Di Depan Ribuan Jamaah Ranting NU di Gapura, Gus Islah Ingatkan adanya Gerakan Musuh NU

Redaksi Nolesa

Kamis, 2 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, NOLESA.com — Pengurus Ranting (PR) NU Ranting Grujugan Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep menggelar Orasi Keagamaan dan Kebangsaan, Kamis, 02 Maret 2023.

Kegiatan yang dipusatkan di Belakang Balai Desa Grujugan Kecamatan Gapura ini dihadiri Gus Islah Bahrawi, Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Jakarta.

Ribuan Nahdliyyin yang terdiri dari Perwakilan Ranting se Kecamatan Gapura dari Banom hingga Majelis Wakil Cabang (MWC) Kecamatan Gapura hadir memeriahkan kegiatan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KH. Rofiqi, Ketua Ranting NU Grujugan berharap dengan adanya kegiatan ini antusias masyarakat dalam mengikuti NU semakin bergelora menyongsong Abad Kedua Nahdhatul Ulama.

“Meski hujan semoga semua masyarakat mendapatkan Rahmat dari Allah. Ini merupakan Siraman menuju Abad Nahdlatul Ulama. Karena terbukti masyarakat sangat antusias terhadap kegiatan NU

Dalam penyampaiannya, Gus Islah, sapaan akrabnya meneguhkan masyarakat agar terus mencintai tanah air melalui ajaran ajaran NU.

Baca Juga :  Satpol PP Sumenep dan Bea Cukai Terus Berupaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal di Musim Tembakau

“NU di Indonesia harus mengawal Arab Saudi jangan sampai terlalu kebablasan. Kita umat Indonesia harus mengawal ini tapi bagaimanapun Saudi tidak boleh terlalu kelewatan. Kita ingin mereka terkawal maqasid syariahnya. Jangan sampai keluar jalur,” ungkapnya.

Menurutnya, gerakan Wahabi internasional didukung oleh aliran uang yang luar biasa. Bahkan, kalau ada muallaf dari kalangan artis maka mereka tawarkan dengan uang ini.

“Saya bertanggung jawab dengan data ini. Saya tidak mau menyebutkan nama. Ini saya bertanggung jawab. Ilmu agama orang itu dibeli dengan uang. Uang ini yang digulirkan untuk mengkafirkan kita semua. Saya tidak menjelekkan mereka, tapi tolong jangan mengkafirkan orang yang berbeda,” tegasnya.

Menurutnya, mengutip dari ilmuan Amerika mengatakan bahwa NU merupakan lembaga di Indonesia.

“Kalau NU tumbang, maka Indonesia tumbang. Karena NU tidak mengajarkan kebencian kepada siapapun yang berbeda. Yang penting jangan mengganggu keimanan, karena di NU itu diajarkan untuk saling ta’aruf,” katanya.

Baca Juga :  BPPKAD Sumenep Imbau Masyarakat Bayar Pajak Bumi dan Pembangunan

“Mengapa mereka tidak mengakui bahwa jaringan terorisme itu dari Wahabi karena mereka membuka jurusan pembuka melalui ustad ustad salafi yang ada di media. Produk akhirnya menjadi teroris. Karena mereka selalu diajarkan klaim kebenaran,”katanya

“Sumenep sempat menjadi episentrum terorisme. Sumenep ini saya pastikan delapan orang ini penganut Wahabi,” katanya.

Ia menambahkan dan setuju terhadap fiqih peradaban yang dirancang oleh PBNU. Menurutnya, konsep khilafah yang membuat umat Islam terpecah belah.

“Politik ini yang menjadi duri dalam daging agama Islam. Yang kemudian dipelihara oleh kepentingan barat supaya terus ada permusuhan dan tidak ada jalan damai. Makanya NU kemudian bersepakat untuk menolak cita cita politik khilafah ini. ” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa ada tiga kelompok yang ingin menghancurkan NU. Pertama, Salafi Wahabi. Kedua, Hizbut Tahrir. Ketiga, Ikhwanul Muslimin.

Baca Juga :  Dalam Sebulan, Tim Berhasil Himpun Ratusan Merk Rokok Ilegal di Kabupaten Sumenep

“Ikhwanul Muslimin ini adalah orang orang yang paling efektif memecah belah NU. Karena Ubudiyahnya sama. Cuma dipecah dari dalam. Kelompok inilah yang masuk ke lingkungan NU dan ingin menegakkan khilafah padahal Kiai Hasyim Asyari mengatakan bahwa Pancasila adalah kesepakatan bersama,” katanya.

“Kalau dalam dunia terorisme perempuan ini yang direktur karena perempuan dikenal loyal terhadap ideologi dan perempuan ini bisa berpura pura seolah olah dia manusia tidak tahu apa apa padahal di dalamnya banyak bom,” katanya.

“NU tidak pernah mengajarkan kepada warganya untuk menghianatu bangsanya sendiri. Oleh karena itulah NU betul betul menjadi pasak dari kebersamaan bangsa ini,” ungkapnya.

Kepada Nahdliyyin di desa, ia berharap terus mengawal dan mengkader anak anak perempuan yang ahli di bidang fiqh. Karena menurutnya, selama ini selalu menjadi kelas nomor dua.


Penulis : Waris

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

IKA UNIJA Madura Kaji Wacana Kabupaten Kepulauan Sumenep Lewat Forum Akademik
Kapolresta Ariek Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Kantor PWRI Sumenep
Pemkab Bangkalan Percepat Sekolah Rakyat, Ditargetkan Siap Tahun Ajaran 2027
JMSI Sumenep Dorong Kemitraan dengan Polresta Lebih Terbuka dan Profesional
Layanan UHC Tanpa Perbedaan, Keluarga Pasien Apresiasi Pelayanan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep
UKM PSHT UTM Raih Piala Rektor dan Juara Umum 3 di Ajang Trunojoyo Cup IV
Pemkab Bangkalan Genjot Imunisasi dan Tekan Stunting Lewat Lomba Video Inovasi
Tak Perlu ke Luar Kota, Arinna Hidayah Salon & SPA Resmi Hadir di Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:24 WIB

IKA UNIJA Madura Kaji Wacana Kabupaten Kepulauan Sumenep Lewat Forum Akademik

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:13 WIB

Kapolresta Ariek Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Kantor PWRI Sumenep

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:46 WIB

Pemkab Bangkalan Percepat Sekolah Rakyat, Ditargetkan Siap Tahun Ajaran 2027

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:37 WIB

JMSI Sumenep Dorong Kemitraan dengan Polresta Lebih Terbuka dan Profesional

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:55 WIB

Layanan UHC Tanpa Perbedaan, Keluarga Pasien Apresiasi Pelayanan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep

Berita Terbaru