Harlah ke-XIII Iksaag Jadi Perekat Hubungan Santri dan Masyarakat

Redaksi Nolesa

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harlah ke-XIII Iksaag Jadi Perekat Hubungan Santri dan Masyarakat (For NOLESA.COM)

Harlah ke-XIII Iksaag Jadi Perekat Hubungan Santri dan Masyarakat (For NOLESA.COM)

SUMENEP, NOLESA.COM – Ikatan Santri dan Alumni Annuqayah Gili Iyang (Iksaag) memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-XIII, Selasa kemarin, 24 Maret 2026.

Peringatan Harlah ke-XIII Iksaag kali ini dikemas dengan kegiatan majelis taklim yang dipungkasi dengan pengajian umum.

Selain untuk memperingati Harlah Iksaag, kegiatan yang diprakarsai oleh santri dan alumni Pondok Pesantren Annuqayah itu untuk menyambut hari raya Ketupat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peringatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan organisasi selama lebih dari satu dekade.

Baca Juga :  Antisipasi Sebelum Badai, Stok Obat-obatan di Masalembu Aman

Ketua Iksaag, Abd. Gafur Sajjad Alfarisi, mengatakan bahwa harlah menjadi ruang untuk mengevaluasi peran dan kontribusi organisasi di tengah masyarakat.

“Harlah ini bukan sekadar peringatan, tetapi juga refleksi untuk melihat sejauh mana kita telah berkontribusi dan bagaimana merespons kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Iksaag ke depan diharapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial yang berkembang.

Baca Juga :  Bocoran 'Orang Dalam' Calon Kuat Pj Bupati Sampang Berinisial A

Refleksi tersebut turut diperkuat melalui program “Tadarus Sosial; Ngaji Realitas Sosial Gili Iyang” yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan. Melalui program itu, santri diajak memahami kondisi nyata masyarakat dari berbagai aspek.

“Ngaji tidak hanya dimaknai sebagai membaca kitab, tetapi juga membaca realitas sosial yang terjadi di masyarakat,” kata Gafur.

Menambahkan, Ketua Panitia Peringatan Harlah ke-XIII Iksaag, Ekil, menjelaskan bahwa konsep peringatan tahun ini juga dikemas dengan pendekatan kultural, salah satunya melalui penggunaan ketupat sebagai simbol dalam prosesi Harlah.

Baca Juga :  Di Depan Ribuan Jamaah Ranting NU di Gapura, Gus Islah Ingatkan adanya Gerakan Musuh NU

Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kedekatan antara organisasi dengan masyarakat.

“Peringatan Harlah ke-XIII Iksaag ini sekaligus menjadi momentum bagi Iksaag untuk menegaskan arah gerak organisasi ke depan, yakni tidak hanya sebagai wadah kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran sosial di tengah masyarakat,” tandasnya. (*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

Kader Jumantik Perkuat Gerakan Cegah DBD, Ajak Warga Aktif Jaga Kebersihan Lingkungan
Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo Tekankan Ketahanan Pangan hingga Jaminan Sosial Sesuai UUD 1945
Buntut Tambang Ilegal, GMPP Madura Desak Kapolres Bangkalan Dicopot
PDI Perjuangan Sumenep Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Madrasah Diniyah di Gapura
PKB Minta Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan Wilayah Kepulauan
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Gula dalam Dua Tahun
Respons Laporan Call Center 112, Baznas Sumenep Segera Perbaiki Rumah Lansia di Longos
Bupati Fauzi Minta Koperasi Tinggalkan Pola Lama demi Hadapi Perubahan Ekonomi

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:16 WIB

Kader Jumantik Perkuat Gerakan Cegah DBD, Ajak Warga Aktif Jaga Kebersihan Lingkungan

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:07 WIB

Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo Tekankan Ketahanan Pangan hingga Jaminan Sosial Sesuai UUD 1945

Senin, 20 Juli 2026 - 20:35 WIB

Buntut Tambang Ilegal, GMPP Madura Desak Kapolres Bangkalan Dicopot

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:55 WIB

PDI Perjuangan Sumenep Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Madrasah Diniyah di Gapura

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:33 WIB

PKB Minta Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan Wilayah Kepulauan

Berita Terbaru