Bareskrim Polri Seriusi Kasus Dugaan Pemerkosaan di Luwu Timur

Redaksi Nolesa

Sabtu, 9 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono

Jakarta, nolesa.com – Akhirnya Bareskrim Polri mengerahkan tim asistensi terkait dengan kasus dugaan pemerkosaan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Disapampaikan Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono, bahwa kehadiran tim asistensi itu untuk melakukan pendampingan terhadap Polres Luwu Timur dan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), terkait dengan proses hukum kasus dugaan pemerkosaan.

“Hari ini tim asistensi Wasidik Bareskrim yang dipimpin seorang Kombes dan tim berangkat ke Polda Sulsel,” kata Argo dalam rilis resmi yang diterima nolesa.com, Jakarta, Sabtu (9/10/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, tim asistensi Bareskrim Polri tersebut akan bekerja secara profesional. Bahkan, Argo menegaskan, apabila nanti ditemukan bukti baru maka, Polisi bakal kembali membuka perkara tersebut.

Baca Juga :  Miris, Polisi Sampai Kantongi 7 Barang Bukti dari Ungkap Kasus Narkoba di Giligenting 

Sebagaimana diketahui, Polres Luwu Timur dan Polda Sulsel menghentikan proses penyelidikan kasus itu. Alasannya, karena aparat tidak menemukan barang bukti yang kuat terkait dengan perkara tersebut.

“Kalau ada bukti baru bisa dibuka kembali,” ujar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut.

Argo sebelumnya memastikan bahwa penanganan proses hukum mulai dari penerimaan laporan, penyelidikan, hingga penghentian kasus dugaan pemerkosaan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sudah berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam hal ini pihak kepolisian sudah melakukan tindaklanjut dari adanya laporan terkait hal itu ke Polres Luwu Timur pada tanggal 9 Oktober 2019.

Setelah menerima laporan itu, Polisi mengantas ketiga anak untuk dilakukan pemeriksaan atau Visum Et Repertum bersama dengan ibunya serta petugas P2TP2A Kabupaten Luwu Timur.

Baca Juga :  Gara-gara Main Domino 5 Pria ini Harus Malmingan di Ruang Tahanan

“Hasil pemeriksaan atau visum dengan hasil ketiga anak tersebut tidak ada kelainan dan tidak tampak adanya tanda-tanda kekerasan,” ucap Argo.

Sementara itu, dari laporan hasil asesamen P2TP2A Kabupaten Luwu Timur bahwa tidak ada tanda-tanda trauma pada ketiga anak tersebut kepada ayahnya.

“Karena setelah sang ayah datang di kantor P2TP2A ketiga anak tersebut menghampiri dan duduk dipangkuan ayahnya,” ujar Argo.

Selain itu, dalam hasil pemeriksaan Psikologi Puspaga P2TP2A Luwu Timur, ketiga anak tersebut dalam melakukan interaksi dengan lingkungan luar cukup baik dan normal. Serta hubungan dengan orang tua cukup perhatian dan harmonis, dalam pemahaman keagamaan sangat baik termasuk untuk fisik dan mental dalam keadaan sehat.

Baca Juga :  Kejagung Nyatakan Berkas Pembunuhan Brigadir J. Telah Lengkap, Ini Kata Koordinator BEM Nusantara

Argo mengungkapkan, hasil visum di RS Bhayangkara Polda Sulsel tidak ditemukan kelainan terhadap anak perempuan tersebut. Sementara, anak laki-lakinya tidak ada temuan atau kelainan juga.

Setelah melakukan rangkaian prosedur hukum, Polres Luwu Timur pun pada 5 Desember 2019 melakukan gelar perkara. Adapun kesimpulannya adalah menghentikan penyelidikan perkara tersebut.

“Tidak ditemukan bukti yang cukup adanya tindak pidana sebagaimana yang dilaporkan,” ucap Argo.

Sementara, Polda Sulsel pada tanggal 6 Oktober 2020 juga telah melakukan gelar perkara khusus dengan kesimpulan menghentikan proses penyelidikannya.

Penulis : Arif

Berita Terkait

Bawa Kabur Motor, Pria Asal Lubuklinggau Dilaporkan ke Polres Metro Bekasi
Polsek Masalembu Tangkap Warga Sukajeruk Bawa Sabu-Sabu
Mahfud MD: Di Atas Hukum Ada Etika dan Moral
LBH Arya Wiraraja Jogja Desak KPK, TNI, Polri Usut Tuntas Transaksi Janggal Dana Kampanye Pemilu
Demo PN Jaksel: Koalisi Mahasiswa Peduli Hukum Minta Hakim Tolak Pra-peradilan Minanto
Oknum Ketua PPK Diduga Terlibat Penganiyaan, Ini Kata Ketua KPU Sampang
Konflik Gersik Putih Semakin Meruncing, Kedua Belah Pihak Saling Lapor Polisi
Gara-gara Main Domino 5 Pria ini Harus Malmingan di Ruang Tahanan

Berita Terkait

Minggu, 10 Maret 2024 - 16:13 WIB

Bawa Kabur Motor, Pria Asal Lubuklinggau Dilaporkan ke Polres Metro Bekasi

Selasa, 20 Februari 2024 - 07:00 WIB

Polsek Masalembu Tangkap Warga Sukajeruk Bawa Sabu-Sabu

Kamis, 8 Februari 2024 - 14:15 WIB

Mahfud MD: Di Atas Hukum Ada Etika dan Moral

Selasa, 19 Desember 2023 - 16:16 WIB

LBH Arya Wiraraja Jogja Desak KPK, TNI, Polri Usut Tuntas Transaksi Janggal Dana Kampanye Pemilu

Jumat, 25 Agustus 2023 - 20:59 WIB

Demo PN Jaksel: Koalisi Mahasiswa Peduli Hukum Minta Hakim Tolak Pra-peradilan Minanto

Kamis, 13 Juli 2023 - 19:25 WIB

Oknum Ketua PPK Diduga Terlibat Penganiyaan, Ini Kata Ketua KPU Sampang

Kamis, 1 Juni 2023 - 13:30 WIB

Konflik Gersik Putih Semakin Meruncing, Kedua Belah Pihak Saling Lapor Polisi

Sabtu, 25 Februari 2023 - 09:00 WIB

Gara-gara Main Domino 5 Pria ini Harus Malmingan di Ruang Tahanan

Berita Terbaru

Suara Perempuan

Menjadi Mahasiswa Cerdas dan Tangguh

Sabtu, 20 Apr 2024 - 15:09 WIB