PaSKA Madura Gelar Sarasehan Literasi

Redaksi Nolesa

Selasa, 27 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, NOLESA.com — Dorong literasi terus berkembang, Pusat Studi Kebudayaan (PaSKA) Madura menggelar sarasehan literasi.

Sarasehan literasi bersama para penulis muda dan komunitas jurnalis digelar di salah satu rumah makan di Kabupaten Sumenep, Selasa 27 Desember 2022.

Hadir dalam acara yang bertajuk Sumenep dalam Tulisan tersebut, di antaranya, Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath, Kabag Hukum DPRD Sumenep, Hasan Basri, Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS), Ahmad Sa’ie, Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), Rusydiyono, dan Ketua Asosiasi Media Online Sumenep (Amos), Junaidi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Darul Hasyim Fath mengatakan, bahwa aktivis yang mampu menulis selalu memiliki keajedan dalam berpikir dan menyampaikan pendapat serta kritiknya. Kemampuan penulis dalam mengkonstruksi pikirannya dalam tulisan menjadi acara sederhana mengasah kepekaan memahami lingkungannya.

Baca Juga :  Berikut Daftar 7 Bintang Pelajar Madrasah Nasy-atul Muta'allimin Candi Tapel 2022/2023

“Sejujurnya, ada banyak aktivis yang memiliki kemampuan menulis yang baik, kemampuan mengkonstruksi pikirannya ke dalam tulisan. Menurut saya, mereka aktivis yang ajeg, yang memiliki sikap istiqomah terhadap pilihan-pilihan hidupnya, menyampaikan pendapatnya, menyampaikan kritiknya yang terkonstruksi dalam tulisan yang baik,” ujarnya.

Peserta sarasehan literasi beradu gagasan

Wakabid Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Sumenep itu juga menceritakan pengalaman dan pandangan dirinya dalam dunia menulis. Tulisan yang baik selalu menggambarkan satu pandangan yang terbebas dari rasa amarah.

“Saya sendiri pernah belajar menulis, tapi tidak seserius penulis-penulis yang lain. Tulisan yang baik bagi saya sebagai seorang politisi, adalah tulisan yang ditulis tanpa amarah. Sebab tulisan dengan amarah pasti bias,” jelasnya.

Dia juga mengapresiasi kegiatan sarasehan literasi yang diselenggarakan PaSKA Madura. Menurutnya, kegiatan seperti itu akan melahirkan gagasan-gagasan yang bisa jadi bekal untuk menegakkan peradaban di masa depan.

Baca Juga :  Kepala Pendidikan Sumenep Jamin Tidak Ada Perpeloncoan dalam Pelaksanaan MPLS

“Saya sepaham dengan kegiatan semacam ini, sebab tanpa tulisan, tak sesuatu hal pun yang bisa kita kenang. Kalau Tan Malaka bilang, dengan sumpah serapah sekalipun kau bangun reputasi nama baik di masa lalu, di masa depan tetaplah menjadi sampah bila tidak menulis,” tuturnya.

“Sebab bila tidak, di tengah simplifikasi medsos memotret realitas, interaksi menulis kian hari kian rumit dipahami orang lain dan dipahami oleh diri sendiri. Karena itu, menulis yang baik selalu menghadirkan gagasan yang bisa menjadi bekal tegaknya peradaban di masa depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Hukum DPRD Sumenep, Hasan Basri, mengatakan, dirinya belajar menulis pada tulisan AS Laksana.

“Kali pertama belajar menulis, saya suka sekali baca AS Laksana. Menurut saya, dia penulis yang lugas, berani dan mampu menuangkan semua yang ada di kepalanya itu secara komprehensif,” ujar Hasan.

Baca Juga :  BI Nobatkan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan sebagai Pesantren Ter-Digital di Jatim

Dia pun berharap, para penulis dan jurnalis untuk bisa menggunakan kesempatannya dalam menuangkan karyanya yang lahir dalam kebebasan berpikir. Di tengah kondisi pilihan hidup yang kadang mengekang, kebebasan berpikir begitu berharga.

“Tapi apalah daya, kondisi saya sekarang sebagai pegawai negeri, saya mengalami keterkekangan batin. Ketika saya ingin menuliskan semua hal, ternyata tidak bisa. Dalam kondisi seperti itulah, menurut saya kebebasan berpikir itu sesuatu yang sangat berharga,” jelasnya.

“Jadi, senyampang kita bisa bertemu dalam suasana seperti ini, tentunya hal ini sangat berharga. Dan bagi saya ini upaya untuk menyalakan lilin. Lilin untuk menerangi masa depan Sumenep yang lebih baik,” tutup pria yang akrab disapa Mas Hasan itu.


Penulis : Rusydiyono

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Mahasiswa Universitas Annuqayah Borong Juara I dan II Lomba Video Konten Literasi
Pertama di Madura, UTM Resmi Buka Fakultas Kedokteran
Tim PkM FBSB UNY Perkuat Pengetahuan Ekologi Tradisional di Kalangan Pelajar
Mahasiswa Universitas Annuqayah Madura Raih Prestasi Nasional di Ajang Business Plan
SPMB Tahun ini, Sekdaprov Riau Tegaskan Tak Ada Intervensi
UNY Latih Anak-anak Gedongkiwo Ubah Sampah Plastik Menjadi Wayang Edukatif
Tingkatkan Kepercayaan Diri Siswa, Dosen Ilmu Komunikasi Unpam Gelar Pelatihan Public Speaking di SMKS IPTEK Tangerang Selatan
Rustini Muhaimin Terus Kampanyekan Gerakan Literasi, Kali ini di MI YAPPI Balong

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:54 WIB

Mahasiswa Universitas Annuqayah Borong Juara I dan II Lomba Video Konten Literasi

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:51 WIB

Pertama di Madura, UTM Resmi Buka Fakultas Kedokteran

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:39 WIB

Tim PkM FBSB UNY Perkuat Pengetahuan Ekologi Tradisional di Kalangan Pelajar

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:09 WIB

Mahasiswa Universitas Annuqayah Madura Raih Prestasi Nasional di Ajang Business Plan

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:16 WIB

SPMB Tahun ini, Sekdaprov Riau Tegaskan Tak Ada Intervensi

Berita Terbaru