Novita Hardini Dorong Pacitan Jadi Destinasi Incentive Trip Berkelas Nasional

Redaksi Nolesa

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novita Hardini Dorong Pacitan Jadi Destinasi Incentive Trip Berkelas Nasional (Foto: Istimewa)

Novita Hardini Dorong Pacitan Jadi Destinasi Incentive Trip Berkelas Nasional (Foto: Istimewa)

PACITAN, NOLESA.COM – Kabupaten Pacitan dinilai memiliki modal wisata yang cukup kuat untuk dikembangkan menjadi destinasi perjalanan insentif atau incentive trip berskala nasional. Pengembangan tersebut dinilai dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mengatakan kekayaan wisata alam dan desa wisata di Pacitan perlu dikemas menjadi pengalaman perjalanan yang lebih lengkap, bukan sekadar menawarkan pemandangan kepada wisatawan.

Hal itu disampaikan Novita dalam Workshop bertema “Optimalisasi Potensi Pariwisata Daerah sebagai Daya Tarik Tujuan Wisata Perjalanan Insentif (Incentive Trip)” di Pantai Ngiriboyo dan Desa Wisata Sendang, Pacitan, Jawa Timur, Rabu kemarin, 26 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politisi PDI Perjuangan tersebut menyebut Pacitan telah memiliki basis wisatawan yang cukup besar. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dalam Kabupaten Pacitan Dalam Angka, kunjungan wisatawan pada 2023 mencapai sekitar 1,3 juta. Sementara pada 2024 tercatat sekitar 1,14 juta kunjungan, dengan lebih dari 1,14 juta wisatawan domestik dan 324 wisatawan mancanegara.

Menurut Novita, angka tersebut menunjukkan bahwa Pacitan sudah memiliki daya tarik wisata sekaligus pasar. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana mengubah kunjungan tersebut menjadi aktivitas wisata yang memberikan dampak ekonomi lebih besar.

“Pacitan sudah memiliki pasar dan magnet wisata yang nyata. Tetapi pekerjaan kita bukan sekadar mengejar jumlah pengunjung. Kita harus membuat orang punya alasan untuk datang kembali, tinggal lebih lama, dan membelanjakan lebih banyak uangnya di Pacitan,” ujarnya.

Baca Juga :  Rokok Madura Produk PT ESM Diekspor ke Malaysia

Wisatawan Ditawarkan Pengalaman Terintegrasi

Novita menjelaskan konsep incentive trip memiliki karakter berbeda dengan perjalanan wisata biasa. Rombongan perusahaan, komunitas, maupun kelompok tertentu tidak cukup hanya diarahkan dari satu objek wisata ke objek lainnya.

Paket perjalanan harus mampu menggabungkan wisata, aktivitas kelompok, kuliner, budaya, akomodasi, hingga produk ekonomi kreatif masyarakat.

“Bayangkan sebuah perusahaan membawa tim terbaiknya ke Pacitan. Pagi menikmati pantai, siang melakukan kegiatan kebersamaan, sore menyusuri sungai atau menikmati gua, malam makan bersama dengan sajian UMKM lokal dan pertunjukan budaya. Besoknya mereka pulang membawa oleh-oleh, konten, kenangan, dan cerita bahwa Pacitan ternyata luar biasa,” jelasnya.

Menurut dia, konsep tersebut berpotensi menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas. Pengeluaran wisatawan tidak hanya masuk ke objek wisata, tetapi juga mengalir ke hotel, transportasi, restoran, UMKM, pemandu wisata, hingga perajin cendera mata.

Pantai Klayar menjadi salah satu contoh destinasi dengan daya tarik tinggi. Data 2024 mencatat sekitar 215 ribu kunjungan ke destinasi tersebut.

Persoalannya, kata Novita, bagaimana pengunjung yang sudah datang ke satu objek dapat diarahkan untuk menjelajahi destinasi lain di Pacitan.

“Semakin lama wisatawan tinggal, semakin banyak pintu ekonomi yang terbuka,” tegasnya.

Empat Langkah Pengembangan

Baca Juga :  Perjuangkan Rute Penerbangan Sumenep - Jakarta, Bupati Ra Fauzi Curhat ke Gubernur Khofifah

Untuk mendorong Pacitan masuk ke pasar incentive trip, Novita menyampaikan empat langkah yang perlu diperkuat.

Pertama, menyediakan paket perjalanan yang siap ditawarkan kepada pasar. Paket tersebut dapat dirancang untuk perjalanan dua hari, tiga hari, atau lebih dengan menggabungkan destinasi, penginapan, transportasi, kuliner, kegiatan kelompok, budaya, serta UMKM.

Kedua, meningkatkan standar pelayanan. Menurut Novita, kualitas pengalaman wisatawan sangat dipengaruhi oleh berbagai unsur, mulai dari pemandu, pengelola destinasi, hotel, rumah makan, penyedia transportasi hingga pelaku usaha oleh-oleh.

Ketiga, membangun kolaborasi yang lebih kuat. Pemerintah daerah perlu bersinergi dengan Kementerian Pariwisata, DPR RI, industri pariwisata, agen perjalanan, perhotelan, komunitas, UMKM, desa wisata, dan generasi muda.

Keempat, memperbarui cara promosi. Pacitan tidak cukup hanya dipasarkan melalui foto-foto keindahan alam, tetapi perlu memperlihatkan pengalaman yang bisa diperoleh wisatawan selama berada di daerah tersebut.

“Anak-anak muda Pacitan punya kemampuan luar biasa membuat konten. Jangan hanya menjual foto pantai yang cantik. Mari kita jual pengalaman bagaimana rasanya menikmati sunrise, kuliner khas, menyusuri Maron, menikmati Goa Gong hingga merasakan kebersamaan dalam perjalanan yang tidak ditemukan di tempat lain,” katanya.

Ekonomi Warga Harus Jadi Muara

Novita menilai keberhasilan sektor pariwisata seharusnya tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah kunjungan. Yang tidak kalah penting adalah seberapa besar aktivitas wisata memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Berdasarkan Hasil Penelitian, Kesalehan Sosial Masyarakat Sumenep Sangat Tinggi

“Wisata bukan hanya tentang tempat. Ada bapak yang membuka warung, ibu yang menyiapkan makanan khas, pemuda yang menjadi pemandu, dan pengrajin yang membuat cendera mata. Ketika satu rombongan incentive trip datang, yang bergerak bukan hanya satu hotel atau satu objek wisata. Bisa jadi satu kampung ikut merasakan manfaatnya,” tuturnya.

Di tengah upaya memperluas pasar wisata, Novita juga mengingatkan agar Pacitan tetap mempertahankan karakter lokalnya. Keunikan budaya dan keramahan masyarakat justru menjadi modal yang tidak dimiliki semua daerah.

“Kita tidak perlu minder. Pacitan punya identitas yang kuat. Kita tidak harus menjadi seperti daerah lain. Justru kekuatan kita ada pada keaslian Pacitan. Wong Pacitan kuwi dikenal sederhana, grapyak, lan seneng nyambut tamu. Nilai itu adalah pengalaman yang tidak bisa digantikan teknologi,” ujarnya.

Novita mengapresiasi dukungan Kementerian Pariwisata serta komitmen Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Ia berharap hasil workshop dapat ditindaklanjuti dalam bentuk paket wisata baru, kerja sama antarpemangku kepentingan, serta strategi promosi yang mampu meningkatkan durasi kunjungan dan belanja wisatawan.

“Saya percaya Pacitan tidak kekurangan potensi. Yang kita butuhkan adalah keberanian mengemas potensi, konsistensi meningkatkan kualitas, dan kemauan berjalan bersama. Mari kita jadikan Pacitan bukan sekadar tempat yang indah untuk dikunjungi, tetapi tempat yang dirindukan untuk didatangi kembali,” pungkas Novita. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

MCF Jadi Panggung Kolaborasi Budaya Madura dan Tapal Kuda
Pemkab Apresiasi Gerakan JMSI Sumenep Tanam 1.500 Pohon Mangrove di Pantai Matahari
Indeks Desa Sumenep Melonjak, 146 Desa Kini Berstatus Mandiri
Suarakan Inklusivitas di Muktamar NU, PP IPNU Gelar Bedah Buku Fiqh Disabilitas
PT Arinna Makmur Sentosa Ajak Warga Sumenep Bersholawat, Hadirkan Gus Kautsar dan Majelis Azzahir
Bupati Sumenep Dorong Desa Kembangkan Wisata Berbasis Potensi Lokal
Stand Bappeda Sumenep di MCF Jadi Lokasi Lomba Foto Smartphone
Dinas Kebudayaan DIY: Pencak Silat Bukan Sekadar Warisan Tradisi

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:00 WIB

MCF Jadi Panggung Kolaborasi Budaya Madura dan Tapal Kuda

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:49 WIB

Pemkab Apresiasi Gerakan JMSI Sumenep Tanam 1.500 Pohon Mangrove di Pantai Matahari

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Indeks Desa Sumenep Melonjak, 146 Desa Kini Berstatus Mandiri

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Novita Hardini Dorong Pacitan Jadi Destinasi Incentive Trip Berkelas Nasional

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Suarakan Inklusivitas di Muktamar NU, PP IPNU Gelar Bedah Buku Fiqh Disabilitas

Berita Terbaru

MCF Jadi Panggung Kolaborasi Budaya Madura dan Tapal Kuda (Foto: Istimewa)

Daerah

MCF Jadi Panggung Kolaborasi Budaya Madura dan Tapal Kuda

Sabtu, 29 Agu 2026 - 00:00 WIB