Anugerah “Bunda Guru” Bagi Novita Hardini DPR RI Fraksi PDI Perjuangan

Redaksi Nolesa

Jumat, 31 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini saat dikukuhkan sebagai Bunda Guru PGRI Kabupaten Trenggalek di Pendopo Manggala Praja Nugraha setempat, Rabu 29/10/2025 (foto: istimewa)

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini saat dikukuhkan sebagai Bunda Guru PGRI Kabupaten Trenggalek di Pendopo Manggala Praja Nugraha setempat, Rabu 29/10/2025 (foto: istimewa)

TRENGGALEK, NOLESA.COM – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Novita Hardini, resmi dikukuhkan sebagai Bunda Guru Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Trenggalek masa bakti 2025–2030.

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu kemarin, 29 Oktober 2025.

Pengukuhan ini bersamaan dengan pelantikan pengurus PGRI Kabupaten Trenggalek, dan dipimpin langsung oleh Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur, Dr. Djoko Waluyo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Predikat Bunda Guru diberikan bukan sebagai jabatan struktural, melainkan sebagai bentuk kehormatan bagi sosok perempuan yang dinilai memiliki dedikasi, kepedulian, dan komitmen tinggi terhadap dunia pendidikan.

Novita, sapaan akrab legislator cantik itu, yang juga merupakan satu-satunya legislator perempuan dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur, dinilai layak menerima gelar tersebut berkat kiprahnya dalam memperjuangkan kemajuan pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia, terutama di daerah.

Baca Juga :  Owner PT Arinna Makmur Sentosa Ajak Teladani Akhlak Rasullullah SAW

Dalam sambutannya, Novita menyampaikan rasa haru dan bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Ini sebuah kehormatan. Guru adalah orang tua kedua saya. Tidak ada saya hari ini tanpa peran guru. Maka amanah ini terasa seperti penghormatan dari rumah sendiri,” ucapnya penuh rasa syukur.

Sebagai Bunda Guru, Novita diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara PGRI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia juga diamanahkan untuk memberikan masukan dan rekomendasi program yang mendukung visi pembangunan pendidikan di Kabupaten Trenggalek serta memperkuat peran guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa.

Novita menegaskan bahwa amanah tersebut sejalan dengan perjuangannya selama ini di bidang sosial dan pendidikan.

Baca Juga :  BDK Surabaya dan Kemenag Sumenep Gelar Pelatihan Keluarga Sakinah Bagi Penyuluh Agama Islam

“Ini bukan tugas baru, masih inline dengan isu yang selama ini saya perjuangkan. Ekosistem ekonomi kreatif, UMKM, industri, dan pariwisata tidak akan tercapai tanpa pendidikan yang baik. Pendidikan adalah hulu dari semua ekosistem pembangunan,” lanjut lulusan Master of Economic UINSATU tersebut.

Ia juga berkomitmen membawa aspirasi para guru hingga tingkat kebijakan nasional agar suara dan kebutuhan mereka benar-benar diperhatikan pemerintah pusat.

“Ada banyak aspirasi penting yang dititipkan. Saya pastikan mereka tidak jalan sendirian,” tambahnya menegaskan komitmen mendukung para pendidik.

Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Timur, Dr. Djoko Waluyo, menyatakan bahwa keputusan menetapkan Novita Hardini sebagai Bunda Guru PGRI Kabupaten Trenggalek merupakan langkah yang tepat.

Baca Juga :  Jalan-Jalan Sehat Kemerdekaan Pemdes Totosan Disambut Antusiasme Warga

Ia menilai Novita adalah sosok inspiratif dengan kepedulian yang tinggi terhadap dunia pendidikan, meski memiliki aktivitas padat sebagai Ketua TP PKK Trenggalek dan anggota Komisi VII DPR RI.

“Hari ini sangat menyenangkan karena saya tahu trafik kegiatan beliau sangat luar biasa dan bisa hadir bersama kita. PGRI tidak salah memberikan kepercayaan ini,” ujar Djoko.

Ia juga menambahkan bahwa kapasitas dan kredibilitas Novita telah diakui secara internasional.

“Beliau mendapatkan scholarship di bidang digital economy di Zhejiang University, salah satu kampus tertua di Tiongkok. Ini membuktikan kredibilitasnya,” tuturnya.

Dengan pengukuhan ini, PGRI berharap sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat semakin kuat, serta Trenggalek dapat menjadi contoh daerah yang menempatkan pendidikan sebagai pondasi utama pembangunan. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Bupati Lukman Resmikan Beras Desa, Petani Bangkalan Didorong Naik Kelas
PKB Siapkan Harlah Ke-28 dengan Regenerasi Pengurus, Aksi Sosial, dan Bahas Arah Baru Ekonomi Konstitusi
Novita Hardini Soroti Tata Kelola KEK Pariwisata, Nilai Perlindungan Hak Masyarakat Belum Optimal
Anggaran MBG 2027 Diprediksi Menyusut, Banggar DPR Jamin Kualitas Program Tetap Optimal
Dino Patti Djalal Soroti Absennya Delegasi RI di Pemakaman Ayatollah Khamenei
Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Sumenep Berlangsung Khidmat
Ngopi Bareng IKA UINSA Sumenep, Dorong Kebijakan Berpihak pada Pesantren
Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui, Pemkab dan DPRD Sumenep Perkuat Sinergi Tata Kelola Keuangan

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 01:50 WIB

Bupati Lukman Resmikan Beras Desa, Petani Bangkalan Didorong Naik Kelas

Rabu, 8 Juli 2026 - 01:33 WIB

PKB Siapkan Harlah Ke-28 dengan Regenerasi Pengurus, Aksi Sosial, dan Bahas Arah Baru Ekonomi Konstitusi

Rabu, 8 Juli 2026 - 01:16 WIB

Novita Hardini Soroti Tata Kelola KEK Pariwisata, Nilai Perlindungan Hak Masyarakat Belum Optimal

Senin, 6 Juli 2026 - 20:07 WIB

Anggaran MBG 2027 Diprediksi Menyusut, Banggar DPR Jamin Kualitas Program Tetap Optimal

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:59 WIB

Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Sumenep Berlangsung Khidmat

Berita Terbaru