Ngopi Bareng IKA UINSA Sumenep, Dorong Kebijakan Berpihak pada Pesantren

Redaksi Nolesa

Rabu, 1 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ngopi Bareng IKA UINSA Sumenep, Dorong Kebijakan Berpihak pada Pesantren (Foto: Istimewa)

Ngopi Bareng IKA UINSA Sumenep, Dorong Kebijakan Berpihak pada Pesantren (Foto: Istimewa)

SUMENEP, NOLESA.COM – Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (IKA UINSA) Surabaya Koordinator Daerah (Korda) Sumenep menggelar kegiatan Ngopi Bareng, Selasa 30 Juni 2026.

Kegiatan yang digelar di Kedai KW ini bertajuk “Pesantren Aman: Penguatan Regulasi dan Peran Negara Melindungi Santri”.

Ngopi Bareng IKA UINSA Surabaya Korda Sumenep ini menjadi ruang diskusi untuk membahas penguatan tata kelola pesantren, perlindungan santri, serta peran negara dalam mendukung keberlangsungan pendidikan berbasis pesantren.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Forum tersebut menghadirkan Penasehat Tim Ahli Kementerian Agama RI sekaligus Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. H. Nur Syam, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pemerintah perlu memberikan perhatian lebih serius terhadap keberadaan pesantren di Indonesia yang jumlahnya mencapai sekitar 42 ribu lembaga.

Baca Juga :  Pesan Menohok Bupati Haji Fauzi kepada 184 ASN Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya

Menurut Prof. Nur Syam, kondisi pesantren di Indonesia sangat beragam. Sebagian telah berkembang dan mandiri, namun tidak sedikit yang masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah.

“Pesantren membutuhkan rekognisi, fasilitasi, dan afirmasi dari pemerintah. Dengan jumlah yang sangat besar, diperlukan kebijakan yang mampu menjangkau seluruh pesantren sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya,” ujar Prof. Nur Syam.

Ia juga menyoroti persoalan penyaluran bantuan kepada pesantren. Berdasarkan berbagai masukan dari daerah, masih ditemukan lembaga yang menerima bantuan meskipun keberadaannya belum terverifikasi secara jelas.

Baca Juga :  Momentum Hari Guru, Darul Sowan dan Santuni Gurunya

“Kondisi seperti ini menjadi keluhan di berbagai daerah. Karena itu, mekanisme pendataan dan penyaluran bantuan perlu diperbaiki agar tepat sasaran,” katanya.

Selain itu, Prof. Nur Syam menilai peningkatan literasi bagi pengelola pesantren menjadi hal yang penting, terutama terkait tata kelola kelembagaan, administrasi, dan pemahaman terhadap regulasi yang berlaku.

“Langkah tersebut dapat memperkuat akuntabilitas pesantren sekaligus mempermudah akses terhadap berbagai program pemerintah,” tegasnya.

Ia juga mendorong adanya pembedaan yang jelas antara pendidikan Islam secara umum dan pendidikan pesantren. Menurutnya, perbedaan karakteristik tersebut harus menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan agar regulasi yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan pesantren.

Semula, kegiatan ini juga dijadwalkan menghadirkan anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama. Namun, karena memiliki agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan, ia berhalangan hadir.

Baca Juga :  Dipimpin Dr Arif Firmanto, Bappeda Sumenep Berhasil Sabet Juara 1 PHBS Tingkat OPD

Melalui pesan yang disampaikan kepada panitia, Lia Istifhama mengingatkan para pendidik di lingkungan pesantren agar senantiasa mengedepankan masa depan santri dan menjaga amanah sebagai pendidik.

“Pendidikan pesantren harus tetap berorientasi pada pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, bukan untuk kepentingan sesaat yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat,” pesannya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah harus hadir memberikan perhatian kepada seluruh pesantren, baik yang telah berkembang secara ekonomi maupun pesantren yang masih memiliki keterbatasan, sehingga setiap lembaga memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang. (*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Sumenep Berlangsung Khidmat
Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui, Pemkab dan DPRD Sumenep Perkuat Sinergi Tata Kelola Keuangan
Pawai Muharam 1448 H di Sumenep Meriah, Diikuti 750 Peserta dari 30 Sekolah
Tiga Bulan Digembleng, 114 CPNS Bangkalan Siap Mengabdi sebagai ASN Berintegritas
Naik Kelas, OPEC 2026 UPI Sumenep Kini Jadi Ajang Olimpiade Tingkat Jawa Timur
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Bupati Fauzi Ajak Warga Jadi Penentu Masa Depan Sumenep
Politikus PKB Minta Beasiswa Kedokteran Diperbanyak
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Komitmen Jaga Kebersihan Lingkungan demi Kenyamanan Pasien

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:59 WIB

Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Sumenep Berlangsung Khidmat

Rabu, 1 Juli 2026 - 06:37 WIB

Ngopi Bareng IKA UINSA Sumenep, Dorong Kebijakan Berpihak pada Pesantren

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:39 WIB

Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui, Pemkab dan DPRD Sumenep Perkuat Sinergi Tata Kelola Keuangan

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:51 WIB

Tiga Bulan Digembleng, 114 CPNS Bangkalan Siap Mengabdi sebagai ASN Berintegritas

Senin, 29 Juni 2026 - 17:34 WIB

Naik Kelas, OPEC 2026 UPI Sumenep Kini Jadi Ajang Olimpiade Tingkat Jawa Timur

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Opini

Pendaki FOMO: Saat Foto Lebih Penting daripada Keselamatan

Selasa, 30 Jun 2026 - 15:57 WIB

(for NOLESA.COM)

Resensi

Tidak Apa-apa Jika Hari Ini Tidak Baik-Baik Saja

Selasa, 30 Jun 2026 - 06:57 WIB