TULUNGAGUNG, NOLESA.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menegaskan komitmennya untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda yang ingin berkiprah di bidang sosial maupun politik.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar partai dalam menyiapkan regenerasi kader yang berkelanjutan dan relevan dengan perkembangan zaman.
Keseriusan tersebut tercermin dalam instruksi partai terkait penyusunan struktur organisasi PDI Perjuangan ke depan. Dalam struktur kepengurusan tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) hingga Ranting, komposisi generasi muda ditargetkan mencapai 45 hingga 50 persen. Kebijakan ini diharapkan mampu memberi ruang aktualisasi bagi anak muda potensial di setiap wilayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Erma Susanti, menegaskan bahwa regenerasi kader bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan mutlak.
“Buka pintu selebar-lebarnya untuk generasi muda potensial di lingkungan masing-masing. Regenerasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan keberlanjutan napas partai,” ujarnya, Jumat, 6 Februari 2026.
Menurut Erma, antusiasme publik terhadap PDI Perjuangan saat ini terbilang tinggi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya elemen masyarakat di luar struktur partai yang menunjukkan ketertarikan untuk bergabung. Kondisi ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan masih memiliki daya tarik kuat di tingkat akar rumput.
Namun demikian, Erma mengingatkan bahwa daya tarik tersebut harus diimbangi dengan soliditas internal. Seluruh struktur dan kader partai di Tulungagung diminta tetap menjaga persatuan dalam proses reorganisasi dengan berpegang pada prinsip Demokrasi Pancasila.
“Dalam penyusunan struktur mulai dari PAC hingga Ranting dilarang keras menggunakan budaya voting-votingan yang kerap memicu perpecahan. Rembukan atau musyawarah mufakat adalah harga mati,” tegasnya.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu juga mengungkapkan tantangan politik ke depan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada rentang 2029–2030 sekitar 70 persen pemilih merupakan pemilih pemula dari kalangan Generasi Milenial, Gen Z, dan Gen Alpha. Jika gagal merebut simpati generasi muda, bonus demografi justru dapat menjadi ancaman serius bagi eksistensi partai.
Menjawab tantangan tersebut, PDI Perjuangan Tulungagung mulai beradaptasi dengan pendekatan yang lebih modern.
“PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung tidak lagi kaku, tapi selalu hadir di ruang-ruang digital kreatif yang digandrungi anak muda seperti program Soekarno Leadership Camp yang bisa menjadi ujung tombak ideologisasi gaya baru,” jelas Erma.
Selain itu, DPC Tulungagung juga meluncurkan podcast “Ruang Muda” serta aktif memanfaatkan media sosial seperti Instagram. Transformasi ini menjadi bukti bahwa PDI Perjuangan berupaya tampil sebagai partai modern yang tetap berakar pada ideologi.
“PDI Perjuangan harus menjadi partai yang relate dengan kegelisahan dan gaya hidup generasi muda, tanpa meninggalkan akar ideologisnya,” pungkasnya. (*)
Penulis : Arif










