SUMENEP, NOLESA.COM – Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo mendorong pemerintah desa mengembangkan potensi wisata di wilayahnya secara kreatif dan berkelanjutan. Pengembangan tersebut dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Achmad Fauzi saat mengunjungi Stand Festival Desa Wisata dalam rangkaian Madura Culture Festival (MCF) 2026 di GOR A. Yani Panglegur, Kamis malam, 27 Agustus 2026.
Menurutnya, setiap desa memiliki keunggulan yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Potensi tersebut tidak hanya berupa panorama alam, tetapi juga mencakup budaya, tradisi, kuliner, hingga kreativitas masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Desa jangan hanya melihat potensi wisata dari sisi keindahan alam, tetapi bagaimana mengemas budaya, tradisi, kuliner dan kreativitas masyarakat menjadi daya tarik yang memiliki nilai ekonomi,” kata Bupati Fauzi.
Ia meminta pengembangan desa wisata dilakukan dengan melibatkan masyarakat sejak proses perencanaan hingga pengelolaannya. Dengan keterlibatan warga, keberadaan destinasi diharapkan tidak sekadar mendatangkan wisatawan, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi bagi masyarakat setempat.
Bupati Fauzi juga mendorong pemerintah desa membangun kerja sama dengan berbagai unsur. Kelompok sadar wisata, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas, serta generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam mengembangkan destinasi.
“Kami mendorong pemerintah desa melakukan inovasi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kelompok sadar wisata, pelaku UMKM, komunitas, serta generasi muda,” jelasnya.
Menurut Bupati Fauzi, desa wisata perlu dibangun sebagai sebuah ekosistem yang mampu memberikan pengalaman kepada wisatawan. Faktor keamanan dan kenyamanan juga harus menjadi perhatian agar wisatawan memiliki alasan untuk datang dan kembali berkunjung.
Masyarakat, kata dia, harus ditempatkan sebagai pelaku utama sehingga manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara langsung.
Selain pembenahan destinasi, promosi juga menjadi bagian penting dalam memperkenalkan potensi desa. Pemerintah desa bersama masyarakat diminta memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan promosi.
Konten mengenai keunikan desa, destinasi wisata, produk kuliner, budaya, dan aktivitas masyarakat dapat menjadi sarana untuk menarik wisatawan dari berbagai daerah.
“Desa wisata apabila dikelola dengan baik bisa menjadi kekuatan baru ekonomi daerah, karena itu, bersama-sama mengembangkan potensi desa agar semakin terkenal dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Penulis : Rifan Anshory









