramadan

Seiring dengan berjalannya waktu, karya makeupwidd terus mendapatkan ruang di hati masyarakat. Jumlah kliennya terus bertambah, bahkan ada yang dari luar Madura.

“Klien saya selama ini selain dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep juga ada dari Pamekasan, Sampang dan juga Surabaya,” sebutnya.

Sejak itulah, Widayatullaily selaku owner sekaligus perintis makeupwidd memutuskan mencari orang yang belum punya pekerjaan untuk diperbantukan sebagai asisten.

Saat ini sudah ada orang yang direkrut sebagai asisten di makeupwidd.

Selain itu, saat ini makeupwidd telah membuka dua cabang yakni di Gunggung Batuan dan di Batang-Batang.

“Semangat dan telaten adalah awal dari kesuksesan,” pesan Widayatullaily memberi semangat.(*)


Penulis : Rusydiyono

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Udik DRT Raih Santri Award 2026 Kategori Penggerak Ekonomi Warga NU
Dr. Arif Firmanto Terima Anugerah Tokoh Perencanaan Pembangunan Daerah Inovatif dan Strategis
Desa Maju vs. Desa Tertinggal, Apa Bedanya?
Pramoedya Ananta Toer dan Tanah yang Tak Mengenalinya
Nyaman dalam Ketakutan
Sepiring Kenangan dari Kota Madiun
Dari Panimbang ke Houston: Jalan Panjang Sang Guru Besar
Pernah Jabat Ketua Cabang PMII dan GP Ansor, Kini Muhri Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Udik DRT Raih Santri Award 2026 Kategori Penggerak Ekonomi Warga NU

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Dr. Arif Firmanto Terima Anugerah Tokoh Perencanaan Pembangunan Daerah Inovatif dan Strategis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Desa Maju vs. Desa Tertinggal, Apa Bedanya?

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:03 WIB

Pramoedya Ananta Toer dan Tanah yang Tak Mengenalinya

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:17 WIB

Nyaman dalam Ketakutan

Berita Terbaru

Bupati Fauzi mengenakan baju adat keraton dalam sebuah acara (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Kamis, 29 Okt 2026 - 07:07 WIB