SUMENEP, NOLESA.COM – Maraknya praktik judi online dan investasi ilegal menjadi ancaman serius bagi ketahanan ekonomi keluarga. Kondisi tersebut mendorong PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) untuk terus mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan dan memilih instrumen investasi yang aman serta legal.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa judi online bukanlah jalan pintas untuk meningkatkan kesejahteraan. Sebaliknya, aktivitas tersebut justru berpotensi menguras tabungan, menghilangkan aset, serta memicu berbagai persoalan sosial yang berdampak pada kehidupan keluarga.
Menurutnya, banyak masyarakat tergiur oleh iming-iming keuntungan instan tanpa mempertimbangkan risiko yang harus ditanggung. Padahal, kerugian yang ditimbulkan jauh lebih besar dibandingkan peluang untuk mendapatkan keuntungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan keluarga, pendidikan anak, atau investasi masa depan justru habis karena aktivitas yang bersifat spekulatif. Karena itu, masyarakat perlu mengubah pola pikir dari mencari keuntungan instan menjadi membangun kekuatan finansial secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Dirut Fajar.
Sebagai lembaga keuangan syariah milik daerah, BPRS Bhakti Sumekar mendorong masyarakat untuk mengalihkan dana yang dimiliki ke instrumen keuangan yang lebih aman, produktif, dan berada di bawah pengawasan otoritas resmi. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi melalui produk perbankan yang legal dan terukur.
BPRS Bhakti Sumekar juga menawarkan produk Deposito Syariah sebagai alternatif investasi yang dikelola sesuai prinsip syariah dan dapat membantu masyarakat merencanakan kebutuhan jangka panjang. Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus investasi ilegal yang masih marak dengan menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat.
“Keputusan keuangan yang tepat akan menentukan kualitas hidup di masa depan. Karena itu, masyarakat harus lebih selektif, mengutamakan keamanan dana, dan memilih instrumen investasi yang jelas legalitas serta manfaatnya,” pungkasnya.
Penulis : Rusydiyono









