SUMENEP, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur mengingatkan seluruh calon jemaah haji (CJH), tahun 2026, khususnya asal Sumenep agar tidak mengabaikan hal-hal penting demi kelancaran ibadah.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Sumenep KH. Imam Hasyim pada saat menghadiri Manasik Haji dan Pelepasan CJH 2026 di Gedung Korpri pada Kamis kemarin, 7 Mei 2026.
Orang nomor dua di lingkungan Pemkab Sumenep itu berpesan kepada para calon jemaah haji agar menjaga kesehatan supaya tubuh tetap prima. Peringatan itu disampaikan karena mengingat selama menjalankan ibadah suci padat rangkaian kegiatannya di Tanah Suci.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ibadah haji memiliki rangkaian kegiatan yang padat dan membutuhkan kondisi fisik kuat, sehingga harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, terutama dari segi kesehatan,” ujar Wabup Kiai Imam.
Ketua DPC PKB Sumenep itu meminta seluruh jemaah haji harus benar-benar menjaga kesehatan, karena aktivitas selama di Tanah Suci cukup padat dan menguras tenaga, sehingga kondisi fisik yang prima bisa menjalankan ibadah secara optimal.
“Jemaah haji dengan kondisi tubuh yang baik, tentu saja bisa menjalankan seluruh tahapan ibadah dengan lancar dan khusyuk,” katanya.
Ia menyatakan, para jemaah haji menjaga kesehatan sejak sebelum keberangkatan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga asupan cairan, berolahraga ringan secara rutin, serta cukup beristirahat.
“Kami mengingatkan untuk menjaga daya tahan tubuh, karena perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi, sehingga tidak mengabaikan anjuran dari petugas kesehatan di Tanah Suci,” jelasnya.
Selain itu, Wabup Kiai Imam meminta jemaah untuk disiplin dalam mengikuti arahan dari petugas kesehatan dan pembimbing ibadah haji. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan dan anjuran yang diberikan akan sangat membantu dalam mencegah gangguan kesehatan selama berada di Makkah.
“Jika merasa kelelahan atau kurang sehat, jangan dipaksakan. Segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat. Keselamatan dan kesehatan jemaah adalah yang utama,” tegasnya.
Selain menjaga kesehatan fisik, juga menjaga kesehatan mental selama menjalankan ibadah. Karena itu, tetap tenang, sabar, dan menjaga emosi di tengah padatnya aktivitas serta interaksi dengan jemaah dari berbagai negara.
“Kami mengharapkan, seluruh jemaah haji Kabupaten Sumenep bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar, sehat, sekaligus saling menjaga dan membantu satu sama lain, demi menciptakan suasana yang aman dan nyaman selama menjalankan ibadah,” tambahnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data di Bagian Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumenep, Kamiluddin menyatakan, jemaah haji Kabupaten Sumenep 2026, berjumlah 1.356 orang, terdiri dari laki-laki 651 orang, perempuan 705 orang. (*)
Penulis : Rusydiyono








