HSN 2025, Said Abdullah Tegaskan Peran Pesantren Bagi Kemandirian Bangsa

Redaksi Nolesa

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah (foto: istimewa)

Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah (foto: istimewa)

JAKARTA, NOLESA.COM – Pada peringatan Hari Santri Nasional 2025 Ketua Banggar DPR RI menegaskan kembali tentang identitas dan kiprah pesantren bagi kemandirian bangsa.

MH Said Abdullah yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) itu menyatakan bahwa santri dan dunia pesantren tidak lagi bisa dianggap sebagai komunitas yang tertinggal atau berpandangan kolot.

Menurutnya, stigma tersebut sudah tidak relevan dengan perkembangan pesantren saat ini yang justru tumbuh menjadi pusat pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga penyebaran nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Santri dan pesantren kerap diasosiasikan ndeso, kurang pergaulan, dan berpandangan kolot. Bahkan digambarkan memelihara budaya feodal, seperti dalam salah satu tayangan televisi beberapa waktu lalu. Benarkah penggambaran ini?” ujar Said dalam keterangannya, Rabu, 22 Oktober 2025.

Politisi asal Sumenep ini menegaskan, pihaknya tidak bisa melarang orang lain membangun persepsi. Namun, ia menilai bahwa dunia pesantren kini telah bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Tidak hanya mendalami ilmu agama, para santri juga dibekali berbagai keterampilan hidup dan kewirausahaan.

Baca Juga :  Permintaan Ekspor Produk Pertahanan Buatan Indonesia Kian Meningkat

“Banyak pesantren yang berakselerasi dengan perkembangan zaman. Para santri, dengan bimbingan para kiai, telah mampu menumbuhkan jiwa wirausaha,” tuturnya.

Said mencontohkan Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan, Jawa Timur, yang berhasil membangun jaringan ritel lebih dari 125 lokasi di Jawa dan Kalimantan. Jaringan ritel tersebut menyerap produk-produk UMKM lokal sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar.

Sementara itu, di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, para santri mengembangkan berbagai usaha seperti Lirboyo Bakery, unit pengolahan sampah plastik, dan depo air minum yang dikelola secara mandiri oleh santri.

“Dua contoh itu hanyalah sebagian kecil dari banyaknya kegiatan ekonomi kreatif di pesantren. Jika diulas satu per satu, akan banyak sekali usaha yang digawangi para santri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Keberatan Fungsi Penelitian Diintegrasikan dengan BRIN, Komnas HAM Surati Presiden Jokowi

Selain berkiprah di bidang ekonomi, santri juga aktif di bidang teknologi, jurnalisme, bahasa asing, dan media sosial. Fenomena viralnya ceramah para ulama seperti Gus Baha, KH Anwar Zahid, dan Gus Muwafiq, menurut Said, merupakan bukti keberhasilan santri dalam mendigitalisasi dakwah Islam melalui platform daring.

Tak hanya di bidang ekonomi dan teknologi, kiprah santri juga kuat di sektor politik dan kepemimpinan nasional. Said menegaskan, santri kini tersebar di berbagai partai politik, termasuk partai nasionalis seperti PDI Perjuangan.

“Saya sendiri adalah santri. Sejak 1988 saya aktif di PDI, dan pada 1999 menjadi bagian dari PDI Perjuangan,” katanya.

Menurut Said, para santri kini juga banyak berperan di berbagai profesi seperti akademisi, LSM, militer, jurnalis, tenaga medis, hingga birokrasi. Beberapa bahkan telah mencapai posisi strategis, seperti jenderal TNI dan pejabat negara.

Baca Juga :  Kemnaker dan Kemenkop UKM Kolaborasi Wujudkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih

Ia juga mencontohkan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai bukti nyata kemampuan santri memimpin bangsa dengan pemikiran terbuka dan wawasan global.

“Gus Dur adalah contoh nyata santri yang mampu menjadi pemimpin nasional dan tokoh kultural kelas dunia,” tegas Said.

Said menambahkan, santri merupakan sosok yang terbuka, kosmopolit, dan menjadi jangkar perdamaian dalam menebarkan Islam yang rahmatan lil alamin.

“Menjadi santri bukan hanya soal identitas, tetapi juga tanggung jawab besar. Di pundak para santri, masyarakat melihat wajah Islam. Karena itu, santri harus selalu mawas diri dan terus memperbaiki diri,” tandasnya.

Penulis : Arif

Berita Terkait

Legislator PKB Apresiasi Ojol Jadi Pelaku Usaha Mikro, Dorong Perlindungan dan Akses Pembiayaan
Kemenhaj Dorong Tata Kelola Berbasis Data dan Bukti untuk Perkuat Pelayanan Jemaah
Kado HUT ke-81 RI, Novita Hardini Hadiahkan Dua Ambulans Gratis untuk Warga Trenggalek
Ketua DPR RI Puan Mahan Soroti RAPBN 2027 yang Hampir Tembus Rp4.000 Triliun
Para Tamu Istimewa Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR RI 2026
Profil Abdul Kholiq Suhri: Advokat Bondowoso Di Balik Gugatan MK Soal MBG
Jangan Terkecoh Konten Viral! Pakar Siber Beberkan Alasan Konten Bisa Dihapus
HUT Ke-81 RI Diawali Doa dan Zikir Kebangsaan

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Legislator PKB Apresiasi Ojol Jadi Pelaku Usaha Mikro, Dorong Perlindungan dan Akses Pembiayaan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:15 WIB

Kemenhaj Dorong Tata Kelola Berbasis Data dan Bukti untuk Perkuat Pelayanan Jemaah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Kado HUT ke-81 RI, Novita Hardini Hadiahkan Dua Ambulans Gratis untuk Warga Trenggalek

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Ketua DPR RI Puan Mahan Soroti RAPBN 2027 yang Hampir Tembus Rp4.000 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Para Tamu Istimewa Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR RI 2026

Berita Terbaru

Pesan Bupati Sumenep pada Syukuran HUT ke-81 RI (Foto: Istimewa)

Daerah

Pesan Bupati Sumenep pada Syukuran HUT ke-81 RI

Jumat, 21 Agu 2026 - 12:30 WIB