BATANG, NOLESA.COM – Misi besar Kabupaten Batang untuk menembus jajaran 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Tahun 2026 di Semarang Raya dipastikan membutuhkan perjuangan ekstra. Target tersebut menjadi tantangan besar mengingat pada gelaran Porprov 2023 lalu, Batang masih berada di peringkat ke-19 klasemen akhir.
Peta jalan menuju target tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Batang yang digelar di Aula Bupati Batang, Sabtu kemarin, 13 Juni 2026.
Ketua Bidang Pembinaan Hukum Keolahragaan KONI Jawa Tengah, M. Ali Purnomo, yang hadir dalam kegiatan itu menegaskan bahwa Rakerkab harus menjadi momentum penting untuk menyusun strategi sekaligus memperkuat persiapan menghadapi Porprov 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, target naik sembilan peringkat bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kerja terencana, koordinasi yang solid, serta kesiapan di berbagai sektor agar Batang mampu bersaing dengan daerah lain yang juga memiliki ambisi besar pada ajang olahraga terbesar di Jawa Tengah tersebut.
“Kalau melihat target Kabupaten Batang yang ingin masuk 10 besar, tentu akan menghadapi banyak tantangan. Karena itu seluruh persiapan harus benar-benar dimatangkan sejak sekarang,” ujar Ali.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah faktor penting yang harus dipenuhi apabila Batang ingin merealisasikan target tersebut. Di antaranya adalah soliditas organisasi, dukungan anggaran yang memadai, serta kemampuan menjaga motivasi atlet dan pelatih selama masa persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.
Menurut Ali, ketiga aspek tersebut merupakan fondasi utama yang akan menentukan keberhasilan sebuah daerah dalam meningkatkan prestasi olahraga secara signifikan.
Selain itu, ia mengapresiasi kebijakan KONI Batang yang memberikan bonus tidak hanya kepada atlet berprestasi, tetapi juga kepada para pelatih. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan semangat dan motivasi seluruh elemen yang terlibat dalam pembinaan olahraga.
“Bonus memiliki peran penting untuk mendorong atlet dan pelatih agar terus berjuang meraih prestasi terbaik dan membawa pulang medali,” katanya.
Terkait peluang masuk 10 besar, Ali memperkirakan Batang setidaknya membutuhkan sekitar 25 medali emas. Namun, ia mengingatkan bahwa standar perolehan medali pada setiap penyelenggaraan Porprov selalu berubah mengikuti perkembangan jumlah cabang olahraga dan nomor pertandingan yang dipertandingkan.
Karena itu, KONI Batang diminta cermat membaca peluang pada cabang olahraga yang memiliki banyak nomor pertandingan. Dari 31 cabang olahraga yang telah lolos Babak Kualifikasi (BK), setiap peluang harus dimaksimalkan untuk mendongkrak perolehan medali.
Menurut Ali, kemampuan manajemen KONI dalam memetakan potensi cabang olahraga dan nomor pertandingan yang berpeluang menghasilkan medali akan menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan target 10 besar pada Porprov Jawa Tengah 2026. (*)
Penulis : Arif









