Kamu Perlu Tahu Asal Mula Tren Malam Minggu

Redaksi Nolesa

Sabtu, 4 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tips, NOLESA.com — Malam Minggu merupakan sebuah kata yang akrab di telinga kita. Kehadirannya seakan sakral dan dinantikan banyak orang.

Dari sekian orang yang menantikan malam minggu datang, kaum remajalah yang paling banyak merindukan. Seakan Malam Minggu adalah waktu khusus bagi mereka. Duduk bersama terbuai dalam pelukan asmara.

Tetapi siapa sangka, bahwa secara historis sakralnya Malam Minggu bukanlah untuk dirayakan para remaja. Melainkan ada yang lebih berhak yaitu para buruh yang selama sepekan sudah lelah bekerja.

Dikutip dari vantage.id, bahwa ternyata perjalanan panjang lahirnya istilah malam minggu bermula dari Amerika Serikat. Kala itu pesatnya perkembangan industri pada dekade 30’an dan besarnya masa serikat buruh berekor pada penuntutan serius tentang hak-hak pekerja.

Baca Juga :  Berjuang Tanpa Sosok Ayah Sedari Sekolah, Aliya Pun Wisuda

Sehingga kondisi tersebut memicu tuntutan yang kian masif dari para buruh. Waktu kerja termasuk dari sekian isu yang digelorakan kala itum adalah.

Tepat pada 1938, Amerika menetapkan undang-undang mengenai standar jam kerja yang berisikan waktu kerja selama 40 jam per minggu serta menetapkan hari Sabtu dan Minggu sebagai hari libur nasional.

Sejak itulah, para buruh mengisi masa libur dengan bersantai ria, terutama pada malam minggu. Malam minggu menjadi puncak untuk menghilangkan segala kepenatan kerja. Tidak sedikit yang begadang semalam suntuk, sebab esok pagi masih libur kerja.

Baca Juga :  Banyak yang Belum Tahu, Ini Alasan Mengapa 1 Juni Diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila

Namun seiring dengan berkembangnya zaman, Malam Minggu semakin tren semua kalangan. Utamanya kaula muda. Padahal sejarah lahirnya Malam Minggu adalah mereka para pekerja.


Penulis : Wail

Berita Terkait

Desa Maju vs. Desa Tertinggal, Apa Bedanya?
Pramoedya Ananta Toer dan Tanah yang Tak Mengenalinya
Nyaman dalam Ketakutan
Sepiring Kenangan dari Kota Madiun
Dari Panimbang ke Houston: Jalan Panjang Sang Guru Besar
Pernah Jabat Ketua Cabang PMII dan GP Ansor, Kini Muhri Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Sumenep
Dari Pelosok Desa, Julhan Irfandi Membuktikan Pendidikan dapat Diperjuangkan
10 Manfaat Buah Salak untuk Kesehatan, Nomor 5 Cocok untuk Cuaca Saat ini

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Desa Maju vs. Desa Tertinggal, Apa Bedanya?

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:03 WIB

Pramoedya Ananta Toer dan Tanah yang Tak Mengenalinya

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:17 WIB

Nyaman dalam Ketakutan

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:25 WIB

Sepiring Kenangan dari Kota Madiun

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:25 WIB

Dari Panimbang ke Houston: Jalan Panjang Sang Guru Besar

Berita Terbaru

Politik

Daftar Anggota DPRD Partai Hanura di Madura

Senin, 14 Sep 2026 - 20:18 WIB

Nasional

Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Senin, 14 Sep 2026 - 19:52 WIB