Mahfud MD Pegang Data, Jokowi Tidak Berkutik

Redaksi Nolesa

Kamis, 25 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh FAIZAL ASSEGAF*

Kabinet rezim Jokowi semakin tidak solid. Mahfud MD menjadi pemicu ketegangan di lingkar Istana. Semakin kuat desakan dirinya dan sejumlah menteri mundur. Posisi Jokowi sedang berada di ujung tanduk.

Manuver Mahfud nyaris sama dengan teater politik SBY saat menjabat selaku Menko Polhukam 2004. Di saat itu, SBY mengunci kekuasaan Presiden Megawati. Tentang skandal BLBI yang membuat Mega tersandera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini drama tersebut seolah berjalan di alur yang serupa. Langkah strategis Mahfud dalam penanganan sejumlah skandal besar bikin Jokowi was-was. Sebut saja peran TPPU dalam kasus 349 triliun.

Baca Juga :  Gaji Guru Honorer, Tanggung Jawab, dan Beban Administrasi

Tak hanya itu, soal dugaan proyek fiktif Food Estate yang menyeret Prabowo Subianto jadi gorengan. Jokowi dan Prabowo boleh saja ngeles. Tapi isu tak sedap itu memberi amunisi bagi PDIP dan Mahfud MD.

Bahkan masih banyak data dari aneka skandal besar lainnya mungkin telah dikantongi Mahfud MD. Wajar, Menko Polhukam tentu tidak berurusan soal ecek-ecek. Tapi kejahatan korupsi besar pasti termonitoring.

Baca Juga :  Penguatan Manajemen Logistik Kebencanaan dengan Ekosistem Digital: Transformasi Respons Kemanusiaan

Apalagi Mahfud MD terkenal sangat gemar tampil melawan arus. Dirinya tak punya beban, bebas berbicara. Tak peduli rekannya di kabinet maupun Presiden Jokowi. Sikap itulah bikin Istana panik.

Ihwal gonjang-ganjing rencana Mahfud MD mundur dari Menko Polhukam tampaknya akan menjadi ledakan besar. Terlebih dirinya menegaskan pasti akan mundur dari jabatannya. Hanya soal waktu dan momentum.

Tentu waktu dan momentum sudah dikalkulasi. Dalam dua pekan ini, publik sangat menanti: Apakah Mahfud memilih mundur secara elegan atau sebagai langkah konsolidasi melawan Presiden Jokowi?

Baca Juga :  Hari Penghapusan Siaran Analog Indonesia: Migrasi ke Era Digital

Banyak spekulasi. Kalau pilihannya mundur secara elegan, maka kehilangan momentum. Sebaliknya, publik menanti janji Mahfud mundur demi tujuan membuka kotak pandora.  Itu baru keren.

Atau bisa jadi soal isu mundur dari kabinet demi menyodorkan bargaining PDIP dan Jokowi. Sebab, sebelum isu panas itu muncul, beredar kabar Jokowi dan Mega akan akur kembali. Jika demikian, rakyat kecewa dan tidak bersimpati.

Pemufakatan jahat harus dihentikan…!


*) Kritikus politik

Berita Terkait

Hari Santri, Menanamkan Akhlak, Menumbuhkan Kreativitas Sejak Usia Dini
Lokakarya Mini: Membangun Sinergi dan Kolaborasi Tanpa Henti
Memutus Hubungan Pertemanan Menurut Pandangan Islam
Bedah Buku “Tanah Kerontang dI Madura”
Psychological Safety
Sumenep Tak Kekurangan Pesantren, Mengapa Pemudanya Mencari Ruang Lain?
Muktamar ke-35 NU: Ujian Dialektis Pendewasaan Organisasi
Kemerdekaan dan Dialektika Pembebasan Batin

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Hari Santri, Menanamkan Akhlak, Menumbuhkan Kreativitas Sejak Usia Dini

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Lokakarya Mini: Membangun Sinergi dan Kolaborasi Tanpa Henti

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Memutus Hubungan Pertemanan Menurut Pandangan Islam

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Bedah Buku “Tanah Kerontang dI Madura”

Rabu, 16 September 2026 - 15:52 WIB

Psychological Safety

Berita Terbaru

Bupati Fauzi mengenakan baju adat keraton dalam sebuah acara (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Kamis, 29 Okt 2026 - 07:07 WIB