TRENGGALEK, NOLESA.COM – Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini memiliki komitmen tinggi untuk terus menjaga pelestarian budaya.
Terbukti, minggu kedua Februari ia memberikan bantuan satu set gamelan kepada Kelompok Budaya Turonggo Yakso di Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek.
Bantuan tersebut oleh Novita Hardini ditujukan untuk menggerakkan ekonomi kreatif di tengah zaman modern.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gamelan yang diserahkan legislator cantik itu merupakan dukungan CSR dari Bank BRI Cabang Trenggalek atas aspirasi Novita Hardini sebagai bentuk kolaborasi antara dunia usaha dan pelestarian budaya daerah.
Dalam keterangannya, legislator perempuan satu-satunya dari Dapil 7 Jawa Timur itu menegaskan bahwa gamelan bukan sekadar alat musik, tetapi simbol peradaban dan identitas budaya Trenggalek.
“Harapan saya, gamelan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kreativitas para pelaku seni di Dongko. Ini bukan hanya tentang budaya, tetapi juga tentang masa depan generasi muda,” ujar Novita.
Politikus PDI Perjuangan itu berharap keberadaan gamelan baru dapat semakin menyemangati anak-anak muda untuk belajar dan mencintai budaya asli Trenggalek, khususnya tari Jaranan yang menjadi kebanggaan daerah.
Saat ini, kelompok budaya tersebut telah membina lebih dari 400 anak didik. Pengurus menyampaikan bahwa alat gamelan baru akan sangat membantu proses latihan sekaligus meningkatkan kualitas pertunjukan.
Mereka juga berharap ke depan ada dukungan tambahan untuk pembenahan infrastruktur, terutama atap bangunan yang masih berbahan bambu.
Novita Hardini perempuan yang dikenal aktif dalam pemberdayaan pelaku UMKM serta pelaku industri kreatif itu menambahkan, bahwa kawasan sekitar memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat ekonomi kreatif di Dongko.
selain latihan seni, tempat tersebut dapat dimanfaatkan untuk pelatihan pembuatan ornamen Jaranan dan produk budaya lainnya yang bernilai ekonomi.
“Budaya harus hidup dan memberi manfaat ekonomi. Sanggar ini bisa menjadi pusat kreativitas sekaligus pusat ekonomi kreatif masyarakat Dongko,” tegasnya.
Melalui dukungan ini, ia meminta pelestarian budaya berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi rakyat, sehingga generasi muda tidak hanya bangga pada tradisinya.
“Tetapi juga mampu menjadikannya sebagai sumber kesejahteraan,” tandasnya singkat. (*)
Penulis : Arif










