Alternatif Pengganti Kendaraan Pribadi

Redaksi Nolesa

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(for NOLESA.COM)

(for NOLESA.COM)

Oleh | Nadila Putri Hida Paramita

ESAI, NOLESA.COM – Penggunaan kendaraan pribadi membuat kemacetan yang terjadi terutama di wilayah sekitar solo raya. Seringnya kendaraan pribadi yang memadati jalan raya ini mengakibatkan lalu lintas yang sering kacau, karena kekacauan ini terjadilah kecelakaan yang tidak bisa dihindari membuat berkembangnya faktor kemacetan dan bukan pengurangan kemacetan yang terjadi.

Karena itu, pemerintah seharusnya memfasilitasi dalam efisiensi kendaraan pribadi dengan mengganti penggunaan utama kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum yang berada di lalu lintas. Namun, kebanyakan orang lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi daripada kendaraan umum, hal ini membuat pemerintah tergerak untuk meminimalisir kendaraan pribadi yang beroperasi di jalan raya dengan penyediaan kendaraan umum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam meminimalisir kendaraan pribadi, membuat banyak pro maupun kontra yang terjadi dalam warga karena pastinya banyak warga yang setuju maupun sebaliknya banyak warga juga tidak setuju dalam pengubahan pengutamaan kendaraan umum daripada kendaraan pribadi.

Beberapa kendaraan umum yang disediakan di solo raya seperti BST (Batik Solo Trans), mobil angkutan maupun feader dll, membuat warga solo lebih mudah untuk mencari fasilitas yang mereka tuju. Hal ini di dukung oleh beberapa orang yang berada pada ekonomi menengah kebawah yang kebanyakan tidak memiliki kendaraan pribadi. Dengan adanya kendaraan umum dapat memudahkan warga yang kurang mampu untuk berpergian ke manapun yang mereka tuju.

Baca Juga :  Kretek: Rokok yang Berawal dari Obat?

Kendaraan umum selain memudahkan warga juga dapat meringankan beban anak sekolah maupun para pekerja yang sering berjalan kaki dengan jarak jauh karena ongkos ojek yang mahal yang dapat digantikan dengan menggunakan kendaraan umum yang mudah diakses dan biaya yang cukup terjangkau.

Di solo raya, sudah banyak yang menggunakan kendaraan umum terlebih lagi yang sering memadatinya adalah rata-rata anak sekolah maupun para pekerja. Dikutip dari Kompas.id, dengan judul Batik Solo Trans, Angkutan “Primadona” Pelajar Surakarta.

Dalam isi dari berita tersebut, banyak pelajar yang menjadikan Batik Solo Trans sebagai kendaraan umum utama yang sering mereka tumpangi. Selain busnya yang bagus, busnya juga nyaman dan bersih. Hal lain dari keunggulannya juga dapat dilihat dari harganya yang cukup terjangkau.

Baca Juga :  Pelanggaran Protokol Keamanan dalam Sektor Kesehatan: Dampak dan Solusi

Namun, Beberapa orang berpendapat bahwa penggunaan kendaraan pribadi juga sangat penting terutama jika dalam kondisi gawat darurat maupun keadaan dan kendaraan umum memiliki keterbatasan dalam ketersediaannya dan jumlah penumpang lebih banyak daripada jumlah kendaraannya.

Karena pendapat ini sering diungkapkan oleh orang sekitar terutama warga solo, solusi yang paling tepat dalam hal ini adalah penyediaan alat medis maupun kendaraan medis terutama ambulance untuk menangani orang sakit dalam keadaan yang gawat darurat.

Seringnya terjadi, jika dalam kondisi pergi untuk bekerja maupun pergi sekolah telat, seharusnya mereka bisa bangun lebih pagi maupun mempersiapkan diri lebih awal. Hal ini akan membuat warga terutama sekitar solo raya terbiasa untuk tidak selalu bergantung pada kendaraan pribadi, tetapi akan lebih nyaman menggunakan kendaraan umum.

Kendaraan umum dalam segi ini juga dapat membuat kendaraan pribadi lebih mudah terminimalisir sedikit demi sedikit. Dikutip dari espos Kolom pada web solopos.com, dengan judul Komitmen Memperbaiki Transportasi Umum.

Dalam isi berita tersebut, menjelaskan bahwa skala kepuasan yang berada di solo raya tentang kendaraan umum adalah 4,62 dari skala paling tinggi 5,00. Hal ini menyebabkan pemerintah didesak untuk tetap memfasilitasi kendaraan umum dan tidak menghentikannya.

Baca Juga :  PR Kecil untuk Hari Jadi Sumenep ke-756

Solusi lain dalam penanggulangan ini adalah pemerintah dalam menyediakan kendaraan umum terutama bagi orang dari kalangan menengah kebawah yang tidak memiliki kendaraan pribadi maupun bagi orang yang mampu dan lebih nyaman menggunakan kendaraan umum.

Walaupun mereka orang yang mampu tetap ada kendaraan pribadi, pemerintah bisa menyediakan jalur yang berbeda untuk kendaraan umum dan kendaraan pribadi. Agar kemacetan yang terjadi tidak semakin parah, namun bisa berkurang perlahan-lahan dengan adanya kendaraan umum.

Hal ini akan membuat lalu lintas berjalan teratur karena pemisahan rute, di rute kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Pemisahan rute ini juga membuat kurangnya angka kemacetan maupun angka kecelakaan dikarenakan keramaian lalu lintas. Dalam pemisahan rute ini, dapat menyebabkan dampak positif seperti teraturnya lalu lintas dalam berjalan. (*)

*) Mahasiswi Prodi Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Berita Terkait

“Taubat Ekologis”: Pertobatan Manusia terhadap Alam Semesta
Mengungkap Makna Tersembunyi dalam Cerpen “Robohnya Surau Kami” Melalui Tanda Ikon, Indeks, dan Simbol
Hari Pahlawan: Antara Heroisme dan Hedonisme
PR Kecil untuk Hari Jadi Sumenep ke-756
Perempuan, Warisan, dan Peradaban: Refleksi Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep
Sumpah Pemuda yang Sudah “Menua”
Refleksi Hari Santri Nasional 2025
Program MBG Presiden Prabowo dan Ancaman Inkompetensi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 11:05 WIB

“Taubat Ekologis”: Pertobatan Manusia terhadap Alam Semesta

Jumat, 28 November 2025 - 18:24 WIB

Mengungkap Makna Tersembunyi dalam Cerpen “Robohnya Surau Kami” Melalui Tanda Ikon, Indeks, dan Simbol

Selasa, 11 November 2025 - 16:22 WIB

Hari Pahlawan: Antara Heroisme dan Hedonisme

Sabtu, 1 November 2025 - 14:32 WIB

PR Kecil untuk Hari Jadi Sumenep ke-756

Jumat, 31 Oktober 2025 - 01:14 WIB

Perempuan, Warisan, dan Peradaban: Refleksi Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep

Berita Terbaru

Pemilu Mendatang, PDIP Sumenep Target 15 Kursi di DPRD (Foto: Istimewa)

Politik

Pemilu Mendatang, PDIP Sumenep Target 15 Kursi di DPRD

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:29 WIB