Indeks Desa Sumenep Melonjak, 146 Desa Kini Berstatus Mandiri

Redaksi Nolesa

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indeks Desa Sumenep Melonjak, 146 Desa Kini Berstatus Mandiri (Foto: Istimewa)

Indeks Desa Sumenep Melonjak, 146 Desa Kini Berstatus Mandiri (Foto: Istimewa)

SUMENEP, NOLESA.COM – Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo Perkembangan pembangunan desa di Kabupaten Sumenep menunjukkan perubahan signifikan dalam satu dekade terakhir.

Pada 2026, tidak ada lagi desa yang masuk kategori sangat tertinggal maupun tertinggal berdasarkan perkembangan status Indeks Desa.

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan perubahan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kapasitas desa dalam menjalankan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan Bupati Fauzi dalam acara penandatanganan berita acara pemutakhiran proyeksi status desa di Pendopo Agung Keraton, Jumat, 28 Agustus 2026.

Baca Juga :  Seriusi Aplikasi Khusus Layanan Kesehatan, Bupati Fauzi Terus Lakukan Pantauan

“Desa kondisinya mengalami perubahan yang sangat signifikan pada tahun 2026, karena saat ini, tidak ada lagi desa di Kabupaten Sumenep yang berstatus sangat tertinggal maupun tertinggal,” kata Bupati Fauzi.

Berdasarkan data Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, pada 2026 terdapat 39 desa berkembang, 145 desa maju, dan 146 desa mandiri di Kabupaten Sumenep.

Capaian tersebut berbeda jauh dengan kondisi pada 2016. Saat itu, masih terdapat 10 desa berstatus sangat tertinggal dan 124 desa tertinggal. Sebanyak 186 desa berada pada kategori berkembang, sementara desa yang telah mencapai status maju baru berjumlah 10.

Menurut Bupati Sumenep dua periode itu perubahan komposisi tersebut mencerminkan adanya peningkatan kualitas pembangunan desa. Perkembangan itu mencakup berbagai aspek, mulai pelayanan dasar, kondisi sosial dan ekonomi, infrastruktur hingga tata kelola pemerintahan desa.

Baca Juga :  Sekali Dilantik, Nia Kurnia Fauzi Langsung Dapat Dua Jabatan

“Desa mencapai status terbaru merupakan hasil dari proses pembangunan yang dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, khususnya pemerintah desa dan masyarakat,” terangnya.

Ia menegaskan, kenaikan status Indeks Desa tidak boleh hanya dipandang sebagai perubahan angka atau kategori. Lebih dari itu, capaian tersebut harus mencerminkan kemampuan desa dalam mengelola sumber daya, meningkatkan kesejahteraan warga, dan membangun kemandirian.

“Peningkatan status Indeks Desa ini merupakan capaian sekaligus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat desa,” tutur politikus PDI Perjuangan.

Baca Juga :  Camat Ganding Apresiasi Aliya Zahra Runner Up 1 Duta Wicara Jatim 2025

Pemkab Sumenep pun meminta desa yang telah mencapai kategori maju untuk tidak berhenti pada capaian tersebut. Pemerintah desa didorong terus meningkatkan kapasitas hingga mampu mencapai status mandiri.

Pengembangan potensi lokal menjadi salah satu langkah yang dinilai penting. Setiap desa diharapkan mampu mengoptimalkan keunggulan wilayahnya sehingga dapat memperkuat perekonomian dan meningkatkan daya saing masyarakat.

“Seluruh kepala desa, perangkat desa, serta masyarakat agar meningkatkan capaian melalui inovasi, kolaborasi, dan optimalisasi potensi yang dimiliki masing-masing desa,” pungkas Bupati Fauzi. (*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

MCF Jadi Panggung Kolaborasi Budaya Madura dan Tapal Kuda
Pemkab Apresiasi Gerakan JMSI Sumenep Tanam 1.500 Pohon Mangrove di Pantai Matahari
Novita Hardini Dorong Pacitan Jadi Destinasi Incentive Trip Berkelas Nasional
Suarakan Inklusivitas di Muktamar NU, PP IPNU Gelar Bedah Buku Fiqh Disabilitas
PT Arinna Makmur Sentosa Ajak Warga Sumenep Bersholawat, Hadirkan Gus Kautsar dan Majelis Azzahir
Bupati Sumenep Dorong Desa Kembangkan Wisata Berbasis Potensi Lokal
Stand Bappeda Sumenep di MCF Jadi Lokasi Lomba Foto Smartphone
Dinas Kebudayaan DIY: Pencak Silat Bukan Sekadar Warisan Tradisi

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:00 WIB

MCF Jadi Panggung Kolaborasi Budaya Madura dan Tapal Kuda

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:49 WIB

Pemkab Apresiasi Gerakan JMSI Sumenep Tanam 1.500 Pohon Mangrove di Pantai Matahari

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Indeks Desa Sumenep Melonjak, 146 Desa Kini Berstatus Mandiri

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Novita Hardini Dorong Pacitan Jadi Destinasi Incentive Trip Berkelas Nasional

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Suarakan Inklusivitas di Muktamar NU, PP IPNU Gelar Bedah Buku Fiqh Disabilitas

Berita Terbaru

MCF Jadi Panggung Kolaborasi Budaya Madura dan Tapal Kuda (Foto: Istimewa)

Daerah

MCF Jadi Panggung Kolaborasi Budaya Madura dan Tapal Kuda

Sabtu, 29 Agu 2026 - 00:00 WIB