Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Berbagi Pengetahuan Berkaitan dengan Larangan Ihram Saat Berhaji dan Pentingnya Jaga Kesehatan

Redaksi Nolesa

Sabtu, 15 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar foto bersama dengan beberapa jamaah haji Kabupaten Sumenep (Foto: Hairil Fajar/nolesa.com)

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar foto bersama dengan beberapa jamaah haji Kabupaten Sumenep (Foto: Hairil Fajar/nolesa.com)

Sumenep, NOLESA.com – Sudah jamak diketahui bahwa Ibadah haji rukun Islam yang ke lima yang wajib dilakukan oleh setiap umnat Muslim yang mampu untuk menunaikan.

Salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan haji adalah memakai ihram, yang menandai dimulainya rangkaian ibadah haji.

Selama berada dalam keadaan ihram, jamaah diwajibkan untuk mematuhi sejumlah larangan yang bertujuan menjaga kesucian dan kekhusyukan ibadah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar menyampaikan, ihram adalah kondisi suci yang dimulai dengan niat haji atau umrah dan memakai pakaian ihram.

Baca Juga :  Ratna Juwita Sari Ingatkan Kementerian ESDM Terkait Target Bauran Energi

Pakaian ihram untuk pria terdiri dari dua helai kain putih tanpa jahitan, sementara wanita mengenakan pakaian yang menutup aurat kecuali wajah dan telapak tangan.

“Dengan memahami dan mematuhi larangan ihram, jamaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan diterima oleh Allah SWT. Menjaga kesucian dan kekhusyukan selama haji bukan hanya kewajiban, tetapi juga jalan menuju keberkahan dan pahala yang berlipat ganda,” kata Fajar dalam keterangannya, Sabtu 15 Juni 2024.

Baca Juga :  Pesan Penting Presiden Jokowi pada HUT TNI ke-77 TNI

Di samping itu, Dirut Fajar juga mengungkapkan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah heatstroke saat berhaji.

Kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi, terutama pada musim panas, dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius bagi para jamaah haji, salah satunya adalah serangan heatstroke.

“Oleh karena itu, menjaga kesehatan dan mencegah heatstroke menjadi sangat penting selama pelaksanaan haji,” tutur Fajar.

Baca Juga :  83 Ribu Kepala Desa Hadiri Peresmian Kopdes Merah Putih

Menurutnya, menjaga kesehatan dan mencegah heatstroke sangat penting selama menjalankan ibadah haji.

Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan dan mengetahui cara menangani heatstroke, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman dan khusyuk.

“Persiapan yang baik dan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan pribadi akan membantu jamaah menghindari risiko kesehatan yang berbahaya, sehingga dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan penuh berkah,” pungkas suami dokter Ellya Fardasah itu.

Penulis : Rusydiyono

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara
Presiden Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah
SE Menkomdigi Untuk Lindungi Sisa Kuota Pelanggan Seluler
Suarakan Inklusivitas di Muktamar NU, PP IPNU Gelar Bedah Buku Fiqh Disabilitas
Legislator PKB Apresiasi Ojol Jadi Pelaku Usaha Mikro, Dorong Perlindungan dan Akses Pembiayaan
Kemenhaj Dorong Tata Kelola Berbasis Data dan Bukti untuk Perkuat Pelayanan Jemaah
Kado HUT ke-81 RI, Novita Hardini Hadiahkan Dua Ambulans Gratis untuk Warga Trenggalek
Ketua DPR RI Puan Mahan Soroti RAPBN 2027 yang Hampir Tembus Rp4.000 Triliun

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 00:22 WIB

Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara

Senin, 7 September 2026 - 23:08 WIB

Presiden Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:17 WIB

SE Menkomdigi Untuk Lindungi Sisa Kuota Pelanggan Seluler

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Suarakan Inklusivitas di Muktamar NU, PP IPNU Gelar Bedah Buku Fiqh Disabilitas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Legislator PKB Apresiasi Ojol Jadi Pelaku Usaha Mikro, Dorong Perlindungan dan Akses Pembiayaan

Berita Terbaru