BANGKALAN, NOLESA.COM – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi memperoleh izin operasional untuk membuka Fakultas Kedokteran.
Terbitnya izin tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan tinggi di Pulau Madura sekaligus membuka peluang baru bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan kedokteran di kampung halamannya sendiri.
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., mengatakan bahwa proses pendirian Fakultas Kedokteran tidak berlangsung singkat. Kampus harus melalui berbagai tahapan verifikasi dan memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan pemerintah sebelum akhirnya memperoleh izin resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, izin operasional Fakultas Kedokteran UTM telah terbit setelah melalui proses yang panjang. Ini menjadi sejarah baru bagi perguruan tinggi negeri di Madura,” ujar Prof. Safi’, Rabu kemarin, 3 Juni 2026.
Dengan terbitnya izin tersebut, UTM menjadi perguruan tinggi negeri pertama di Madura yang memiliki Fakultas Kedokteran. Kehadiran fakultas baru ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan kedokteran yang berkualitas bagi masyarakat Madura tanpa harus melanjutkan studi ke luar daerah.
UTM juga memastikan akan menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2026. Karena seluruh tahapan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) telah selesai, penerimaan mahasiswa angkatan pertama akan dilakukan melalui Jalur Mandiri.
Menurut Prof. Safi’, pihak kampus saat ini tengah menyusun jadwal serta mekanisme penerimaan mahasiswa baru. Informasi mengenai persyaratan dan tahapan seleksi akan segera diumumkan kepada masyarakat dalam waktu dekat.
Sesuai ketentuan yang berlaku, Program Studi Kedokteran yang baru berdiri hanya diperbolehkan menerima maksimal 50 mahasiswa pada tahun pertama. Kuota tersebut akan dibagi ke dalam dua kelas, masing-masing berisi 25 mahasiswa.
Fakultas Kedokteran UTM tidak hanya membuka Program Studi Sarjana Kedokteran, tetapi juga langsung menyelenggarakan Program Studi Profesi Dokter. Kedua program tersebut dirancang sebagai satu kesatuan untuk mendukung proses pendidikan calon dokter secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Prof. Safi’ berharap kehadiran Fakultas Kedokteran dapat membantu menjawab kebutuhan tenaga medis di Madura yang hingga kini masih terbatas, baik dokter umum maupun dokter spesialis. Karena itu, ia mengajak pemerintah daerah di empat kabupaten se-Madura untuk membangun kemitraan strategis, termasuk melalui penyediaan beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat mendukung melalui program beasiswa utusan daerah. Dengan begitu, lulusan Fakultas Kedokteran UTM nantinya dapat kembali mengabdi di daerah asal masing-masing dan membantu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Madura,” pungkasnya. (*)
Penulis : Fathor









