Puteri Indonesia 2026 Siap Jadi Garda Depan Sosialisasi PP Tunas

Redaksi Nolesa

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para finalis Puteri Indonesia 2026 dukung PP Tunas (Foto: Istimewa)

Para finalis Puteri Indonesia 2026 dukung PP Tunas (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NOLESA.COM – Dukungan terhadap implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas terus mengalir dari berbagai kalangan.

Termasuk para finalis Puteri Indonesia 2026 yang juga mendukung dan menyatakan komitmennya untuk turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak.

Komitmen tersebut disampaikan saat para finalis melakukan audiensi dengan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Kamis kemarin, 4 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan itu, para Puteri Indonesia menilai PP Tunas sebagai kebijakan yang hadir untuk memperkuat perlindungan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan media sosial.

Mereka berpandangan bahwa regulasi tersebut bukan ditujukan untuk membatasi kebebasan anak dalam mengakses teknologi, melainkan memastikan penggunaan platform digital berlangsung secara lebih aman, sehat, dan sesuai dengan tahapan usia serta perkembangan psikologis anak.

Puteri Indonesia Pendidikan 2026 sekaligus Miss Charm Indonesia 2026, Gisela Belicia Alma Thesalonica, menilai PP Tunas lahir melalui proses yang komprehensif karena melibatkan berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidangnya, mulai dari akademisi, psikolog hingga praktisi.

Baca Juga :  Kapolri Perintahkan Tindak Tegas Pinjol Ilegal

Menurutnya, kehadiran regulasi tersebut merupakan bentuk kepedulian negara dalam memastikan anak-anak memperoleh akses terhadap media sosial pada waktu yang tepat dan dengan pendampingan yang memadai.

“Ini bukan soal larangan atau pembatasan semata, tetapi bagaimana kita melindungi anak-anak muda agar dapat mengakses media sosial pada waktunya. Regulasi ini juga telah disusun secara matang dengan melibatkan banyak pihak,” ujarnya.

Sebagai Puteri Indonesia Pendidikan, Gisela mengaku siap terlibat aktif dalam menyosialisasikan PP Tunas, terutama kepada kalangan pelajar. Ia meyakini keberhasilan implementasi kebijakan tersebut membutuhkan kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan generasi muda.

Tak hanya di tingkat nasional, Gisela juga berencana membawa isu perlindungan anak di ruang digital ke forum internasional melalui ajang Miss Charm yang akan digelar di Vietnam. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi contoh dalam upaya membangun ekosistem digital yang lebih ramah bagi anak.

“Sebagai generasi muda Indonesia, saya bangga dengan adanya PP Tunas. Saya juga ingin menggaungkan isu ini di media sosial dan forum internasional agar semakin banyak pihak memahami pentingnya perlindungan anak di ruang digital,” katanya.

Baca Juga :  Diplomasi Sepeda Bambu Indonesia-Australia 

Pandangan serupa disampaikan Puteri Indonesia Pariwisata 2026 sekaligus Miss Cosmo Indonesia 2026, Karina Moudy Widodo. Ia menilai PP Tunas menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan penggunaan media sosial yang semakin kompleks, terutama di kalangan anak dan remaja.

Menurut Karina, ketergantungan terhadap media sosial kini menjadi persoalan yang semakin nyata. Karena itu, regulasi yang mendorong penggunaan media sosial secara sehat dinilai sangat diperlukan.

“Adiksi terhadap media sosial sudah menjadi tantangan besar. PP Tunas dapat menjadi langkah penting untuk menekan angka ketergantungan tersebut sekaligus membantu anak-anak membangun pola penggunaan media sosial yang lebih sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan, para Puteri Indonesia dapat memanfaatkan platform digital yang dimiliki untuk menyebarkan edukasi mengenai penggunaan media sosial yang bijak dan bertanggung jawab. Selain itu, Karina menilai langkah Indonesia dalam menghadirkan PP Tunas layak diperkenalkan di tingkat global sebagai praktik baik dalam perlindungan anak di era digital.

Sementara itu, Puteri Indonesia Intelegensia II sekaligus Influencer 2026, Athalla Hartiana Putri Hardian, menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak, khususnya mereka yang masih berusia di bawah 16 tahun.

Baca Juga :  Operasi Pasar ala Erick Thohir

Menurut Athalla, anak pada usia tersebut masih membutuhkan pendampingan yang kuat dalam menggunakan teknologi digital. Karena itu, PP Tunas juga menjadi pengingat bagi orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka.

“Ini merupakan upaya yang baik untuk menjaga anak-anak muda agar lebih bijak dan terlindungi saat menggunakan gawai. PP Tunas juga menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih memperhatikan penggunaan gadget oleh anak-anak mereka,” katanya.

Sebagai figur publik dan kreator konten, Athalla menyatakan kesiapannya untuk turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak di ruang digital serta berbagai risiko yang dapat muncul akibat penggunaan teknologi tanpa pengawasan.

Dukungan dari para Puteri Indonesia ini menunjukkan bahwa perlindungan anak di dunia digital membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, institusi pendidikan, dan masyarakat, PP Tunas diharapkan mampu menghadirkan ruang digital yang lebih aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Soroti Tata Kelola MBG, Politikus Madura Minta Kasus di BGN Jadi Pelajaran
Novita Hardini Desak Evaluasi Total Pariwisata Nasional, Singgung Vietnam hingga Contoh Sukses Dubai
Novita Hardini Ingatkan Kemenpar Soal Kolaborasi Sektor Pariwisata
KOPRI PMII DIY dan Jendela Dunia Kita Gelar Gerakan Literasi di Gunungkidul
Di Prancis, Presiden Prabowo Bicara Stabilitas Kawasan Timur Tengah
Bobot Sapi Kurban Menkeu Purbaya Capai 868 Kilogram
Panen Raya Udang Vannamei, Presiden Prabowo: Sangat Menjanjikan
Legislator PKB Minta BI Paparkan Strategi Stabilkan Rupiah

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:27 WIB

Soroti Tata Kelola MBG, Politikus Madura Minta Kasus di BGN Jadi Pelajaran

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:28 WIB

Novita Hardini Desak Evaluasi Total Pariwisata Nasional, Singgung Vietnam hingga Contoh Sukses Dubai

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:08 WIB

Novita Hardini Ingatkan Kemenpar Soal Kolaborasi Sektor Pariwisata

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:40 WIB

KOPRI PMII DIY dan Jendela Dunia Kita Gelar Gerakan Literasi di Gunungkidul

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:46 WIB

Di Prancis, Presiden Prabowo Bicara Stabilitas Kawasan Timur Tengah

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Resensi Buku

Home Sweet Loan: Mimpi Sederhana yang Ternyata Sangat Mahal

Jumat, 5 Jun 2026 - 14:50 WIB

(for NOLESA.COM)

Opini

Pernikahan Dini: Tantangan Mewujudkan Keluarga Cemara

Jumat, 5 Jun 2026 - 13:29 WIB

Sekdaprov Riau Syahrial Abdi (Foto: Istimewa)

Pendidikan

SPMB Tahun ini, Sekdaprov Riau Tegaskan Tak Ada Intervensi

Jumat, 5 Jun 2026 - 13:16 WIB