SUMENEP, NOLESA.COM – Kejuaraan pencak silat yang digelar oleh IPSI Kabupaten Sumenep resmi di GOR A. Yani berakhir pada Jumat malam, 26 Juni 2026.
Selama tiga hari pelaksanaan, ajang tersebut diikuti seluruh perguruan pencak silat se-Kabupaten Sumenep dan menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet berprestasi.
Dalam kejuaraan itu, Pagar Nusa Kabupaten Sumenep menurunkan 26 atlet yang bertanding di berbagai kelas. Hasil membanggakan berhasil diraih melalui atlet muda, Shofi Shomadi, yang dinobatkan sebagai Atlet Terbaik Kelas C Remaja Putra setelah tampil konsisten dan impresif sepanjang pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Pagar Nusa Kabupaten Sumenep, Drs. KH. Abdul Mu’iz, M.M., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, official, dan panitia yang telah menyukseskan kejuaraan tersebut. Menurutnya, penghargaan atlet terbaik merupakan buah dari kerja keras dan disiplin para atlet selama menjalani proses latihan.
“Kami bersyukur atas prestasi yang diraih, khususnya penghargaan Atlet Terbaik yang berhasil dipersembahkan oleh ananda Shofi Shomadi. Ini menjadi kebanggaan bagi Pagar Nusa Sumenep sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet,” ujar KH. Abdul Mu’iz.
Di balik prestasi tersebut, Pagar Nusa menilai pelaksanaan kejuaraan masih memerlukan evaluasi menyeluruh, khususnya terkait aspek keselamatan atlet dan penanganan medis selama pertandingan berlangsung.
Menurut KH. Abdul Mu’iz, beberapa insiden cedera yang terjadi selama kejuaraan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak agar penyelenggaraan kompetisi ke depan semakin baik dan memberikan jaminan keamanan bagi para peserta.
“Keselamatan atlet harus menjadi prioritas utama. Kami berharap ke depan sistem penanganan medis dapat diperkuat, sehingga ketika terjadi cedera, atlet memperoleh tindakan yang cepat, tepat, dan sesuai standar. Hal ini penting untuk menjamin keamanan seluruh peserta selama bertanding,” tegasnya.
Pagar Nusa juga mengungkapkan kebanggaannya atas semangat juang para atlet yang tetap tampil maksimal hingga akhir pertandingan. Namun, sejumlah atlet Pagar Nusa mengalami cedera, mulai dari cedera ringan hingga cedera serius. Bahkan, hingga saat ini masih ada atlet yang menjalani perawatan di RSUD Sumenep.
Karena itu, pihaknya berharap hasil kejuaraan tahun ini tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga menjadi momentum evaluasi bersama. Dari sisi internal, Pagar Nusa akan terus memperkuat pembinaan, terutama pada aspek fisik, stamina, dan mental atlet. Sementara bagi penyelenggara, diharapkan ada penyempurnaan regulasi dan standar keselamatan agar setiap atlet dapat bertanding secara sportif dan aman.
Kejuaraan IPSI Kabupaten Sumenep pun diharapkan menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pembinaan olahraga pencak silat sekaligus memperkuat perlindungan terhadap para atlet sebagai aset olahraga daerah. (*)
Penulis : Rusydiyono









