SUMENEP, NOLESA.COM – Ikatan Santri dan Alumni Annuqayah Gili Iyang (Iksaag) memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-XIII, Selasa kemarin, 24 Maret 2026.
Peringatan Harlah ke-XIII Iksaag kali ini dikemas dengan kegiatan majelis taklim yang dipungkasi dengan pengajian umum.
Selain untuk memperingati Harlah Iksaag, kegiatan yang diprakarsai oleh santri dan alumni Pondok Pesantren Annuqayah itu untuk menyambut hari raya Ketupat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peringatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan organisasi selama lebih dari satu dekade.
Ketua Iksaag, Abd. Gafur Sajjad Alfarisi, mengatakan bahwa harlah menjadi ruang untuk mengevaluasi peran dan kontribusi organisasi di tengah masyarakat.
“Harlah ini bukan sekadar peringatan, tetapi juga refleksi untuk melihat sejauh mana kita telah berkontribusi dan bagaimana merespons kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Iksaag ke depan diharapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial yang berkembang.
Refleksi tersebut turut diperkuat melalui program “Tadarus Sosial; Ngaji Realitas Sosial Gili Iyang” yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan. Melalui program itu, santri diajak memahami kondisi nyata masyarakat dari berbagai aspek.
“Ngaji tidak hanya dimaknai sebagai membaca kitab, tetapi juga membaca realitas sosial yang terjadi di masyarakat,” kata Gafur.
Menambahkan, Ketua Panitia Peringatan Harlah ke-XIII Iksaag, Ekil, menjelaskan bahwa konsep peringatan tahun ini juga dikemas dengan pendekatan kultural, salah satunya melalui penggunaan ketupat sebagai simbol dalam prosesi Harlah.
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kedekatan antara organisasi dengan masyarakat.
“Peringatan Harlah ke-XIII Iksaag ini sekaligus menjadi momentum bagi Iksaag untuk menegaskan arah gerak organisasi ke depan, yakni tidak hanya sebagai wadah kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran sosial di tengah masyarakat,” tandasnya. (*)
Penulis : Rusydiyono









