SUMENEP, NOLESA.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep resmi ditetapkan sebagai salah satu penerima Program Jejaring Pengampuan Kesehatan Strata Utama (KJSU) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan di daerah sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit rujukan di luar Kabupaten Sumenep.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan program KJSU menjadi momentum penting bagi rumah sakit daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam penanganan penyakit katastropik seperti kanker, jantung, stroke, dan gangguan ginjal atau uronefrologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui program ini, lanjut dokter Erli, rumah sakit akan memperoleh pendampingan dari rumah sakit pengampu nasional, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta penguatan sarana dan prasarana pelayanan.
Menurutnya, penguatan layanan tersebut sangat dibutuhkan mengingat Kabupaten Sumenep memiliki 126 pulau dengan kondisi geografis yang cukup menantang. Selama ini, masyarakat di wilayah kepulauan, terutama di pulau-pulau terluar seperti Masalembu, kerap harus menempuh perjalanan laut selama berjam-jam untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan. Kondisi itu tidak jarang menyebabkan keterlambatan penanganan bagi pasien dengan penyakit berat.
Dengan masuknya RSUD Sumenep dalam program KJSU, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan spesialistik yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Program ini juga menjadi bagian dari agenda nasional Kementerian Kesehatan untuk memperkuat kapasitas rumah sakit daerah dalam menangani penyakit dengan tingkat kematian tinggi di Indonesia.
“Ini bukan hanya sebuah kepercayaan, tetapi juga tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujar dr. Erliyati.
Ia berharap peningkatan kapasitas RSUD dr. H. Moh. Anwar ke depan dapat menjadikan rumah sakit tersebut sebagai pusat rujukan utama di Madura, sekaligus menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin merata dan mudah dijangkau, khususnya bagi masyarakat kepulauan. (*)
Penulis : Rusydiyono









