SUMENEP, NOLESA.COM – Tanggal 6 Juni menjadi salah satu momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pada tanggal tersebut, bangsa Indonesia memperingati hari lahir Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno atau yang akrab dikenal sebagai Bung Karno.
Sosok proklamator kemerdekaan itu dikenang tidak hanya karena perannya dalam memperjuangkan kemerdekaan, tetapi juga atas gagasan-gagasan besar yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara hingga saat ini.
Peringatan hari lahir Bung Karno setiap tahunnya menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali menghayati nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, persatuan, dan gotong royong yang diwariskan oleh sang pendiri bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU, ASEAN Eng., mengatakan bahwa sosok Bung Karno merupakan figur pemimpin yang berhasil meletakkan dasar-dasar pembangunan bangsa di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang selalu digaungkan Bung Karno tetap relevan untuk dijadikan pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di era modern. Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia harus dipandang sebagai kekuatan untuk maju bersama, bukan sebagai sumber perpecahan.
“Bung Karno telah memberikan teladan tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Nilai tersebut harus terus kita rawat dan aktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam proses pembangunan daerah,” ujar Arif Firmanto, Sabtu, 6 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut pembangunan karakter, kebangsaan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari warisan pemikiran Bung Karno yang masih relevan hingga saat ini.
Arif menilai generasi muda memiliki peran penting dalam melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa. Oleh karena itu, semangat belajar, berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi masyarakat harus terus ditumbuhkan sebagai bentuk nyata mengisi kemerdekaan.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi saat ini memang berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan. Namun, semangat pengabdian kepada bangsa dan negara harus tetap menjadi landasan dalam setiap langkah pembangunan.
Melalui peringatan Hari Lahir Bung Karno, Arif berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya mengenang sosok sang proklamator sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga mampu meneladani nilai-nilai perjuangan yang diwariskannya.
Dengan semangat persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap tanah air, cita-cita mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan sejahtera dapat terus dilanjutkan oleh generasi penerus bangsa. (*)
Penulis : Rusydiyono









