SUMENEP, NOLESA.COM – H. Syafwan Wahyudi, yang akrab disapa Haji Udik, berhasil meraih Santri Award 2026 kategori Penggerak Ekonomi Warga Nahdlatul Ulama (NU).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan, pemberdayaan warga, serta pengamalan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman.
Penghargaan Haji Udik Owner DRR The Big Family ini diberikan langsung oleh Ketua PCNU Sumenep KH Md Widadi Rahim dalam acara Istighasah & Resepsi HSN 2026 di depan Labang Mesem Kompleks Keraton Sumenep, Sabtu malam, 24 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam proses pemungutan suara, Haji Udik memperoleh 357 suara atau 33,7 persen, tertinggi di antara para kandidat pada kategori tersebut. Sementara itu, Dr. H. Moh. Hasbi meraih 271 suara atau 25,6 persen, disusul H. Dauri dengan perolehan 188 suara atau 17,8 persen.
Ketua Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2026 PCNU Sumenep, Abdul Hadi, mengatakan bahwa Santri Award merupakan bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Penghargaan ini juga menjadi sarana untuk mengapresiasi kiprah warga NU dalam memperkuat ekonomi umat dan mengembangkan semangat pengabdian.
Menurut Abdul Hadi, penilaian untuk kategori Penggerak Ekonomi Warga NU tidak hanya berorientasi pada keberhasilan bisnis atau pencapaian keuntungan. Manfaat usaha bagi masyarakat dan lingkungan sekitar turut menjadi aspek penting yang diperhatikan.
Ia menjelaskan, aktivitas ekonomi dapat menjadi jalan untuk membangun kemandirian masyarakat sekaligus sarana berbagi manfaat. Dengan demikian, keberhasilan dalam berwirausaha tidak berhenti pada keuntungan pribadi, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial.
Haji Udik sendiri dikenal memiliki kedekatan dengan kalangan kiai NU sejak usia muda. Kekagumannya terhadap para ulama turut menumbuhkan ketertarikan untuk terlibat dalam kegiatan dan perjuangan organisasi Nahdlatul Ulama.
Prinsip hidup yang dipegangnya adalah berusaha memberikan manfaat bagi sesama. Semangat tersebut diwujudkan melalui keterlibatannya dalam berbagai kegiatan organisasi, termasuk menjalankan peran sebagai Pembina Lakpesdam NU.
Kepeduliannya juga tercermin dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Salah satunya melalui keterlibatan dalam program penyediaan tempat sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup sebagai bentuk dukungan terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Dalam menjalankan usaha, Haji Udik berpegang pada nilai kejujuran, keikhlasan, istiqamah, serta sikap saling menghormati. Prinsip-prinsip tersebut menjadi landasan dalam membangun usaha sekaligus menjaga hubungan baik dengan sesama, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan seiring dengan upaya memperluas manfaat sosial.
Abdul Hadi berharap, penghargaan Santri Award 2026 dapat menjadi penyemangat bagi warga NU, terutama kalangan pengusaha dan generasi muda, untuk terus mengembangkan kegiatan ekonomi yang produktif dan berdampak bagi masyarakat.
Ia juga berharap semakin banyak warga NU yang tergerak mengambil bagian dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat, mendorong pemberdayaan masyarakat, serta menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman dalam berwirausaha.
Penghargaan yang diterima Haji Udik ini sekaligus menegaskan pentingnya peran sosial dalam keberhasilan ekonomi. Keuntungan usaha tetap menjadi bagian dari pencapaian, tetapi kepedulian terhadap sesama, semangat berbagi, dan komitmen untuk berkhidmat kepada umat juga menjadi nilai penting yang memberi makna lebih luas bagi sebuah usaha. (yon/ra)






