Tragedi Pencabulan Santriwati di Sumenep, KOPRI PMII: Pengkhianatan Terhadap Dunia Pendidikan Pesantren

Redaksi Nolesa

Jumat, 13 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KOPRI Sumenep, Yuliyana Putri (for NOLESA.COM)

Ketua KOPRI Sumenep, Yuliyana Putri (for NOLESA.COM)

SUMENEP, NOLESA.COM – Korps PMII Putri (KOPRI) Cabang Sumenep menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras dugaan kasus pencabulan yang melibatkan oknum pengasuh pondok pesantren berinisial SN, yang diduga telah mencabuli sedikitnya 20 santriwati dan siswa di Kangean, Sumenep.

Ketua KOPRI PMII Cabang Sumenep, Yuliyana Putri, menegaskan bahwa perbuatan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merupakan pengkhianatan terhadap amanah pendidikan, nilai moral, dan ajaran agama.

Baca Juga :  Ngerti Tagline Bismillah Melayani, RSUD Moh. Anwar Sumenep Tambah Dokter Spesialis di Poliklinik Mata

“Seorang pengasuh pesantren seharusnya menjadi panutan moral, bukan justru menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap anak-anak yang seharusnya mereka lindungi. Kami mengecam keras tindakan bejat tersebut,” ujar Yuliyana Putri, Jumat 13 Juni 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, KOPRI PMII Sumenep mengapresiasi gerak cepat aparat Polres Sumenep dalam menangkap pelaku, serta mendorong penegakan hukum yang transparan, adil, dan memberikan keadilan bagi korban.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Berharap Kasus Penendang Sesajen Diselesaikan Secara Kekeluargaan

“Kami berencana menemui langsung para korban dan keluarganya guna memberikan dukungan moril dan pendampingan,” jelasnya.

Selain itu, KOPRI Sumenep akan melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah desa maupun kecamatan untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pemulihan secara psikologis maupun sosial.

Pihaknya juga mendorong seluruh pengelola pondok pesantren dan lembaga pendidikan lainnya untuk memperketat pengawasan internal serta membangun sistem pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Baca Juga :  Jam Kerja Dikurangi, Bupati Sumenep Minta Pelayanan Tetap Maksimal selama Ramadan

“Kasus ini menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa perlindungan terhadap anak dan santri harus menjadi prioritas bersama. Tidak boleh ada ruang bagi predator seksual di lingkungan pendidikan,” tegas Yuliyana Putri.

KOPRI PMII Sumenep berkomitmen untuk terus mengawal proses hukum kasus ini hingga tuntas serta memastikan lingkungan pesantren di Sumenep tetap menjadi ruang yang aman, bermartabat, dan layak bagi para santri untuk menuntut ilmu.(*)

Penulis : Wail Arrifqi

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

80 Persen Wajah Baru, Berikut Daftar Pengurus JMSI Jatim Periode 2025-2030
Di Bursa Wirausaha Unggulan, Menko Cak Imin Ingin UMKM Jadi Penikmat Pertumbuhan Ekonomi
Enam Poket Sabu Disita, Dua Pemuda Diciduk Satresnarkoba Sumenep
Tak Terhenti oleh PK dan Perlawanan, Eksekusi Putusan Inkracht Tetap Dilaksanakan
Pelantikan JMSI Jatim Dihadiri Dewan Pers
Novita Hardini Soroti Dampak Kenaikan BBM dan Pemblokiran Barcode Subsidi
Bedah Seni dan Budaya Lokal, Lesbumi Sumenep Hadirkan TA Bupati Bidang IPTEK
Pertama di Madura, UTM Resmi Buka Fakultas Kedokteran

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 01:07 WIB

80 Persen Wajah Baru, Berikut Daftar Pengurus JMSI Jatim Periode 2025-2030

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:34 WIB

Di Bursa Wirausaha Unggulan, Menko Cak Imin Ingin UMKM Jadi Penikmat Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:56 WIB

Enam Poket Sabu Disita, Dua Pemuda Diciduk Satresnarkoba Sumenep

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:44 WIB

Tak Terhenti oleh PK dan Perlawanan, Eksekusi Putusan Inkracht Tetap Dilaksanakan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:07 WIB

Novita Hardini Soroti Dampak Kenaikan BBM dan Pemblokiran Barcode Subsidi

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Resensi Buku

Ketika Jelata Angkat Suara

Kamis, 11 Jun 2026 - 01:38 WIB