SUMENEP, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah berada di kisaran 4 hingga 5 persen pada tahun anggaran 2026. Target tersebut disusun berdasarkan tren positif perekonomian daerah sekaligus didukung strategi penganggaran yang lebih terarah melalui pendekatan money follows program sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Sumenep Nomor 31 Tahun 2025 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, mengatakan optimisme tersebut didasarkan pada capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep yang mencapai 4,85 persen pada tahun sebelumnya.
Namun, menurut Kaban Arif, pemerintah tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka pertumbuhan ekonomi. Yang lebih penting adalah memastikan manfaat pertumbuhan tersebut dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui strategi money follows program, alokasi anggaran tidak lagi dibagi secara merata ke setiap perangkat daerah, melainkan difokuskan pada program-program prioritas yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Langkah ini menjadi modal utama kami untuk mengejar target pertumbuhan 4 hingga 5 persen sekaligus menekan angka kemiskinan di 126 pulau,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Sumenep menyiapkan berbagai program penguatan ekonomi berbasis potensi wilayah. Salah satu strategi yang akan terus dikembangkan ialah hilirisasi komoditas unggulan melalui pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi sesuai karakteristik masing-masing daerah.
Wilayah kepulauan dan kawasan pesisir, seperti Kecamatan Arjasa dan Pasongsongan, diproyeksikan menjadi pusat pengembangan sektor perikanan atau kawasan minapolitan. Sementara itu, kawasan daratan seperti Kecamatan Rubaru akan terus diperkuat sebagai sentra agropolitan yang bertumpu pada sektor pertanian.
Arif menjelaskan, pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di berbagai wilayah.
Selain mengejar pertumbuhan ekonomi, Pemkab Sumenep juga berkomitmen menjaga keberlanjutan lingkungan. Menurut Arif, seluruh aktivitas pembangunan, termasuk pengembangan industri hilir serta sektor minyak dan gas di wilayah Sapeken dan Raas, harus tetap memperhatikan prinsip green economy agar keseimbangan lingkungan tetap terjaga.
“Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Karena itu, setiap program pembangunan akan diarahkan agar tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjaga kualitas lingkungan hidup untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (*)
Penulis : Rusydiyono









