SUMENEP, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang dikemas dengan Festival Kreasi Anak Yatim di Pendopo Agung Kraton Sumenep, Minggu, 15 Februari 2026.
Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, anak yatim dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab menyalurkan santunan kepada 750 anak yatim, dengan penyerahan dilakukan secara simbolis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, R. Achmad Syahwan Effendi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat keimanan dan kepedulian sosial.
“Peristiwa Isra Mikraj merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk menerima perintah salat lima waktu. Peristiwa ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang mengajarkan tentang keimanan, keteguhan, dan ketaatan,” ujar Syahwan.
Terkait santunan anak yatim, Syahwan menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah.
“Festival anak yatim yang kita selenggarakan hari ini adalah bentuk nyata kepedulian dan kasih sayang. Memuliakan anak yatim adalah jalan menuju keberkahan. Mereka bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Sementara itu, KH Ahmad Halimy dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan sejatinya kembali untuk diri sendiri.
“Kalau kita berbuat baik, sejatinya itu untuk diri kita sendiri. Jadi ketika kita memberi santunan kepada anak yatim, itu sebenarnya menjadi tabungan kita kelak saat masuk ke alam kubur dan ketika menghadap Allah SWT,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa menyantuni anak yatim bukan semata-mata untuk kepentingan mereka, tetapi juga sebagai bekal amal bagi pemberi.
“Bukan untuk anak yatimnya, melainkan untuk kepentingan kita sendiri sebagai bekal saat kita kelak menghadap Allah SWT,” imbuh KH Halimy.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan penampilan kreasi anak yatim, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an hingga pertunjukan seni islami.
Pemerintah daerah berharap kegiatan itu tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk memperkuat solidaritas sosial di Kabupaten Sumenep. (*)
Penulis : Rusydiyono










